G2RT, Jalan Baru Pemberdayaan Ekonomi Desa
berita
InfoTink
Sumber Foto : PSO 05 March 2020 16:15
Penulis
Konsep Global Gotong Royong Tetrapreneur (G2RT) bermula dari pemikiran untuk lebih mengoptimalkan pemanfaatan dana desa yang selama ini lebih fokus pada pembangunan infrastruktur desa, menjadi lebih diarahkan dalam menyerap aspirasi desa untuk menciptakan ekonomi perdesaan yang mandiri dan berwibawa. Demikian penjelasan Rika Fatimah P.L.,S.T.,M.Sc.,Ph.D, yang juga dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM Yogyakarta di sela pelatihan dan workshop bagi tujuh BUMDes se Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), bertempat di Carrefour Transmart Ambarrukmo Plaza Yogyakarta pada Minggu (01/03/2020).

Ditambahkan Rika Fatimah, pemanfaatan dana desa harus juga melihat bahwa persoalan setiap desa pada dasarnya berbeda-beda. Oleh karena itu konsep G2RT disusun tidak hanya bagi alokasi dana desa, tetapi juga ingin meningkatkan potensi desa dan human capital yang dapat secara mandiri memajukan kesejahteraan bersama.

G2RT juga diperkenalkan sebagai model baru kewirausahaan masyarakat desa yang berbasiskan kearifan lokal, yakni budaya gotong royong yang menjadi inspirasi gerakan G2RT.

Konsep G2RT disusun oleh Rika Fatimah P.L.,S.T.,M.Sc.,Ph.D bekerjasama dengan Bappeda DIY berlandaskan pada 4 pilar kewirausahaan desa yang disebut dengan 4 Tetra. Tetra 1 adalah “Creating closed loop for village chain benefit” atau penciptaan rantai. Tahapan ini dengan pembentukan unit G2R Tetrapreneur dan penentuan produk unggulan. Setelah itu dilakukan penyempurnaan unit G2RT dan pre launch produk G2RT.

Profit penjualan dengan sistem bagi hasil kepada warga yang terlibat langsung, yakni UMKM Desa, Unit G2RT, BUMDes dan Mitra G2RT atau para pemasar masyarakat luar desa.

Tetra 2 “Inventing non competition based market”, atau proses inovasi desa binaan G2RT, yakni pembentukan Mitra G2RT dan penentuan kelayakan produk unggulan, yang dilanjutkan dengan penyediaan bengkel pasar dan kesepakatan kerjasama pasar.

Tetra 3 “Best practice to business process and ready to enter competition-based market” atau Produk Desa Goes Global”. Tahapan ini dilakukan dengan pembentukan jaringan G2RT dan penentuan distribusi produk unggulan. Juga, penyediaan bengkel kualitas dan kesepakatan kerjasama kualitas.

Tetra 4 adalah “All stakeholders for innovative and nurturing policy to sustain the entrepreneur’s leap for global branding”. Pembentukan komitmen merek dan penentuan kebijakan fasilitas, serta gerakan produk unggulan G2R Tetrapreneur nasional hinggal global.

Hal di atas berdasarkan pengalaman bahwa kewirausahaan desa/UMKM biasanya tidak tumbuh dalam waktu lama atau tidak sustain. Oleh sebab itu diperlukan gerakan terpadu oleh stakeholder desa hingga tingkat nasional dalam rangka menciptakan kewirausahaan desa/UMKM yang sustain.

Gerakan G2RT pada 2018 hanya diikuti 2 desa di DIY. Sampai 2019 telah berhasil memunculkan 7 desa/BUMDes pilot proyek, dan pada 2020 ini menargetkan 20 desa/BUMDes binaan berikutnya.

Menurut Rika Fatimah--yang pernah mempresentasikan konsep G2RT di Korea Selatan dan menjadi Associate Professor di Malaysia--empat pilar kewirausahaan desa atau G2RT telah berhasil melakukan berbagai pencapaian diantaranya menemukan desa pelopor, mendapatkan legitimasi dari Gubernur DIY, ekspose dan peluncuran produk dan beberapa produk BUMDes lulus kurasi di Bandara YIA, serta menjadi program utama yang didanai oleh Dana Istimewa (DANAIS).

Ditambahkan, gerakan G2RT juga telah menelurkan rumusan baru tentang model nasional pembangunan ekonomi perbatasan pada lebih 100 desa perbatasan. Program yang didukung oleh Kementerian Desa tersebut berlokasi pada G2RT rumput laut Nunukan, G2RT The Amazing Border of Nunukan, dan Kelembagaan G2RT Nunukan (Kagama.co,31/07/2019).

Program G2RT juga telah melakukan MoU antara G2RT Desa Wukirsari dan Desa Girirejo DIY beserta 29 mitra kerjasama. Carrefour-Transmart adalah salah satu mitra G2RT yang hadir. Diharapkan, unit-unit G2RT yang bermitra dengan perusahaan atau instansi yang “branded” akan lebih dihargai oleh pasar. 

Pada Juli 2019, G2RT dengan pendampingan dari tim UGM juga telah membentuk sistem e-G2R Tetrapreneur, yaitu gerakan menuju 1000 subscriber dan follower. Hal tersebut merupakan output dari pilar Tetra 2, bahwa G2RT bukan hanya gerakan sosial budaya, tetapi juga gerakan media.

Ke depan, diharapkan model gerakan pemberdayaan ekonomi perdesaan Global Gotong Royong Tetrapreneur (G2RT), ketahanan ekonomi warga perdesaan dapat lebih ditingkatkan, terutama dalam pemberdayaan UMKM dan BUMDes yang menjadi pilar ekonomi kerakyatan di Indonesia. (pso)    

SHARE ON
OPINI PENALAR

PILIHAN REDAKSI

close

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF

Abdillah Ahsan, Dr., S.E, M.S.E.

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas indonesia, Peneliti Lembaga Demografi FEB UI