Cari Pembakar Gedung Kejagung, Polisi Periksa Tukang Bangunan
berita
Sumber Foto : Antara/ Galih Pradipta
22 September 2020 14:32
Watyutink.com – Direktur Tindak Pidana Umum (Dir Tipidum) Bareskrim Polri Brigjen Ferdy Sambo mengatakan pihaknya serius menangani kasus kebakaran yang menimpa Gedung Utama Kejaksaan Agung (Kejagung). Pasalnya dari hasil pemeriksaan sebelumnya,terdapat indikasi adanya tidak pidana pada peristiwa yang terjadi pada 22 Agustus 2020 silam.

Saat memberikan keterangan kepada awak media, Selasa 22 September 2020, Fredy menjelaskan Bareskrim telah memeriksa 17 saksi dalam kasus ini. Mereka terdiri dari tukang atau kuli bangunan lantaran saat kebakaran terjadi, beberapa lantai gedung utama Kejagung tengah dalam proses renovasi. Selain itu saksi yang diperiksa adalah staf Kejagung, pegawai negeri sipil (PNS) dan petugas keamanan dalam (pamdal).   

Fredy menambahkan pihaknya juga telah melayangkan surat ke Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan. Hal ini guna meminta persetujuan penyitaan barang bukti terkait perkara tersebut. Menurut Fredy dalam penyelidikan ditemukan fakta adanya tukang atau kuli bangunan yang sedang bekerja  di lantai enam pada gedung Kejagung. Padahal api diduga berasa dari lantai enam gedung yang berlokasi di kawasan Blok M, Jakarta Selatan itu.

Penyidik Bareskrim Polri juga menemukan bukti kebakaran bukan akibat korsleting atau hubungan pendek arus listrik. Penyidik menduga api berasal dari nyala api terbuka atau open flame. Api yang berasal dari ruang rapat Biro Kepegawaian Kejagung di lantan enam menjalar dengan cepat ke ruang lain. Diduga api cepat menjalan lantaran terdapat akseleran berupa alumunium composite panel (ACP) pada lapisan luar gedung.

Selain itu banyak cairan minyak yang mengandung senyawa hidrokarbon. Kondisi gedung yang hanya disekat dengan gypsum, lantai parkit, panel High Pressure Laminate Panel (HPL) dan bahan mudah terbakar lainnya.

Temuan inilah yang membuat penyidik menyimpulkan adanya peristiwa pidana dalam kebakaran markas Korps Adhyaksa itu. Dugaan peristiwa pidana itu didapati setelah penyidik melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), termasuk memeriksa 131 saksi. Selainitu, Bareskrim juga meminta keterangan ahli pidana dan ahli kebakaran.

Jangan sampai nantinya disebutkan pelakunya adalah para tukang bangunan!

Tetaplah kritis membaca berita!

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF