Hasil Kajian INDEF tentang Efektivitas PSBB terhadap mobilitas Masyarakat dan Angka Kasus Covid-19
berita
InfoTink
28 May 2020 15:05
Penulis
Sebuah hasil kajian INDEF yang dilakukan oleh para peneliti muda INDEF Media Wahyudi Askar, Fikar dan Isna tentang efektivitas PSBB dan dampaknya terhadap mobilitas masyarakat serta angka kasus COVID-19 di rilis kepada Pers pada 23 Mei 2020 yang lalu. 

Kajian tersebut juga menghitung dampak dari berbagai skenario PSBB (diperketat atau dilonggarkan terhadap penyebaran virus selama 1 bulan ke depan)

Secara ringkas, temuan utama policy brief ini adalah: 

a. Beberapa intervensi pemerintah cukup efektif memaksa masyarakat agar tetap berada di rumah.  Namun, kebijakan Pelonggaran Transportasi pada tanggal 7 Mei menghasilkan efek sebaliknya. Pelonggaran transportasi turut berdampak signifikan pada pertumbuhan angka kasus COVID-19.

b. Efektivitas PSBB terhadap pembatasan pergerakan masyarakat sangat berbeda antara satu provinsi dengan provinsi lainnya. Hal ini turut mempengaruhi tren penyebaran virus di wilayah tersebut.

c. Berbagai aspek seperti proporsi pekerja di sektor informal, akses terhadap sanitasi layak, serta provinsi di pulau Jawa/non-Jawa, turut mempengaruhi pola pergerakan masyarakat. Sementara faktor lainnya seperti angka kemiskinan, tingkat pendidikan dan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Jokowi-Ma’ruf tidak mempengaruhi pola pergerakan masyarakat. 

d. Anggapan bahwa PSBB tidak mengurangi jumlah kasus COVID-19 adalah tidak benar. Dengan skenario PSBB lebih diperketat, akan terjadi penurunan angka kasus positif COVID-19 dan berbagai Provinsi di Indonesia akan memiliki jumlah kasus kematian secara signifikan dalam kurun waktu satu bulan kedepan. Sedangkan sebaliknya, pelonggaran PSBB akan menyebabkan peningkatan jumlah kematian hingga 61 persen dalam 1 bulan ke depan.

e. Mengingat masih tingginya angka penyebaran kasus, policy brief ini menunjukkan bahwa kontrol terhadap pergerakan masyarakat masih sangat diperlukan. Jika efektif, akan terjadi penurunan angka kasus yang sangat signifikan selama satu bulan ke depan, sehingga kemudian masyarakat bisa kembali beraktifitas seperti biasa.

SHARE ON
OPINI PENALAR

PILIHAN REDAKSI

close

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF

Abdillah Ahsan, Dr., S.E, M.S.E.

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas indonesia, Peneliti Lembaga Demografi FEB UI