Baru Diresmikan, Antrean di RS Darurat Wisma Atlet Mengular
berita
Foto Istimewa
24 March 2020 16:15
Watyutink.com - Rumah Sakit (RS) darurat penanganan virus corona di Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta diserbu masyarakat. Akibatnya antrean warga yang ingin mendapat perawatan mengular. Hal ini terjadi sejak RS darurat tersebut diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Senin (23/3/2020). 

Staf khusus Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Arya Sinulingga dalam penjelasannya mengakui pasien sudah menunggu sejak pukul 17.00 WIB atau jam lima sore. Para pengantre adalah pasien yang dirujuk dari rumah sakit lain untuk mendapat penanganan virus corona. 

Melalui akun YouTube Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang diunggah pada Selasa (24/3/2020) Arya menyatakan pasien tersebut tidak bisa masuk ke rumah sakit rujukan. Hampir semuanya langsung disarankan ke RS darurat Wisma Atlet. Hal inilah yang menyebabkan antrean menjadi sangat panjang. 

Arya menambahkan setiap pasien yang masuk akan menjalani serangkaian tes dan memakan waktu. Tes darah, swab, dan sebagainya. Tak mungkin 100 orang langsung dilayani. Itulah sebabnya politisi Partai Perindo ini meminta masyarakat memaklumi dan memahaminya. 

Meski begitu, guna mengantisipasi kejadian tak terduga, pemerintah akan menambah kapasitas tempat tidur di RS Darurat Wisma Atlet menjadi 3.000 kamar. Terlebih Wisma Atlet mempunyai banyak tower yang bisa digunakan. Tower-tower tersebut akan dilengkapi berbagai alat kesehatan, mulai dari PCR, tes paru-paru, hingga tabung oksigen. 

Sementara itu Juru Bicara Pemerintah untuk penanganan virus corona Achmad Yurianto memastikan RS Darurat Wisma Atlet sudah benar-benar siap digunakan. Bahkan kesiapannya sudah dicek langsung oleh Presiden Jokowi. 

Menurut pria yang akrab disapa Yuri ini, segala kebutuhan layanan perawatan virus corona sudaj disiapkan. Kekurangan alat perlindungan diri (APD) bagi petugas medis juga segera ditangani. Saat ini sudah disiapkan 105.000 APD dan125.000 alat pemeriksaan cepat. 

Mengapa harus menunggu jatuh korban jiwa baru menyiapkan segala sesuatunya? 

Tetaplah kritis membaca berita! 

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Ahmad Heri Firdaus

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)