Waspadalah! Makan dan Minum Sambil Berdiri Picu Kerusakan Ginjal Hingga Paru-paru
berita
Sumber Foto : tribunnews.com
27 September 2019 09:30
Watyutink.com – Nabi Muhammad SAW mengajarkan umatnya untuk tidak makan dan minum sambil berdiri. Bukan tanpa alasan Rasulullah mengajarkan hal ini. Selain tidak sopan, kebiasaan makan dan minum sambil berdiri ternyata berbahaya untuk kesehatan.

Tahukah Anda gangguan kesehatan yang muncul akibat kebiasaaan makan dan minum sambil berdiri?

Merusak dinding perut

Ketika makan dan minum sambil berdiri membuat kerongkongan menjadi sempit dan berkerut. Hal ini membuat makanan sulit dicerna. Selain itu air yang mengalir dengan kekuatan besar melalui saluran makanan akan jatuh ke dinding perut bagian bawah. Lama-kelamaan hal ini dapat merusak dinding perut.

Radang sendi

Baca Juga

Minum sambil berdiri menyebabkan penumpukan cairan di sendi. Hal ini otomatis dapat meningkatkan resiko radang sendi.

Merusak Gunjal

Minum sambil berdiri membuat ginjal tidak menyaring air yang masuk dalam tubuh dengan benar. Akibatnya kotoran cenderung tertahan di dalam kandung kemih. Otomatis hal ini meningkatkan risiko gangguan saluran kemih, serta dalam kasus yang lebih serius dapat menyebabkan kerusakan ginjal permanen.

Merusak paru-paru

Makan dan minum sambil berdiri dapat menekan dengan tekanan tinggi ke saluran batang tenggorokan dan pipa makanan. Hal ini nantinya akan mempengaruhi kinerja paru-paru. Dalam jangka panjang dapat merusak paru-paru secara permanen.

Jadi biasakanlah makan dan minum sambil duduk!

(GD)

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Fithra Faisal Hastiadi, Dr., S.E., MSE., M.A

Direktur Eksekutif Next Policy, Dosen FEB UI

Yahya Agung Kuntadi, Ir., M.M.

Kepala Kantor UGM Kampus Jakarta, Institute of Research and Community LPPM UGM

Eko Listiyanto

Peneliti INDEF (Institute for Development of Economics and Finance)

FOLLOW US

Tidak Pada Tempatnya Meragukan Data BPS             Harus Disadari, Ada Akar Masalah yang Tidak Diselesaikan             Sektor Konsumsi Harus Tetap Didorong             Data Angka Konsumsi dan Investasi Masih Menunjukkan Peningkatan             Rakyat Harus Diuntungkan dalam Jangka Pendek             Jangan Kejar Target Pembangunan Fisik Saja             Kemampuan Investasi dalam Menyerap Tenaga Kerja Semakin Rendah             Sektor UKM Masih Bisa Diandalkan             Masih Harus Banyak Dilakukan Pembenahan             Tantangan Besar Meningkatkan Tenaga Kerja Menjadi SDM Berkualitas