10 Ribu Lebih Pekerja Dirumahkan dan Kena PHK di Sumbar
berita
Sumber Foto : nakertrans.sumbarprov.go.id
22 May 2020 15:35
Watyutink.com – Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Pengawasan Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sumatera Barat Prita Wardhani mengatakan, 10.690 orang kehilangan pekerjaan mereka sebagai dampak pandemi virus corona. Secara rinci, 10.060 orang dirumahkan, dan 630 orang lainnya di-PHK (pemutusan hubungan kerja).

Rinciannya, kata Prita, sebanyak 5.960 orang di antaranya di Padang, 1.278 orang di Bukittinggi, 785 orang di Padang panjang, dan lainnya tersebar di Solok, Payakumbuh, hingga Mentawai.

Selanjutnya, Kepala Disnakertrans Sumbar Nasrizal melanjutkan data orang yang kehilangan pekerjaan tersebut dilaporkan oleh lebih dari 1.257 perusahaan dari sekitar 3.800 perusahaan kelas menengah dan besar di Sumar.

"Pekerja yang dirumahkan dan di-PHK itu korban kebijakan perampingan pekerja oleh perusahaan yang (ekonomi) melemah karena terdampak covid-19. Mayoritas perusahaan bergerak di bidang pariwisata, seperti hotel dan transportasi, serta ritel," kata Nasrizal.

Disnakertrans setempat pun meminta perusahaan melapor tentang kesepakatan dengan para pekerjanya mengenai langkah yang ditempuh dalam merumahkan dan mem-PHK karyawan.

Nasrizal ilang permintaan ini sesuai dengan Surat Edaran Kementerian Ketenagakerjaan yang memuat agar perusahaan dan pekerja membuat kesepakatan untuk menyikapi dampak covid-19 terhadap perusahaan.

Kesepakatan yang dimaksud bisa saja berupa pengurangan jam kerja, merumahkan pekerja dengan uang sangu.

Waduh pengangguran makin merambah, apa solusinya?

Tetaplah kritis membaca berita!

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF