Foto Tercetak Buram di Kertas Suara, Rival Menantu Jokowi Protes 
berita
Sumber Foto: jpnn.com
21 November 2020 15:58
Watyutink.com - Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan, Sumatera Utara, Akhyar Nasution dan Salman Alfarisi mengajukan protes atas hasil pencetakan surat suara. Pasalnya foto pasangan nomor urut 01 di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Medan itu tercetak gelap dan buram. Foto wajah keduanya tampak jauh berbeda dibanding pasangan nomor urut 01 Bobby Nasution dan Aulia Rachman. 

Ketua tim pemenangan Akhyar-Salman, Ibrahim Tarigan pun langsung mendatang lokasi penyortiran surat suara di Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU) Medan, di  bekas Bandra Polonia, Kamis 19 November 2020. Tim Akhyar-Salman mengaku tidak terima dengan kondisi surat suara seperti itu. Ibrahim juga mendesak dilakukan pencetakan ulang surat suara. 

Ibrahim mengancam membawa kasus ini ke ranah hukum. Terlebih menurut Ibrahim kondisi foto buram pasangan Akhyar-Salman  tercetak dihampir semua surat suara. Hal itu setelah Tim Akhyar-Salman melakukan pengecekan secara langsung. Kondisi tersebut bahkan ditemukan pada surat suara yang sudah disortir dan dilipat, 

Ibrahim menegaskan kondisi foto Akhyar-Salam  tidak sesuai dengan spesimen yang telah disepakati. 

Sementara itu, Ketua KPU Medan Agussyah Ramadani Damanik mengatakan, proses pencetakan surat suara sudah sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP). Terkait foto pasangan Akhyar-Salman yang tercetak gelap dan buram, Agussyah akan segera meminta pihak percetakan segera melakukan penggantian. 

Agussyah menjelaskan surat suara dicetak di Bekasi, Jawa Barat. Ia memastikan surat suara yang rusak, termasuk yang tercetak buram tidak akan digunakan
 
Namun KPU Medan belum bisa memastikan berapa jumlah surat suara yang rusak. Pasalnya saat ini masih dilakukan proses penyortiran dan pelipatan. Meskipun saat ini menurut Agussyah sudah memasuki tahap akhir. 

Semoga bukan sinyal kecurangan!

Tetaplah kritis membaca berita! 

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF