SERUAN KEMAJUAN INDONESIA
berita
InfoTink
16 April 2019 19:00
Penulis
Fokus Wacana UI 
(Alumni Pascasarjana UI)

Pemilu Serentak tahun 2019 adalah kali pertama dalam sejarah demokrasi dan ketatanegaraan Indonesia.

Penyelenggara Pemilu Serentak harus memastikan bahwa HAK SUARA Warga Negara Indonesia yang merupakan Hak Konstitusional  tidak pernah boleh diciderai,  dimanipulasi, apalagi dihilangkan sekalipun oleh prosedur administratif.

Penyelenggara Pemilu harus mampu mengatasi setiap gangguan, baik yang berupa insinuasi, intimidasi, sabotase, maupun pendelegitimasian proses dan hasil pemilu oleh pihak manapun.

Penyelenggara wajib bersikap tegas menindak setiap gangguan dengan memberdayakan Sentra GAKKUMDU Polri. Bahkan apabila gangguan tersebut sudah ber-eskalasi mengganggu keamanan, mengancam kerukunan, dan keutuhan bangsa, Penyelenggara Pemilu dan Polri perlu segera meminta peran aktif TNI. 

Pemilih diserukan untuk hadir di TPS guna memenuhi Hak Politiknya secara langsung, umum, bebas, dan rahasia dalam suasana damai dan gembira. 

Dengan pemenuhan seruan ini, berarti KITA telah mampu menyuguhkan pesta demokrasi terbesar di dunia. Pesta pemilu serentak yang dapat menjadi contoh, serta rujukan yang baik tentang proses berdemokrasi bagi berbagai bangsa di dunia.

Hal itu didasari oleh kaidah, bahwa Pelayanan terbaik bagi Pemilih merupakan tugas Pemerintahan yang efektif.

Demikianlah garis perjuangan segenap alumni UI yang terhimpun dalam FOKUS WACANA UI.

FOKUS WACANA UI optimis bahwa para pemangku kepentingan pemilu serentak, yakni: Pemilih, Yang Dipilih, dan Penyelenggara Pemilihan akan mengkhidmati Seruan Kemajuan Indonesia ini. Sehingga capaian kemajuan yang telah dicapai sebelumnya akan semakin diperkuat oleh hasil Pemilu Serentak 2019. Dengan demikian, KITA semakin  dekat kepada cita-cita kemerdekaan Indonesia yang sempurna.

Pasar Minggu, 16 April 2019.

Para Penyeru:
Dhia Prekasha Yoedha
Bob Randilawe
Agust Shalahuddin
Satrio Arismunandar 
Budi Arie Setiadi
Hamdi Moeloek
Andi Wijayanto
Hadidjoyo Nitimihardjo
Fajari Iriani Sophiaan
Firdaus Baderi
Edy Kuscahyanto
Hanibal Hamidi
Nanny Zainuddin
Silmiyati Zurlen
Hadiah Herawati
Indra Iskandar
Antonius D.R. Manurung
Victor M. Sophiaan
Sayed Tengku Junadi Rizaldy
Asvi Warman Adam
Rahmat Bahari
Bahrul Alam B.
Sri Wrinarti
M. Fadjroel Rachman
Zastrouw Al-Ngatawi
Siti Nur Aulia Djatnika
Arif Ilyas Noer
Tika Bisono
Bagus Satriyanto
Agnes Poerbasari
Connie Rahakundini Bakrie
Soekotjo Soeparto
Wawan Fachruddin
Johannes A.A. Rumeser
Juri Ardiantoro
Yosephine Sri Sutanti
E. Sulistyaning Tyas
Jibenk Wijayanti 
Handoko F. Zainsam
Bayu Winarno
Etty Setiastuty
Hamdion Nizar
Frederikus Fios
Indra C. Situmeang
Evita Ayunita
Masmimar Mangiang
Sigid Edi Sutomo
*

Kontak Person:
DP YOEDHA 
08161999232 
0818240755
BOB RANDILAWE 
081510666338
085289312432

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia

Mohammad Faisal

Direktur Centre of Reform on Economic (CORE) Indonesia

FOLLOW US

Stabilitas Sangat Berdampak Pada Ekonomi             Tarik Investasi Tak Cukup Benahi Regulasi             Tidak Bijak Membandingkan Negara Lain             Semangat Reformasi Perpajakan             People Power and Power of Love             Polisi Tak Boleh Berpolitik             Laksanakan Reformasi Perpajakan Secara Konsekuen             Tunjukkan Sikap Politik yang Matang             Menagih Janji Deregulasi dan Perbaikan Infrastruktur Investasi             Perlu Inventarisasi Perundangan dan Peraturan