Diminta Tak Proses Laporan Luhut Terhadap Haris Azhar, Polda Metro Jaya: Baru Masuk Penyelidikan
berita
Haris Azhar dan Luhut Pandjaitan. Sumber Foto : Antara
25 September 2021 14:00
Watyutink.com - Kabid Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Yusri Yunus menyatakan petugas masih bekerja melakukan penyelidikan atas laporan Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan terhadap Direktur Eksekutif Lokataru Haris Azhar dan Koordinator KontraS Fatia Maulidiyanti.

Itulah sebabnya Yusri meminta masyarakat bersabar dan memberikan waktu penyidik Polda Metro Jaya menjalankan tugasnya terhadap laporan tersebut.

Pernyataan yang disampaikan pada Jumat 24 September 2021 itu sekaligus menjawab desakan beberapa pihak agar Polda Metro Jaya tidak memproses laporan yang dilayangkan Luhut. Kelompok masyarakat sipil juga mengingatkan soal kebebasan berpendapat, seperti yang terdapat dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Komunikasi dan Informatika, Kepolisian, dan Kejaksaan tentang pedoman interpretasi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Dalam pernyataannya, Yusri mengibaratkan seseorang yang akan pergi ke Blok M. Teman-temannya menyarankan agar tidak usah berangkat. Padahal orang itu masih belum mau berangkat.

Yusri menuturkan, saat ini pihaknya sedang menyiapkan administrasi penyidikan. Nantinya penyidik akan memanggil para pihak yang terlibat dalam kasus ini. Baik pihak pelapor maupun terlapor. Menurut Yusri penyidik masih mengatur jadwal pemanggilan masih-masing pihak.

Sebelumnya perwakilan koalisi dari LBH Pers, Ade Wahyudin mendesak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memerintahkan jajarannya tidak menindaklanjuti laporan yang dilayangkan Luhut. Saat memberikan keterangan tertulis, Kamis 23 September 2021, Ade menilai pelaporan terhadap Haria dan Fatia adalah bentuk kriminalisasi menggunakan UU ITE.

Ade menyebut apa yang dilakukan Haris dan Fatia murni bagian dari kebebasan ekspresi, pendapat dan kerja-kerja pembela hak asasi manusia yang dijamin oleh Konstitusi dan Undang-Undang.

Seperti diberitakan sebelumnya, Menko Marves Luhut Pandjaitan secara resmi melaporkan Haris Azhar dan Koordinator KontraS Fatia Maulidiyanti ke polisi. Dalam laporan yang terdaftar dengan nomor LP/B/4702/IX/2021/SPKT/Polda Metro Jaya, 22 September 2021, disebutkan Haris dan Fatia diduga melakukan pencemaran nama baik, fitnah dan menyebarkan berita bohong.

Dugaan tindak pidana disebut terdapat dalam video berjudul 'Ada Lord Luhut di Balik Relasi Ekonomi-Ops Militer Intan Jaya!! Jenderal BIN Juga Ada!!' yang diunggah di kanal Youtube Haris Azhar.

Video tersebut menampilkan wawancara Haris dengan Fatia yang membahas hasil riset sejumlah organisasi, seperti KontraS, Walhi, Jatam, YLBHI, Pusaka. Hasil riset tersebut menunjukkan adanya keterlibatan para pejabat atau purnawirawan TNI AD dalam bisnis tambang emas atau rencana eksploitasi daerah Blok Wabu di Intan Jaya, Papua.

Fatia menyebutkan ada sejumlah perusahaan yang bermain di kawasan tambang emas tersebut. Salah satunya adalah PT Tobacom Del Mandiri, anak usaha Toba Sejahtera Group yang sahamnya dimiliki Luhut. Menurutnya, Luhut ikut bermain dalam usaha pertambangan di Papua.

Semoga tidak ada intervensi menggunakan jabatan dan kekuasaan.

Tetaplah kritis membaca berita!

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF