Seorang Nasionalis Sejati
berita
Pikiran Bebas
Christianto Wibisono/ Net 12 August 2021 11:05
Penulis

Managing Partner Frans Winarta & Partners dan mantan Anggota Governing Board Komisi Hukum Nasional

Kepergian Saudara Christianto Wibisono di tengah masa pandemi yang sudah berlangsung 1.5 tahun lebih sungguh mengagetkan. Saya kehilangan seorang teman seperjuangan, sahabat, dan rekan yang handal dalam tulis menulis dan khususnya analisis ekonominya selalu jadi rujukan di tahun 1980-1990-an. Sekitar 20 tahunan yang lalu, dia meninggalkan tanah air setelah peristiwa Mei 1998 yang betul-betul mengecewakannya, karena setiap ada gejolak politik di Indonesia, seringkali biasanya dibumbui dengan rasialisme. Namun begitu, kepergiannya ke Amerika Serikat sangat disayangkan oleh banyak pihak karena Bung Chris ini tidak lain adalah seorang nasionalis sejati yang begitu mencintai negerinya, sama seperti warga negara yang lain mencintai tanah air ini.

Perbedaan latar belakang pendidikan Bung Chris dengan penulis menyebabkan ada perbedaan cara pandang terhadap persoalan rasialisme di Indonesia. Bung Chris, kawanku ini berpendapat bahwa gap ekonomi yang semakin lebar antara si kaya dan si miskin di negara ini menyebabkan kecemburuan sosial yang saya benarkan. Tetapi saya mencoba menjelaskan lagi kepadanya dari segi sejarah, terutama sikap penjajah Belanda kala itu menerapkan politik devide et impera atau politik memecah belah dengan mengucilkan minoritas Tionghoa.

Karena perannya yang diinginkan penjajah Belanda itulah yang menimbulkan rasa antipati terhadap minoritas Tionghoa. Hal ini berlangsung selama berabad-abad hingga saat ini, di mana saat ini bukan hanya minoritas Tionghoa saja yang didiskriminasi, namun juga suku, agama, budaya lainnya.

Tidak aneh dalam pesannya yang disampaikan melalui putrinya yang bernama Astrid, Bung Chris berkata agar bangsa Indonesia janganlah terpecah belah dan harus bersatu menggalang kekuatan yang lebih mantap di masa depan untuk keluar dari pandemi ini secara lebih kuat dan teruji.

Semoga cita-cita seorang Bung Chris ini dapat kita wujudkan di masa mendatang. Saya tidak akan melupakan perjuangannya untuk Indonesia yang jaya.

* Konten ini adalah kiriman dari user, isi konten sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis/kreator/user. Ingin membuat konten di Watyutink? Klik di sini!

SHARE ON

PILIHAN REDAKSI

close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF