Eggi Sebut 'Perang Total' Moeldoko Lebih Berbahaya Dibandingkan 'People Power'
berita
Sumber Foto : cnnindonesia.com
15 May 2019 17:00
Watyutink.com – Tersangka dugaan makar, Eggi Sudjana mengatakan seruan people power pernah dilontarkan oleh kelompok pendukung Jokowi. Hal ini terjadi saat Jokowi mencalonkan diri sebagai presiden pada Pemilu 2014.  

Bahkan hal itu menurut Eggi diwujudkan dalam bentuk buku. Menurut Eggi, buku berjudul ‘Jokowi People Power’ ini bisa diperoleh di berbagai toko buku.

Melihat isi dari buku tersebut, Eggi menyimpulkan bahwa people power kerap digunakan oleh pihak-pihak yang merasa gerakannya dihalangi oleh para elite. Hal ini menurut Eggi sudah pernah disampaikannya saat menghadiri pertemuan di kediaman Prabowo Subianto beberapa saat lalu. Eggi menyebut yang bikin brengsek negeri ini adalah para elite.

Itulah sebabnya menurut politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini untuk menjaga persatuan bangsa Indonesia maka para elite harus terlebih dahulu menjaga sikap dan tindakannya. Kecurangan selama pelaksanaan pemilu bukan dilakukan oleh rakyat melainkan oleh para elite. Rakyat menurut Eggi tidak tahu menahu tentang hal itu dan sebaiknya jangan dibentur-benturkan.

Eggi juga menyindir Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moledoko yang pernah menyerukan perang total saat menjelang pelaksanaan pemungutan suara. Hal itu dilakukan Moeldoko guna mendukung pasangan Jokowi – Ma’ruf Amin dalam Pilpres 2019.

Eggi menilai perang total lebih berbahaya dibandingkan people power. Pasalnya perang total bisa mengarah pada aksi saling bunuh. Namun anehnya, Moeldoko tidak pernah diperiksa terkait ucapannya.

Kan Moeldoko ada di kubu 01, emang ada 01 yang diperiksa?

Tetaplah kritis membaca berita!

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia

Mohammad Faisal

Direktur Centre of Reform on Economic (CORE) Indonesia

FOLLOW US

Stabilitas Sangat Berdampak Pada Ekonomi             Tarik Investasi Tak Cukup Benahi Regulasi             Tidak Bijak Membandingkan Negara Lain             Semangat Reformasi Perpajakan             People Power and Power of Love             Polisi Tak Boleh Berpolitik             Laksanakan Reformasi Perpajakan Secara Konsekuen             Tunjukkan Sikap Politik yang Matang             Menagih Janji Deregulasi dan Perbaikan Infrastruktur Investasi             Perlu Inventarisasi Perundangan dan Peraturan