Anggota DPR Usul Gunakan Dana Haji untuk Tangani Covid-19, Kemenag Sebut Akan Dikaji
berita
Sumber Foto : Humas Kemenag
09 April 2020 10:26
Watyutink com - Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi mengaku pihaknya bakal mengkaji usulan penggunaan dana haji untuk membantu penanganan wabah virua corona atau Covid-19. Hal ini jika nantinya Pemerintah Arab Saudi memutuskan menunda pelaksanaan ibadah haji tahun ini. 

Saat mengikuti rapat dengan Komisi VIII DPR secara virtual, Rabu (8/4/2020) Fachrul menyatakan usulan tersebut dimungkinkan untuk dilaksanakan. Meski demikian Fachrul berharap dana haji tidak perlu digunakan untuk penanganan Covid-19. Mantan Wakil Panglima TNI ini mengharapkan dana untuk penanganan virus corona yang sudah diatur Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencukupi. 

Fachrul menjelaskan untuk membantu penanganan Covid-19 Kemenag akan melakukan realokasi anggaran dengan total berjumlah Rp319.107.804.160. Dari jumlah tersebut Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah menganggarkan Rp41.351.741.740. Realokasi terbesar berasal dari Direktorat Jenderal Pendidikan Islam dengan nilai total Rp126.987.329.514.

Sebelumnya, anggota Komisi VIII DPR Nanang Samodra mengusulkan penggunaan dana haji untuk penanganan wabah virus corona. Nanang menyatakan jika penyelenggaraan ibadah haji tahun ini ditunda, Kemenag bisa membuat skenario pengalihan dana haji untuk menangani Covid-19. 

Anggota Fraksi Partai Demokrat ini mengaku khawatir pelaksanaan ibadah haji tahun ini bakal ditunda akibat virus corona yang sudah menjadi pandemi global. Terlebih hingga sekarang Pemerintah Arab Saudi tak kunjung membuat keputusan terkait pelaksanaan ibadah haji. 

Nanang menambahkan pihaknya mengapresiasi langkah Kemenag yang merealokasi sejumlah anggaran Kemenag untuk penanganan virus corona. Namun menurut Nanang kontribusi Kemenag bisa lebih ditingkatkan jika menggunakan anggaran haji yang jumlahnya cukup besar.

Kenapa bukan gaji anggota DPR atau dana pindah ibu kota yang dipotong?

Tetaplah kritis membaca berita! 

 

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF