Ini Makna Hari Pelanggan Nasional Bagi Bank Bjb
berita
InfoTink
24 September 2018 05:42
Penulis
Hari Pelanggan Nasional (Harpelnas) yang diperingati setiap tanggal 4 September tidak lahir dari ruang kosong. Makna dari Harpelnas tidak berhenti sekadar agenda seremonial yang digelar rutin setiap tahun. Harpelnas adalah pengingat agar pelaku bisnis dapat selalu memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan. 

Dalam memaknai Harpelnas, bank bjb memberikan pelayanan khusus kepada nasabah setia. Aktivitas dan transaksi perbankan nasabah langsung dilayani oleh Direktur Utama bank bjb Ahmad Irfan. Bertempat di Kantor Cabang Utama Bandung, Ahmad Irfan melayani Sekretaris Daerah Jawa Barat Iwa Karniwa selaku nasabah pada Selasa (4/9/2018). 

Bukan hanya Iwa Karniwa, Ahmad Irfan dan jajaran direksi juga melayani nasabah lainnya. Upaya tersebut dilakukan sebagai bentuk rasa terima kasih terhadap kesetiaan nasabah. Tidak dapat dipungkiri, predikat bank bjb sebagai perbankan dengan kinerja terbaik dan aset terbesar ke 14 di Indonesia di dapat berkat kepercayaan nasabah.

"Sebagai mitra strategis, kami berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Indonesia. Bagi kami nasabah adalah salah satu keluarga bank bjb. Berkat dukungan dan kepercayaan nasabah maka bank bjb mampu menjadi salah satu bank nasional terbesar di Indonesia," ujar Ahmad Irfan. 

Di waktu yang sama, bank bjb juga menggelar kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis kepada nasabah. Kegiatan tersebut digelar serentak di seluruh jaringan kantor wilayah yakni di Cabang Utama Bandung (Kanwil I), Cabang Cibinong (Kanwil II), Cabang Sumber (Kanwil III), Cabang Khusus Banten (Kanwil IV) dan Cabang Surabaya (Kanwil V).

"Karena pada dasarnya kami hidup dari nasabah. Melalui momen Harpelnas, kami ungkapkan rasa cinta kasih kepada nasabah dan mitra usaha bank bjb. Kami senantiasa akan terus meningkatkan pelayanan menjadi lebih baik lagi dengan memahami apa yang menjadi kebutuhan setiap nasabah," ujar Direktur Konsumer dan Ritel bank bjb, Suartini.

Serangkaian upaya tersebut merupakan komitmen bank bjb dalam memberikan pelayanan terbaik melalui tiga perilaku utama yakni ramah, tulus dan kekeluargaan. Ketiga perilaku utama yang diimplementasikan sesuai konsep bisnis bank bjb yakni mengedepankan pendekatan human to human. Konsep human to human merupakan pendekatan yang dilakukan secara persuasif dengan menyasar sisi humanis dan emosional nasabah.

Dalam perjalanannya, penerapan konsep human to human tetap menjunjung tinggi integritas dan objektivitas yang bertanggung jawab. "Kami mencanangkan konsep human to human secara persuasif kepada nasabah. Harus dekat dengan nasabah tapi tetap menjaga integritas sebagai bankir yang profesional. Intinya capai target dengan enjoy, untung, aman dan selamat," ujar Ahmad Irfan.

Konsep human to human tidak hanya diterapkan dalam strategi komunikasi tapi juga direalisasikan dalam bentuk program kerja serta layanan produk. Salah satunya dilakukan dengan melakukan inovasi dari sisi pengembangan teknologi informasi melalui layanan bjb Digi. Selain itu bank bjb juga telah hadir di 14 provinsi di Indonesia dengan total jaringan kantor sebanyak 2.425

Adapun ide awal dari Harpelnas dicetuskan pada tahun 2003 lalu. Melalui Harpelnas, diharapkan dapat mendorong pelaku usaha untuk meningkatkan kualitas produk dan layanan. Secara perlahan hal tersebut dapat meningkatkan daya saing guna mewujudkan senyum pelanggan.

SHARE ON
OPINI PENALAR

PILIHAN REDAKSI

close

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF

Gigin Praginanto

Pengamat Kebijakan Publik, Wartawan Senior

Nyoman Sudarsa

Ketua DPW KOMBATAN Provinsi Bali

Christianto Wibisono

Analis Bisnis/ Pendiri Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI)

FOLLOW US

Kartu Nikah Tidak Diperlukan             Penggunaan Pembayaran Online Harus Memiliki Regulasi             Reformasi Struktural: Darimana Kita Memulai?             Kemenag Perlu Jelaskan Manfaat Kartu Nikah             Focus ke Penetrasi Ekspor Produk Bernilai Tambah Tinggi             Gerindra dan PDIP Diuntungkan pada Pemilu 2019             Darurat, pembenahan Sektor Manufaktur dan Kapasitas SDM (Bagian-1)              Darurat, pembenahan Sektor Manufaktur dan Kapasitas SDM (Bagian-2)             Masih Ada Waktu untuk Perbaharui Komitmen             Penguatan Upaya Pemberantasan Korupsi