Hanya Targetkan 45 Medali Emas, Indonesia Mustahil Jadi Juara Umum SEA Games 2019 di Filipina
berita
Sumber Foto : beritasatu.com
19 November 2019 14:25
Watyutink.com – Ditengah persiapan mengikuti ajang SEA Games 2019 di Filipina, Sekretaris Menteri Pemuda dan Olah Raga (Sesmenpora) Gatot S Dewa Broto mengeluarkan pernyataan kontrovresial. Gatot menyebut Indonesia mustahil menjadi juara pada ajang pesta olah raga negara-negara Asia Tenggara itu.

Saat menghadiri peluncuran kampanye dukungan Gojek untuk SEA Games di Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Senin (18/11/2019) Gatot mengatakan semua negara peserta pasti ingin menjadi juara. Tapi Gatot meminta semua pihak bersikap realistis. Menjadi juara menurutnya hampir mustahil bahkan juara kedua pun tidak mungkin.

Pada ajang olah raga yang akan dilaksanakan pada 30 November hingga 11 Desember 2019 itu Indonesia hanya menargetkan meraih 45 medali emas. Jumlah ini didasarkan pada perolehan medali emas Indonesia saat mengikui SEA Games 2017 di Malaysia. Saat itu Indonesia memperoleh 38 medali emas, 63 perak, dan 90 perunggu dan hanya berada diurutan kelima.

Pada SEA Games 2017, tuan rumah Malaysia sangat perkasa dengan perolehan 145 emas, 92 perak, dan 86 perunggu. Disusul Thailand dengan 72 emas, 86 perak, dan 88 perunggu.

Gatot menambahkan banyak hal yang menjadi penghalang Indonesia menjadi juara. Ia menyebut beberapa cabang olah raga yang dipertandingkan bukanlah cabang unggulan bagi Indonesia. Selain itu ada beberapa faktor yang menjadi pertimbangan, baik teknis maupun non teknis.

Meski sudah ‘lempar handuk’, Gatot berharap kontingen Indonesia tetap tampil maksimal. Ia berharap Indonesia bisa meraih sebanyak-banyaknya melebihi target 45 medali emas.

Negara terbesar di ASEAN tak mampu menjadi juara umum SEA Games, menyedihkan!

Tetaplah kritis membaca berita!

(cp)

SHARE ON
OPINI PENALAR

PILIHAN REDAKSI

close

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF

Fithra Faisal Hastiadi, Dr., S.E., MSE., M.A

Direktur Eksekutif Next Policy, Dosen FEB UI

Andry Satrio Nugroho

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

Teguh Santoso, S.E., M.Sc.

Dosen Departemen Ilmu Ekonomi FEB Unpad, Peneliti Center for Economics and Development Studies

FOLLOW US

Aturan Timbulkan Administration Cost, Beban Bagi UMKM                Pelaku Bisnis E-commerce Tak Perlu Berbadan Hukum             Hambat Usaha Kecil Naik Kelas             Investor Tak Terpengaruh Prediksi Ekonomi RI             Moody’s Tak Tahu Jeroan Indonesia             Ada  Gap, Ada Ketimpangan             Prioritas Utama Tingkatkan Pertumbuhan             Dana Desa Berhadapan dengan Kejahatan Sistemik             Pembangunan Desa Tidak Bisa Berdiri Sendiri             Harus Disadari, Korupsi akan Mengikuti Kemana Uang Mengalir