Bertambah 3.222 Orang, Pasien Corona di Indonesia Dekati 400 Ribu, 13 Ribu Meninggal Dunia
berita
Sumber Foto : kompas.com
26 October 2020 16:55
Watyutink.com - Hingga Senin 26 Oktober 2020, jumlah pasien positif corona di tanah air sudah mencapai 392.934 orang. Hal ini setelah terjadi penambahan kasus corona baru sebanyak 3.222 orang dalam sehari semalam. Sebanyak 61.851 orang merupakan kasus aktif dan saat ini tengah dalam perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan.

Jumlah pasien yang terpapar virus corona ternyata masih tinggi. Hal ini memunculkan kekahawatiran sebagian pihak jumlah kasus positif corona di Indonesia bakal tembus 400 ribu orang.

Menurut data yang diakses dari website Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dalam sehari semalam terjadi penambahan pasien sembuh sebanyak 3.908 orang. Sehingga total pasien yang dinyatakan sembuh sebanyak 317.672 orang. Sedangkan korban meninggal dunia berjumlah 13.411 orang. Hal ini setelah terjadi penambahan korban meninggal dunia sebanyak 122 orang dalam 24 jam.

Sehari sebelumnya Minggu, 25 Oktober 2020, jumlah kasus positif corona di Indonesia sebanyak 389.712 orang. Hal ini setelah terjadi penambahan kasus corona  baru yang cukup banyak, yakni 3.732 orang dalam sehari semalam. Sedangkan pasien sembuh sebanyak 313.764 orang dan korban meninggal dunia berjumlah 13.299 orang.

DKI Jakarta tetap menjadi wilayah dengan kasus positif corona terbanyak, yakni 101.897 kasus. Disusul Jawa Timur 51.217, Jawa Barat 34.355, Jawa Tengah 32.098, dan Sulawesi Selatan 17.950. Penambahan kasus baru di DKI Jakarta hari ini mencapai jumlah 906 kasus, disusul Jawa Barat 431 kasus

Lima provinsi dengan angka kematian akibat corona tertinggi adalah, Jawa Timur dengan 3.683 orang, DKI Jakarta 2.177, dan Jawa Tengah 1.689. Disusul Jawa Barat 694 dan Sumatera Utara 523 orang.

DKI Jakarta mencatatkan angka kesembuhan tertinggi, yakni 87.883 orang. Selanjutnya Jawa Timur 45.203, Jawa Tengah 26.634, Jawa Barat 23.585, dan Sulawesi Selatan 15.744 orang.

Sebelumnya, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah menargetkan masyarakat menerima vaksin Covid-19 pada akhir 2020. Airlangga yang juga menjabat Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) menyebut pihak yang diprioritaskan mendapat vaksin pertamakali adalah garda terdepan yang bergerak dibidang kesehatan, seperti dokter dan perawat. Aparat keamanan juga akan mendapat prioritas pertama.

Kalau memang belum siapa jangan buru-buru melakukan vaksinasi massal, jangan jadikan rakyat sebagai kelinci percobaan!

Tetaplah kritis membaca berita!

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF