Didampingi 54 Pengacara, Habib Bahar Penuhi Panggilan Bareskrim Polri
berita
Sumber Foto : detiknews.com
06 December 2018 14:15
Watyutink.com - Habib Bahar bin Ali bin Smith mendatangi panggilan Bareskrim Polri, Kamis (6/12/2018) sekitar pukul 11.30 WIB. Mengenakan gamis putih, sorban dan kaca mata hitam Habib Bahar memasuki ruang penyidik tanpa mengucapkan sepatah kata. 

Kuasa hukum Habib Bahar, Sugito Atmo Pawiro mengatakan, 54 pengacara akan mendampingi Pendiri Majelis Pembela Rasullah ini. Sugito mengatakan mereka adalah pengacara dari GNPF, TPM, bantuan hukum FPI.

Selain itu kedatangan pendakwah asal Manado, Sulawesi Utara ini turut disertai sejumlah orang dari Front Pembela Islam (FPI) dan Laskar Pembela Islam (LPI). Sambil melakukan orasi, mereka mengaku kedatangannya untuk mengawal proses pemeriksaan yang akan dijalani Habib Bahar. Kehadiran massa pendukung Habib Bahar ini mengakibatkan arus lalu lintas disekitar Gedung Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), lokasi kantor Bareskrim Polri, menjadi terhambat.

Sementara itu Kabag Penum Divisi Humas Kombes Syahar Diantono menjelaskan status Habib Bahar masih sebagai saksi atas laporan Jokowi Mania (Joman) dan Cyber Indonesia. Mereka menuduh Habib Bahar telah mengatakan Jokowi kayaknya banci, pengkhianat bangsa, pengkhianat negara, pengkhianat rakyat.

Habib Bahar dilaporkan dengan Pasal UU Nomor 1 Tahun 1946 KUHP No 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis, UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 1 Tahun 2008 tentang ITE, serta Pasal 207 KUHP, Pasal 16 juncto Pasal 4 huruf b angka 1, dan Pasal 45 ayat (2) juncto Pasal 28 ayat (2).

Menghina kepala negara memang tidak dibenarkan. Tapi yang pernah menghina presiden bukan cuma Habib Bahar loh. Tapi kok mereka nggak pernah diperiksa!

Tetaplah kritis membaca berita!

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia

Nailul Huda

Peneliti INDEF

FOLLOW US

Perempuan yang Terlibat dalam Terorisme Merupakan Korban             Kelompok Radikal Di Indonesia Telah Bertransformasi             Anggaran Apel Kebangsaan Kurang Proporsional             Apel Kebangsaan: Mestinya Undang Tokoh dari Dua Kubu             Utang Luar Negeri dan Cadangan Devisa             Pengelolaan Utang: Apakah Efektif dan Efisien?             Korupsi Politik Makin Menjadi-jadi             Awal Reformasi, PPP Gigih Dukung Pembentukan UU KPK             Kinerja Memang Naik,Tapi Bukan Akselerasi             Harus Menunggu Laporan Keuangan Resmi BUMN