Undur-unduromologi
berita
Pikiran Bebas
. 19 September 2019 08:00
Penulis

Pembelajar Kebudayaan dan Peradaban

Kantor Berita Politik RMOL memberitakan bahwa sikap para pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang memilih mengundurkan diri serta menyerahkan tanggung jawab pemberantasan korupsi ke Presiden menandakan Agus Rahardjo dan sejawatnya bukanlah pejuang antikorupsi sesungguhnya.

Pengecut

“Ah bukan pejuang mereka. Ternyata mereka hanya pejabat KPK, bukan pejuang antikorups,” ungkap analis komunikasi politik lembaga survei KedaiKOPI, Hendri Satrio kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (15/9).

Hendri Satrio mengaku kecewa dengan keputusan para pimpinan KPK yang memilih mundur sebelum berjuang memberantas korupsi hingga akhir masa jabatan. Disebut hanya sekadar pejabat lantaran Agus Rahardjo Dkk bersikap kekanak-kanakkan. Padahal jika seorang pejuang, apapun kondisinya akan terus berjuang meski dikerdilkan. “Mengecewakan sekali! Rakyat berharap mereka strong, eh terus mundur, waduh,” geramnya.

“Ngarepin rakyat mikir gimana tentang mereka? Jagoan atau pahlawan atau pengecut, atau malah jangan-jangan pejabat manja,” tandasnya.

 Keliru

Semula, sebelum membaca berita tersebut di atas, saya menghormati bahkan mengagumi pengunduran diri Agus Rahardjo dan kawan-kawan yang saya kenal sebagai tokoh pimpinan KPK yang berjuang keras menunaikan tugas  memberantas korupsi di persada Nusantara tercinta ini. Apalagi Agus Rahardjo dkk mengundurkan diri pada saat pemerintah sudah mantap mempersiapkan para penggantinya.

Semula saya menghormati dan mengagumi keputusan Agus Rahardjo dkk mengundurkan diri sebagai sikap kesatria serta legowo seperti Jenderal Besar Soedirman mengundurkan diri akibat merasa kesehatan tidak memungkinkan dirinya memimpin TNI melawan para perongrong kemerdekaan Republik Indonesia. Sun Yat Sen mengundurkan diri dari jabatan kepresidenan sebab ada pihak lain yang sangat mendambakannya. Menteri Perhubungan Jepang mengundurkan diri akibat terjadi kecelakaan kereta api atau Kanselir Jerman Barat, Willy Brandt mengundurkan diri gara-gara anak buahnya, Günter Guillaume ternyata mata-mata Jerman Timur.

Para samurai Jepang bukan cuma mengundurkan diri namun bunuh diri jika gagal menunaikan tugas. Berdasar penelitian undur-unduromologis, semula saya menyimpulkan bahwa mengundurkan diri dari suatu jabatan merupakan suatu bentuk perilaku positif dan konstruktif demi mengungapkan rasa menyesal akibat gagal menunaikan tugas.

Koreksi

Namun, kembali terbukti bahwa saya adalah manusia biasa yang senantiasa bahkan niscaya tidak sempurna dalam , maka pasti rawan melakukan kekeliruan.

Berdasar pemberitaan RMOL tentang pendapat analis komunikasi politik lembaga survey KedaiKOPI, terbukti sudah bahwa para pimpinan KPK bukan para pejuang korupsi namun dikhawatirkan hanya para penjabat manja dan kaum pengecut belaka.

Maka, Saya harus mawas diri lalu segera koreksi diri agar di masa mendatang jangan sampai lagi-lagi gegabah menganggap satu pengunduran diri sebagai sikap kestaria, legowo, bertanggung-jawab, positif, konstruktif dan lain-lain. Saya harus lebih cermat serta seksama dalam melakukan penelitian Undur-unduromologi yang ternyata mengandung makna luar biasa kompleks dan rumit

(Penulis adalah pendiri Pusat Studi Kelirumologi dan Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan)

* Konten ini adalah kiriman dari user, isi konten sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis/kreator/user. Ingin membuat konten di Watyutink? Klik di sini!

SHARE ON
close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF