Bagaimana Pengaruh Inflasi terhadap Laporan Keuangan Perusahaan
berita
Pikiran Bebas
Finata.id 07 July 2020 09:00
Penulis

Mahasiswi Fakultas Ekonomi

Sejak kanak-kanak kita sudah diajarkan untuk mengelola uang, seiring dengan bertambahnya usia kita mulai memahami pentingnya uang dalam menciptakan perekonomian nasional. Uang sangat berpengaruh terhadap kestabilan harga barang, melonjaknya nilai tukar uang di masyarakat akan menyebabkan inflasi. Tahukan kamu apa itu inflasi ?

Inflasi adalah proses meningkatnya harga secara umum dan terus-menerus sehubungan dengan mekanisme pasar yang dipengaruhi banyak faktor, seperti peningkatan konsumsi masyarkat, likuiditas di pasar yang berlebih sehingga mimicu konsumsi atau bahkan spekulasi, hingga ketidaklancaran distribusi barang.

Inflasi sebenarnya berdampak baik untuk meningkatkan perekonomian asalkan dalam tingkat yang rendah dan stabil. Sedangkan, dalam tingkat tinggi yang tidak stabil, inflasi justru akan sangat merugikan perekonomian, karena inflasi yang tinggi menurunkan daya beli masyarakat dan menyebabkan kesenjangan pendapatan semakin lebar. Selain itu, inflasi yang tinggi akan menghambat investasi produkif dan menghambat pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang.

Inflasi tinggi yang pernah terjadi di Indonesia adalah sebesar 77,63% yaitu pada saat krisis ekonomi pada tahun 1998. Pada saat itu rakyat benar-benar sedang diuji, bayangkan saja seluruh barang-barang terus melonjak naik. Jika pagi hari harga beras adalah Rp2.500/kg maka pada siang hari harga beras bisa mencapai Rp5.000/kg bahkan lebih.

Inflasi pada saat itu juga menambah angka PHK hingga mencapai 22 juta orang dan menyebabkan jumlah penduduk miskin di Indonesia meningkat menjadi 50% dari total penduduk Indonesia. Besar sekali kan dampak yang ditimbulkan oleh inflasi yang tinggi. Oleh karena itu pemerintah berusaha sebaik mungkin dalam menghadapi terjadinya inflasi antara lain dengan cara yang pertama yaitu, melakukan kebijakan moneter seperti membatasi pemberian kredit, membatasi jumlah uang yang beredar dan menaikan cadangan kas, lalu cara yang kedua yaitu melakukan kebijakan fiscal seperti mengurangi pengeluaran Negara, pengurangan hutang luar negeri dan mengefektifkan pajak.

Selain pemerintah, masyarakat juga dapat ikut mendukung pemerintah dalam menghadapi inflasi, yaitu dengan membeli produk yang sesuai kebutuhan, berinvestasi serta mencintai rupiah dan produk dalam negeri. Ayo berperan aktif dalam menghadapi inflasi untuk perekonomian yang lebih baik.

Sebelum mengetahui pengaruh inflasi terhadap laporan keuangan perusahaan, anda harus tahu terlebih dahulu jenis laporan keuangan yang biasa dipakai di suatu perusahaan. Perusahaan pada umumnya membuat sebuah laporan keuangan yang diperlukan untuk mengetahui berapa laba yang diperoleh, berapa besar hutang piutang perusahaan dan bagaimana perkembangan arus kas sebuah perusahaan tersebut. Laporan keuangan dasar yang biasanya dibuat di sebuah perusahaan untuk melihat perkembangan perusahaan tersebut diantaranya, laporan neraca, laporan laba rugi dan laporan arus kas. 

Laporan keuangan disusun dengan tujuan untuk menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja, dan perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan. Informasi mengenai posisi keuangan, kinerja dan perubahan posisi keuangan sangat diperlukan untuk melakukan evaluasi atas kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas serta waktu dan kepastian dari hasil tersebut.

Posisi keuangan dipengaruhi oleh sumber daya yang dikendalikan, struktur keuangan serta kemampuan beradaptasi dengan perubahan lingkungan. Informasi mengenai kinerja perusahaan terutama profitabilitas diperlukan untuk menilai perubahan potensial sumber daya ekonomi yang mungkin dapat dikendalikan di masa mendatang sehingga dapat memprediksi kapasitas perusahaan dalam menghasilkan kas/pendapatan serta untuk merumuskan efektifitas perusahaan dalam memanfaatkan tambahan sumber daya.

Meskipun demikian, yang perlu anda ketahui bahwa laporan keuangan tidak menyediakan semua informasi yang dibutuhkan pemakai dalam proses pengambilan keputusan. Selain untuk tujuan-tujuan tersebut laporan keuangan juga menunjukkan apa yang telah dilakukan oleh manajemen menggambarkan pertanggungjawaban manajemen atas sumber daya yang dipercayakan.

Lalu bagaimana pengaruh inflasi terhadap laporan keuangan perusahaan?

Perlu anda ketahui bahwa pemilik perusahaan menginginkan perusahaannya berkembang, maju serta memperoleh laba yang signifikan. Jika perusahaan mengeluarkan biaya cost serta biaya operasional lebih besar dibanding pendapatan maka perusahaan itu dikatakan perusahaan yang memiliki laporan keuangan yang tidak sehat.

Sebuah perusahaan dikatakan perusahaan dengan laporan keuangan yang sehat atau stabil jika memperoleh laba bersih yang signifikan dan memiliki kestabilan laporan keuangan yang baik antara kas masuk dan kas keluar. Pengaruh inflasi terhadap laporan keuangan perusahaan dibagi menjadi 2 laporan dasar yaitu laporan neraca dan laporan laba/rugi.

