Wakaf Produktif, Potensi yang Luar Biasa Besar
berita
InfoTink
Sumber Foto : watyutink.com 27 September 2019 13:47
Penulis
Watyutink.com - Redaksi Watyutink.com sempat mengikuti konferensi pers mantan Menteri Mendikbud M.Nuh yang sekarang menjadi ketua pelaksana Badan Wakaf Indonesia (BWI), di sela-sela acara sosialisasi “Wakaf Produktif” (BWI) di Kampus IPB Bogor pada Kamis (26/9). Berikut rangkuman hasil konferensi pers tersebut:

“Saat ini Badan Wakaf Indonesia (BWI) tengah aktif melakukan sosialisasi di kampus-kampus di Jawa dalam rangka memasyarakatkan Wakaf Produktif di kalangan mahasiswa.

Hal yang menjadi pertanyaan besar adalah, apakah betul Wakaf bisa meningkatkan taraf hidup masyarakat? Maka Berdasarkan sejarah wakaf di dunia, diketahui bahwa wakaf mempunyai potensi yang luar bisa dahsyat apabila dikelola dengan benar dan menjadi produktif. Sehingga mempunyai dampak positif bagi peningkatan ekonomi masyarakat.

Terkait itu, sosialisasi yang dilakukan di kampus-kampus saat ini adalah dalam rangka peningkatan literasi dengan sasaran utama generasi milenial. Sasaran milenial dipilih karena diharapkan ke depan gen milenial ini akan menjadi kelas menengah baru yang mengerti tentang manfaat wakaf produktif.

Dengan peningkatan literasi dan kesadaran baru bagi generasi milenial di kampus, wakaf diharapkan akan menjadi new life style di kalangan generasi muda terdidik, dan akan membangun mindset baru yang diikuti oleh teman-temannya sesama mahasiswa.

Dari apa yang diupayakan tentang sosialisasi wakaf produktif di Perguruan Tinggi, kesadaran untuk berwakaf sudah muncul sedikit demi sedikit. Dalam satu sosialisasi di kampus ITS Surabaya misalnya, kami langsung menyelenggarakan kuliah umum tentang manfaat wakaf produktif yang sudah masuk ke dunia digital. Mahasiswa yang hadir dalam sosialisasi tersebut diserukan untuk langsung ber wakaf dengan mengirimkan direct ke rekening wakaf produktif ITS. Alhamdulillah seketika langsung terkirim melalui HP mahasiswa yang hadir, dana yang cukup lumayan dari wakaf mahasiswa ke rekening wakaf produktif ITS.

Ke depan, kurikulum wakaf juga sedang dirintis untuk bisa hadir sebagai kurikulum Perguruan Tinggi dan sekolah menengah. Sehingga diharapkan lebih mendorong kesadaran wakaf di kalangan pelajar dan mahasiswa untuk menjadi sosiopreneur dunia perwakafan di Kampus.

Begitu pula di masyarakat, selama ini pemahaman yang berkembang untuk wakaf adalah wakaf hanya untuk aset tak bergerak. Di dunia sedekah dan zakat yang dikenal selama ini juga hanya Zakat, Infaq dan Shadaqah (ZIS). Padahal, wakaf bisa menggunakan harta apa saja yang mempunyai value. Seorang seniman musik tanah air saat ini bahkan sudah mewakafkan semua royalti hak cipta karya-karya musiknya dalam wakaf produktif. Masyarakat yang hendak berwakaf juga dapat membeli Sukuk Wakaf sebagai salah satu alternatif wakaf produktif.

Untuk mempermudah masyarakat yang hendak berwakaf, wakaf produktif sudah menggunakan teknologi digital melalui internet banking langsung ke bank-bank wakaf di Indonesia, dengan nilai wakaf yang disesuaikan dengan kemampuan masyarakat dan bisa setiap saat mengirimkan dana wakaf produktif ke rekening wakaf secara online". (pso)                                                                                                                   

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Tauhid Ahmad

Executive Director INDEF

Agus Herta Sumarto

Peneliti INDEF

Deniey Adi Purwanto

Peneliti INDEF