Demo Mahasiswa Di Sulbar Dipicu Kata 'Bodoh' Bupati
berita
Sumber Foto : Twitter @BetPrabu
07 August 2020 17:10
Watyutink.com – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Polewali Mandar, Sulawesi Barat, melakukan demonstrasi yang berlangsung ricuh. Mahasiswa tersulut emosi saat Bupati Polewali Mandar menyebut mereka bodoh.

"Kami dan organisasi kami dikatakan bodoh," teriak salah satu orator mahasiswa HMI, dikutip CNNIndonesia TV, Jumat (7/8/2020).

Aksi demonstrasi ini berlangsung di Taman Sport Centre, Kecamatan Polewali, Kabupaten Polewali Mandar. Saat kericuhan, para mahasiswa beradu dan saling dorong dengan petugas Satpol PP yang menghalau mereka.

Mahasiswa membawa beberapa tuntutan aspirasi yakni menuntut Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar memperbaiki fasilitas dan pelayanan di RSUD Polewali Mandar. Selain itu, mereka juga menuntut Bupati memperbaiki kinerja Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Polewali Mandar yang dinilai tidak bertugas secara maksimal dalam menangani rentetan kasus virus corona.

Mereka juga meminta Bupati mencopot Pelaksana tugas (Plt) Direktur RSUD Polewali Mandar dan menunjuk pejabat definitif.

Sementara itu, Bupati Polewali Mandar Andi Ibrahim Masdar membantah ia menyebut organisasi mahasiswa itu bodoh.

Ia menyampaikan, pernyataan 'bodoh' itu keluar karena dirinya tidak senang terhadap sikap mahasiswa yang dianggap tak sopan saat menyampaikan aspirasi.

"Langsung dia [seorang mahasiswa] mau membelokkan 'lihat saudara, HMI dikatakan bodoh', kapan saya mengatakan HMI itu bodoh? saya juga tahu organisasi. Saya hanya bilang 'Kau bodoh', tapi saya bicara dia juga bicara. Untuk apa lagi dia bicara sementara tuntutannya sudah ada sama saya," kata Andi.

Adik kandung Gubernur Sulawesi Barat ini juga menyesalkan sikap mahasiswa yang ia nilai tidak sopan. Andi menyebut para mahasiswa dalam menyampaikan aspirasinya sempat merokok saat berbicara padanya. Hal itu membuatnya miris terhadap kelakuan beberapa mahasiswa zaman sekarang.

Waduh, hati-hati berucap, kata-kata bisa lebih tajam dari pedang.

Tetaplah kritis membaca berita!

SHARE ON
OPINI PENALAR

PILIHAN REDAKSI

close

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF