Situasi Politik Memanas, Investasi Mandek
berita
Ekonomika
Sumber Foto : nasional.tempo.co 22 May 2019 17:00
Penulis
Watyutink.com - Aksi demonstrasi yang menolak hasil Pemilu Presiden 2019 terus berlanjut dan berujung kerusuhan di sejumlah tempat di Jakarta. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran atas stabilitas negara ke depan yang dapat membuat investor berpikir ulang untuk menanamkan dananya.

Menanggapi aksi demontrasi tersebut Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak mendatar dengan kecenderungan menurun. Ini semua disebabkan oleh meningkatnya tensi politik di Tanah Air, menyusul kerusuhan di  Petamburan dan Tanah Abang.  Pasar juga menanti  perkembangan dari Mahkamah Konstitusi  dalam menerima pengaduan mengenai potensi kecurangan Pilpres 2019.

Ketegangan meningkat usai Komisi Pemilihan Umum menyampaikan pengumuman hasil Pilpres 2019. Pasangan Joko Widodo – KH Ma'ruf Amin menang dengan perolehan suara 55,5% dan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dengan perolehan 45,5%.  

Prabowo menyatakan hasil rekapitulasi KPU diumumkan Selasa dini hari (21/5), secara senyap di saat orang masih tidur atau belum bangun.

Dia menyatakan tidak menerima hasil penghitungan suara yang dilakukan oleh KPU sepanjang  penghitungan itu berasal pada kecurangan. Hal itu sesuai dengan apa yang disampaikan pada pemaparan kecurangan pemilu 2019 di Hotel Sahid Jaya pada 14 Mei 2019. Sikap Prabowo direspon dengan menggelar demontrasi oleh para pendudungnya. Apakah tindakan ini akan menimbulkan instabilitas?  

Prabowo mengatakan akan menyampaikan gugatan penolakan hasil Pilpres 2019 ke Mahkamah Konstitusi.  Pengajuan dilakukan pada 23-25 Mei, sidang pemeriksaan dijadwalkan pada 17-21 Juni, dan  sidang putusan pada 28 Juni 2019.

Situasi politik yang memanas diperkirakan  akan mempengaruhi sikap investor. Apakah mereka akan tetap berinvestasi atau menunda keputusannya menanamkan modalnya? Investor mana saja yang akan terpengaruh oleh kondisi saat ini? Adakah berita positif yang dapat membangun kepercayaan investor?

Banyak pihak percaya Indonesia adalah negara demokrasi yang matang. Semua pihak diharapkan bisa mencari jalan keluar yang terbaik untuk menjaga kestabilan  dan keamanan negara. Namun bagaimana hal itu bisa dicapai?

Investasi apa saja yang akan terganggu dengan memanasnya situasi politik? Bagaimana mengukur sikap investor yang sebenarnya terhadap situasi terkini? Apa saja yang akan menjadi bahan pertimbangan investor sebelum memutuskan untuk menanamkan modalnya?

Apa pendapat Anda? Watyutink?

SHARE ON
OPINI PENALAR
Direktur Institute for Development of Economics & Finance (INDEF)

Kebebasan berserikat dan menyampaikan pendapat sepanjang disampaikan dalam koridor  yang benar, sesuai dengan aturan kenapa harus dibatasi, ditakut-takuti, diancam sehingga menimbulkan hal-hal yang kontraproduktif,

Imbauan tidak bisa dilakukan satu pihak dengan menyerukan untuk tidak melakukan perbuatan yang inkonstitusional tetapi juga tidak memberikan ruang kepada pihak yang ingin menyampaikan pendapat secara konstitusional.

Konflik ini merupakan persoalan antarelit. Masyarakat di tingkat akar rumput  sudah dewasa dalam berdemokrasi. Namun tidak bisa juga membuat tafsir sepihak dengan menyatakan orang yang tidak setuju dengan hasil pemilu dianggap inkonstitusional.  

Stabilitas sangat berdampak terhadap ekonomi, terutama investasi di sektor riil, penanaman modal asing langsung (FDI), dan investasi domestik dalam bentuk pembangunan pabrik-pabrik. Berbeda dengan respon investor di pasar keuangan dan pasar modal. Mereka gampang saja memutuskan sesaat untuk masuk atau keluar dari pasar dan berspekulasi dengan kondisi terkini untuk mengambil keuntungan tanpa memikirkan kepentingan jangka panjang.