Nah dengan demikian, pengaruh inflasi terhadap laporan keuangan perusahaan akan diuraikan sebagai berikut :.

1. Pengaruh inflasi terhadap Laporan Neraca, yang terbagi oleh beberapa pos diantaranya:

a. Pengaruh terhadap Pos Uang Kas. Penurunan daya beli uang kas dan kenaikan harga-harga menuntut erusahaan menyediakan uang kas untuk membayar kebutuhan kebutuhan perusahaan. Oleh karena itu, pada waktu inflasi perusahaan harus merencanakan peningkatan persediaan saldo kasnya.

b. Pengaruh terhadap Pos Piutang. Jumlah besarnya piutang yang harus dibelanjai menjadi bertambah karena kenaikan harga terhadap barang hasil produksi, yang berarti meningkatkan jumlah piutang perusahaan terhadap para    pelanggan.

c. Pengaruh terhadap Pos Persediaan. Inflasi akan mengakibatkan biaya  dari bahan atau material dan barang jadi. Akan tetapi dalam hal ini persediaan barang tidak mengalami penurunan nilai tukar seperti halnya saldo kas dan piutang, bahkan dalam masa inflasi ini persediaan barang memiliki harapan kenaikan nilai tukarnya.

d. Pengaruh terhadap Pos Aktiva Tetap. Pada masa inflasi, biaya atas dasar itu tidak menunjukkan biaya penggantian terhadap aktiva tetap tersebut. Hal ini mengakibatkan pengaruh yaitu perusahaan tidak siap untuk mengganti aktiva tetap. Deprseiasi dapat diambil dari hasil penjualan guna untuk mengganti aktiva tetap yang telah digunakan. Pada saat aktiva tetap tidak dapat digunakan lagi dalam proses produksi maka dana yang disisihkan tadi dapat digunakan untuk membeli aktiva tetap baru. Dalam masa inflasi, hal tersebut tidak dapat dilakukan karena perusahaan hanya mampu menyisihkan dana depresiasi sejumlah harga historis, tidak sebesar harga aktiva tetap pada saat inflasi. Oleh karena itu inflasi dapat mengakibatkan penyusutan yang tidak dapat menutup modalnya tapi harus ditutup dari laba yang diperoleh bahkan sumber dari luar. Selama periode inflasi, nilai aktiva yang dicatat sebesar biaya akuisisi awalnya jarang mencerminkan nilai terkininya (yang lebih tinggi). Nilai aktiva yang lebih rendah menghasilkan beban yang dinilai lebih rendah dan laba dinilai lebih tinggi.

e. Pengaruh terhadap Pos Utang. Untuk pos utang justru perusahaan memperoleh keuntungan pada saat inflasi, karena pada saat perusahaan pengembalikan hutangnya perusahaan membayar dengan jumlah rupiah yang sama seperti saat dipinjam dengan nilai tukar atau daya beli yang lebih kecil. Akan tetapi jika biaya tersebut diperhitungkan dengan tingkat inflasi maka pengaruh ini tidak akan berarti lagi.

f. Pengaruh terhadap Pos Modal. Untuk modal sendiri inflasi tidak menimbulkan pengaruh yang nyata baik terhadap modal saham maupun laba ditahan.

2. Pengaruh inflasi terhadap laporan laba/rugi

Inflasi yang tinggi akan mengakibatkan penilaian yang terlalu tinggi terhadap pendapatan yang dihasilkan oleh perusahaan. Hal ini terjadi disebabkan karena di Indonesia pada umumnya perusahaan menggunakan metode FIFO dalam mencatat persediaan, jadi barang yang masuk memiliki nilai yang rendah dalam masa inflasi. Nilai itulah yang akan diperhitungkan dalam laporan laba rugi. Perhitungan COGS (Cost of Good Sold) yang terlalu rendah mengakibatkan pengenaan pajak yang tinggi terhadap laba, karena laba yang dilaporkan juga terlalu tinggi yang akan memperbesar beban keuangan perusahaan.

Penyusutan dalam aktiva tetap bahwa depresiasi yang disisihkan tidak cukup untuk mengganti aktiva tetap yang baru. Hal ini berarti bahwa perusahaan telah mengalami penyusutan aktiva atau penurunan aktiva tetap. Agar kembali seperti posisi semula perusahaan harus mengambil kekurangan tersebut dari laba atau sumber dana dari luar perusahaan. Laba yang dinilai lebih pada gilirannya akan menyebabkan kenaikan dalam proporsi pajak, permintaan deviden lebih banyak dari pemegang saham, permintaan gaji dan upah yang lebih tinggi dari pada pekerja dan tindakan yang merugikan dari Negara tuan rumah (pengenaan pajak lebih besar).

Dengan demikian, inflasi sangat berpengaruh sekali terhadap laporan keuangan perusahaan. Dan pemilik perusahaan harus mempunyai strategi untuk menekan keuangannya pada saat inflasi hadir. 

Bagaimana pendapat kalian mengenai inflasi yang mempengaruhi laporan keuangan perusahaan?

* Konten ini adalah kiriman dari user, isi konten sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis/kreator/user. Ingin membuat konten di Watyutink? Klik di sini!

SHARE ON
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Budi Arie Setiadi

Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Indonesia

Edgar Ekaputra

Pakar Industri Keuangan dan Ekonomi, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI

Lia KIan, Dr.

Staf Khusus Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila