Abaikan Imbauan Jokowi, Perusahaan Leasing Tetap Tagih Cicilan Kendaraan
berita
Sumber Foto : kompas.com
27 March 2020 10:18
Watyutink.com - Ketua Asosiasi Driver Online (ADO) Wiwit  Sudarsono mengatakan para pengemudi online tetap harus membayar cicilan kendaraannya. Meski pemerintah telah memberikan stimulus ekonomi. Perusahaan leasing berdalih belum mendapat pengumuman resmi terkait penundaan pembayaran cicilan kendaraan pengemudi ojek dan taksi online. 

Dikutip dari VIVA, Jumat (27/3/2020) Wiwit
meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) lebih tegas dalam menerapkan aturan tersebut. Pasalnya hampir semua perusahaan finance atau leasing mengabaikan imbauan relaksasi kredit yang diumumkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) beberapa saat lalu. 

Wiwit menambahkan, dalam aturan tersebut OJK memberi kewenangan sepenuhnya kepada perusahaan leasing untuk membuat kebijakan sendiri. Akibatnya aturan tersebut terkesan tidak kuat dan tegas. Wiwit menegaskan pengemudi online sangat membutuhkan relaksasi kredit. Pasalnya sejak merebaknya penularan virus corona, penghasilan mereka turun drastis. Kebijakan social distancing makin membuat pendapatam pengemudi online terjun bebas. 

Sebelumnya pemerintah secara resmi mengumumkan kebijakan relaksasi ekonomi terkait penyebaran virus corona atau Covid-19. Salah satunya dengan memberikan kelonggan kepada pengemudi angkutan online, baik ojek maupun taksi dalam melakukan pembayaran cicilan kendaraan. 

OJK langsung merespon kebijakan itu dengan mengeluarkan POJK No.11/POJK.03/2020 tentang Stimulus Perekonomian Nasional Sebagai Kebijakan Countercyclical Dampak Penyebaran Coronavirus Disease. Dalam peraturan itu, OJK telah meminta perusahaan leasing melakukan relaksasi kredit bagi debiturnya yang terdampak virus corona.

Sayangnya, mayoritas perusahaan leasing mengabaikan peraturan itu. Perusahaan leasing tetap menagih cicilan kendaraan dan mengatakan tidak ada kebijakan penundaan pembayaran. 
 
Kalau pemilik kendaraan tak membayar cicilan, bagaimana perusahaan leasing bisa bayar gaji karyawannya? 

Tetaplah kritis membaca berita! 

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF