Launching dan diskusi buku berjudul 'Partai Advokasi: Menghapus Dominasi Uang dalam Politik'
berita
InfoTink
30 September 2019 10:00
Penulis
Bertempat di Ruang Baleg DPR RI, pada hari Senin (30 September 2019), dilangsungkan launching dan diskusi buku berjudul Partai Advokasi: Menghapus Dominasi Uang dalam Politik, karya politisi senior PAN, Totok Daryanto. Acara ini terlaksana atas kerja sama antara penulis buku, Totok Daryanto, dengan LP3ES.

Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional, seperti Zulkifli Hasan (Ketua MPR RI), Bambang Soesatyo (Ketua DPR RI)), Supratman Andi Agtas (Ketua Baleg DPR RI), Didik J. Rachbini (ekonom dan Ketua Dewan Pengurus LP3ES), Mohammad Nasih (politisi PAN), dan lain-lain. Ulasan singkat tentang isi dan substansi buku disampaikan oleh Malik Ruslan (peneliti dan Redaktur Penerbit LP3ES).  

Buku tersebut merupakan ekstraksi perenungan (kontemplasi) yang digali dari pengalaman panjang Totok Daryanto (profil singkat terlampir) sebagai wakil rakyat, yang kemudian dikonstruksi menjadi sebuah buku yang menarik dan penting dibaca. 

Di dalam bukunya itu, Totok Daryanto menekankan bahwa fenomena politik berbiaya tinggi atau high cost politics seharusnya menjadi perhatian serius segenap elemen bangsa, terutama cendekiawan dan elite politik. Namun dalam kenyataannya, kajian terkait politik biaya tinggi pada umumnya tidak tuntas, kecuali sekadar menghasilkan kesimpulan dan rekomendasi bahwa persoalan tersebut mengancam eksistensi demokrasi. Dan sangat sedikit yang berlanjut pada rumusan program aksi sebagai solusi, kata politisi senior PAN ini.

Setidaknya ada tiga hal yang menarik dicermati dari buku. Pertama, gagasan partai advokasi berisi tuntunan bagaimana seharusnya parpol menjalankan fungsi-fungsi politiknya secara masif dan berkualitas, yang bobot pengaruhnya terhadap dukungan rakyat melebihi pengaruh kekuatan uang. Dengan kata lain, partai advokasi merupakan gerakan pemberdayaan bagi parpol itu sendiri. Kedua, gagasan partai advokasi dalam operasionalisasinya merupakan gerakan politik yang bertumpu pada gerakan moral dan gerakan perubahan. Ketiga, penulis buku ini meyakini bahwa pendekatan “kekuatan uang”dapat dipatahkan dengan “pendekatan politik”.

Dapat dikatakan bahwa buku Partai Advokasi: Menghapus Dominasi Uang dalam Politik ini hadir pada momentum yang sangat tepat, tatkala jagat politik Tanah Air tengah dijejali perilaku politik yang salah dan menyimpang dari norma-norma yang seharusnya. Menurut Totok, politik adalah kemuliaan. Karena itu, ia harus segera dikembalikan ke fungsi utamanya, yakni alat untuk menyusun kekuasaan yang mengabdi bagi kepentingan rakyat. Dalam rangka itulah parpol harus mengubah dirinya menjadi partai advokasi.

Profil singkat Totok Daryanto:

Totok Daryanto adalah politisi senior yang dalam 20 tahun terakhir menjadi wakil rakyat (5 tahun di DPRD Provinsi dan 15 tahun di DPR RI). Ia mengawali karir sebagai editor buku dan jurnalis, dua profesi yang digelutinya selama satu dasawarsa. Tokoh aktivis mahasiswa di Yogyakarta di era gerakan 1977/1978 itu menjabat sebagai Wakil Ketua Umum DPP PAN (2014-2019). Sepanjang karirnya di DPR sejak tahun 2004, dia selalu mendapat tugas dalam Panja dan Pansus yang menyusun dan membahas RUU Pemilu yang menjadi dasar pelaksanaan Pemilu 2009, Pemilu 2014, dan Pemilu 2019.

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Yahya Agung Kuntadi, Ir., M.M.

Kepala Kantor UGM Kampus Jakarta, Institute of Research and Community LPPM UGM

Defiyan Cori, Dr.

Ekonom Konstitusi

Fithra Faisal Hastiadi, Dr., S.E., MSE., M.A

Direktur Eksekutif Next Policy, Dosen FEB UI

FOLLOW US

Figur Menjadi Penting untuk Melaksanakan Dua Peran BUMN             Restrukturisasi, Reorganisasi untuk Efisiensi dan Efektivitas BUMN             Kembalikan Proses Pemilihan Pejabat BUMN kepada Spirit Reformasi             Tidak Pada Tempatnya Meragukan Data BPS             Harus Disadari, Ada Akar Masalah yang Tidak Diselesaikan             Sektor Konsumsi Harus Tetap Didorong             Data Angka Konsumsi dan Investasi Masih Menunjukkan Peningkatan             Rakyat Harus Diuntungkan dalam Jangka Pendek             Jangan Kejar Target Pembangunan Fisik Saja             Kemampuan Investasi dalam Menyerap Tenaga Kerja Semakin Rendah