Gunakan Masker Kain Tidak Sesuai Standar Bakal Kena Denda Rp250 Ribu
berita
Sumber Foto : Twitter @dkijakarta
18 January 2021 15:10
Watyutink.com - Pemprov DKI Jakarta membuat aturan bagi penggunaan masker berbahan kain. Aturan tersebut mengharuskan masyarakat mengenakan masker kain yang sesuai standar. Hal ini dimaksudkan guna mencegah penularan Covid-19 yang semakin meluas. 

Melalui unggahan di akun twitter @DKIJakarta, Sabtu 16 Januari 2021, disebutkan Pemprov DKI Jakarta telah menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 3 Tahun 2021 tentang Peraturan Pelaksanaan Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2020 tentang Penanggulangan Covid-19.

Unggahan yang berupa infografis itu menerangkan tentang aturan penggunaan masker kainyang layak bagi masyarakat. Pasal 3 ayat (3) Pergub 3/2021 menyebutkan, masker kain harus berbahan katun dengan lapisan paling sedikit dua lapis. Masker kain juga harus dilengkapi tali elastis sehingga pas digunakan di wajah dan tidak kendur. 

Masker kain harus mempunyai warna berbeda pada kedua sisinya. Sehingga bisa dibedakan mana sisi dalam dan luar. Masker kain harus bisa dibersihkan dengan mudah dan tidak berubah warna serta ukuran saat dicuci. Masker kain harus dapat menutup area hidung, mulut, dan bawah dagu saat digunakan.

Pergub 3/2021 juga mengatur pemberian sanksi bagi pelanggaran penggunaan masker kain. Hal-hal yang dikategorikan sebagai pelanggar adalah mereka yang menggunakan masker tidak sesuai standar. Selain itu masyarakat yang kedapatan tidak memakai masker saat berada di luar rumah, tempat kerja, atau tempat aktivitas lainnya juga dianggap melakukan pelanggaran.

Sanksi yang bakal diberikan mulai dari kerja sosial dengan membersihkan fasilitas umum hingga sanksi denda maksimal Rp250 ribu. 

Terkait penggunaan masker bedah, pasal3 ayat (1) memperbolehkannya. Kriteria masker bedah yang boleh digunakan adalah mampu menyaring bakteri dengan nilai efelisiensi 98 atau lebih besar. Efisiensi penyaringan partikel harus bernilai 98 atau lebih besar. Selain itu resistensi terhadap cairan minimal 120 mmHg.

Bagaimana kalau pemerintah membagikan masker sesuai standar gratis untuk rakyat? 

Tetaplah kritis membaca berita! 

SHARE ON
OPINI PENALAR

PILIHAN REDAKSI

close

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF

Abdillah Ahsan, Dr., S.E, M.S.E.

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas indonesia, Peneliti Lembaga Demografi FEB UI