Berbeda dengan investor yang menanamkan modalnya secara langsung di sektor riil, akan berpikir jangka panjang, tidak berdasarkan pertimbangan kondisi politik sesaat. Dengan melihat ketidakpuasan masyarakat terhadap hasil rekapitulasi  penghitungan suara Pemilu 2019, para investor akan mengkalkulasi apakah akan menimbulkan instabilitas dalam jangka panjang atau terjadi persoalan kebangsaan di tengah jalan.

KPU sudah mengumumkan hasil rekapitulasi penghitungan suara tetapi jika penanaman modal tidak juga masuk maka berarti tingkat kepercayaan mereka turun.  Kepercayaan tidak bisa dibangun dengan tindakan refresif terhadap pendemo untuk diam sesaat. Jika konflik politik tidak diselesaikan secara menyeluruh dapat menjadi bom waktu yang siap meledak kapan saja.

Cara aparat menangani pendemo akan menjadi  catatan bagi investor sektor riil apakah penyelesaiannya tuntas atau tidak, karena akan berisiko pada stabilitas perekonomian. Berbeda dengan investor portofolio yang tidak menjadikan situasi politik terkini sebagai dasar pertimbangan.

Untuk menciptakan kepercayaan kepada investor, pelaku usaha,  dan dunia internasional, jangan menyisakan persoalan, segala sesuatunya harus diselesaikan secara tuntas, secara baik-baik, dan menyeluruh.

Tingkat kepercayaan dapat dilihat pada sikap investor sektor riil, bukan pada investor di pasar keuangan  yang bebas keluar masuk pasar setiap saat. (sar)

SHARE ON
Linkedin
Google+
Pinterest
Direktur Centre of Reform on Economic (CORE) Indonesia

Kerusuhan yang terjadi pasca pengumuman hasil rekapitulasi penghitungan nasional Pilpres 2019 pada 21 Mei jika berlarut-larut akan mempengaruhi iklim investasi. Tetapi jika bisa segera diatasi akan meredam ketidakpastian.

Cara meredam kerusuhan yang dilakukan oleh aparat keamanan juga menjadi penting, tidak hanya asal meredam. Meredamnya juga jangan hanya dengan angkatan bersenjata atau kepolisian, tetapi mengatasi masalah yang sesungguhnya ke jalur hukum.

Apakah pemerintah dapat menjalankan fungsinya dengan baik dan benar, tidak sekadar menghindari konflik dengan cara kekerasan, tetapi dengan prosedur dan cara yang benar, termasuk penggunaan jalur hukum. Apakah hasilnya nanti akan menang atau kalah itu urusan nanti, yang jelas caranya harus benar.

Pada saat pengumuman KPU dunia usaha sudah lebih yakin akan kepastian politik, tetapi belum 100 persen karena prosesnya masih berjalan sampai ke Mahkamah Konstitusi nanti. Bahkan kalau sudah final pun, pengusaha masih menunggu follow up dari pemerintah sampai kepada pembentukan kabinet ekonomi pada Oktober 2019. Para pengusaha terus memantau kondisi ini. (sar)

SHARE ON
Linkedin
Google+
Pinterest

PILIHAN REDAKSI

close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia

Mohammad Faisal

Direktur Centre of Reform on Economic (CORE) Indonesia

Yahya Agung Kuntadi, Ir., M.M.

Kepala Kantor UGM Kampus Jakarta, Institute of Research and Community LPPM UGM

FOLLOW US

Insentif Pajak, Daya Tarik Sistem Pajak yang Paling Rasional             Menengok dan Menyiapkan SDM di Era Revolusi Industri 4.0             Polri Telah Berupaya Transparan Ungkap Rusuh 21-22 Mei             Possible and Impossible Tetap Ada             Ungkap Rusuh 21-22 Mei Secara Terang dan Adil             Banyak Masalah yang Harus Diselesaikan             Pilihan Cerdas Jadi Oposisi             Tergilas oleh Budaya Global             Penghambaan terhadap Simbol Dunia Barat             Tak Cukup Imbauan