Anatomi 18 Wali Kota Solo
berita
Pikiran Bebas
Ilustrasi kan watyutink.com 19 February 2020 20:15
Penulis

Penulis buku Wawancara Imajiner dengan Bung Karno, 1977

Menelusuri apa dan siapa Wali Kota Solo sejak dibentuknya Kotapraja Solo, kita akan menemukan 17 tokoh  yang bervariasi bobotnya. 

1. Sindurejo (19/5/1946 - 15/7/1946)

2. Mr. Iskaq Tjokroadisuryo ( 15/7/1946 - 14/11/1946)

3. Syamsurizal (1/11/1946 - 13/1/1949)

4. Sujatmo Sumowerdoyo ( 14/11/1948 – 13/1/1945)

5. Suharjo Suryopranoto (6/1949 - 1/5/1950)

6. K.Ng Subekti Pusponoto (1 /5/1950 - 1/8/1951)

7. M. SalehWerdisastro (1/8/1951 - 17/2/1958)

8. Oetomo Ramelan (17/2/1958 – 23/10/1965)

9. Th. J Sumantha (23/10/1965 - 11/1/1968)

10. R Kusnandar  (1968 - 1975)

11. Sumari Wongsoprawiro (1975 – 1980)

12. Ign Sukatmo Prawirohadisubroto (1980 – 1985)

13. HR Hartomo (1985-1995)

14. Imam Sutopo (1995-2000)

15. Slamet Suryanto (2000-2005)

16. Ir Joko Widodo (28/7/2005 - 28/7/2010 - 1/10/2012)

17. FX Hadi Rudyatmo (1/10/2012-28/7/2020)

Mr. Iskaq akan menjadi Mendagri Kabinet Sukiman (27 April 1951 – 3 Aprl 1952) dan Menteri Perekonomian Kabinet Ali Sastroamijoyo I (30 Juli 1953-12/8/1955),yang menjalankan kebijakan proteksi importir Ali Baba, di mana pengusaha asli memperoleh lisensi tapi dipakai oleh pengusaha Tionghoa yang waktu itu disebut “tidak asli”. Padahal dalam kabinet yang sama duduk Dr Ong Eng Die sebagai Menteri Keuangan. Wali kota ke-3 , Syamsurizal dari Masyumi akan pindah jadi wali kota ke-3 Jakarta, karena Suwiryo naik jadi  Waperdam.

Sesuai dengan arus kiri periode pasca pemilu 1955 dan pemilu DPRD 1957 ketika PKI meninggalkan partai lain di semua dapil di Jawa dan daerah, maka jabatan wali kota ke-8 Surakarta dipegang oleh tokoh PKI, Oetomo Ramelan. Salah satu saudaranya ialah Utami yang menjadi istri KSAU pertama, Marsekal Suryadarma. Pasca G30 S, Wali Kota Solo ke-8, Oetomo Ramelan akan mengalami nasib tergusur setelah berkuasa 7 tahun, sejak 17 Februari 1958 hingga 23 Oktober 1965. Di periode itulah lahir Wali Kota Solo ke-16, yang akan menjadi Gubernur DKI dan Presiden RI ke-7,  Ir Joko Widodo.

Jika dalam Pilwalkot Solo, putra sulung Presiden Jokowi jadi terjun dan terpilih, maka ini merupakan preseden luar biasa,  Wali Kota Solo ke-18 adalah putra wali kota Solo ke-16, hanya diselingi oleh wali kota ke-17 FX Hadi Ruyatmo.  Kinerja ini mirip Presiden AS ke- 43, George W Bush, menggantikan ayahnya George H W Bush  presiden AS ke- 41, diselingi oleh Presiden AS ke-42, Bill Clinton. 

Presiden AS ke-6, John Quincy Adams menggantikan Presiden AS ke-2, John Adam (1 term, 1797-1801), harus menunggu tiga presiden, yaitu Thomas Jefferson, James Madison dan James Monroe (semua 2 term), sehingga John Quincy Adams harus menanti sampai 1825 baru bisa menjadi Presiden AS ke-6 (hanya 1 term). Dari Presiden AS ke-26, Theodore Rossevelt (1902-1908), perlu lima presiden sebelum kerabat Roosevelnt lain, FDR menjadi Presiden AS ke-32 (1933-1943), yang terpilih empat kali dan wafat dalam posisi petahana, 12 April 1943.

Di luar dugaan orang, keluarga Kennedy, Rockefeller dan Clinton gagal menjadi dinasti presiden, malah diselip oleh Barack Obama, sebagai Presiden AS ke-44, dan sekarang Trump sedang menuju 2 term.  

Indonesia baru punya 7 presiden dan 10 wapres, meski sempat punya 745 menteri kabinet dan ratusan gubernur serta ribuan bupati wali kota dan legislator di MPRS, DPR, DPD, DPRD I-II. Wali kota Solo unik karena ternyata beberapa tokohnya memang berkaliber tokoh nasional, sejak wali kota ke-2, Menteri Iskaq dan wali kota ke-3, Syamzurizal naik jadi Wali Kota Jakarta, dan Wali Kota Solo ke-16, Ir Joko Widodo naik menjadi Gubernur DKI, kemudian langsung ke Presiden RI ke-7.

Maka perjuangan Gibran ini mempunyai dimensi historis, sosiologis, politik dan moral etis, sampai di manakah konsolidasi dan kematangan demokrasi Indonesia akan menghargai meritokrasi sebagai kriteria utama di balik pertimbangan politik dinasti. Bila menang akan dianggap normal, karena kerabat presiden. Bila kalah akan “memalukan” atau tetap mencerahkan, bahwa kerabat presiden juga bisa kalah pilwalkot, membuktikan demokrasi yang berfungsi bukan dinasti.

* Kolom ini ditulis setelah mendengar pengumuman PDIP tentang 50 calon, tapi belum mengumumkan siapa calon Wali  Kota Medan dan Solo, yang diusung oleh PDIP.

* Konten ini adalah kiriman dari user, isi konten sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis/kreator/user. Ingin membuat konten di Watyutink? Klik di sini!

SHARE ON
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF