Waspadai Bahaya Suhu AC Terlalu Dingin, Sebabkan Sakit Kepala, Rematik, Tortikolis dan Bell’s Palsy
berita

19 July 2021 15:15
Watyutink.com - Penggunaan air conditioner atau AC di rumah saat ini sudah sangat lazim terutama di kota-kota berhawa panas, seperi Jakarta, Surabaya, dan kota besar lainnya di Indonesia. Tidak hanya di rumah, perkantoran pun menggunakan AC berbagai jenis guna menciptakan suasana ruang kerja yang nyaman. Pasalnya kenyamanan ruang kerja diyakini dapat meningkatkan produkrivitas karyawan.

Di rumah, ruangan yang nyaman dengan suhu sejuk akan membuat penghuninya betah. Susana berkumpul dengan keluarga bisa menjadi lebih menarik jika suhu ruangan tidak gerah apalagi panas. Itulah sebabnya AC saat ini sudah menjadi salah satu kebutuhan wajib rumah tangga.

Namun sayangnya banyak yang salah kaprah dengan penggunaan AC. Umumnya orang akan menyetel atau mengatur AC dengan suhu terendah atau paling dingin. Padahal cara semacam itu tidak baik bagi kesehatan. Ada berbagai gangguan kesehatan yang bisa muncul akibat suhu ruangan terlalu dingin.

Tahukah Anda, apa saja efek buruk penggunaan AC yang terlalu dingin?

Dilansir dari laman halodoc.com, penggunaan AC dengan suhu terendah bisa berdampak buruk bagi kesehatan. Terlebih jika seseorang terlalu lama berada di ruangan tersebut. Beberapa gangguan kesehatan bisa muncul akibat suhu AC terlalu dingin, salah satunya adalah Sakit Kepala. Kondisi ini terjadi lantaran udara di ruangan ber-AC terus-terusan dipompa.

Udara yang terlalu dingin bisa memicu tubuh memproduksi lendir iritasi membran yang memicu sakit kepala dan sesak nafas. Akibat lainnya adalah suhu yang terlalu dingin justru menyebabkan orang lebih cepat lelah. Penyakit tersebut akan lebih mudah terjadi pada orang berusia di atas 50 tahun dan yang memiliki sistem kekebalan tubuh rendah.

Suhu AC yang terlalu dingin juga kerap memicu kontraksi otot, dan sakit punggung. Dalam jangka lama kondisi ini bisa menyebabkan rematik bahkan arthritis atau radang sendi. Jika terjadi pada orang berusia lanjut atau lansia bisa berakibat keausan dan infeksi sendi.

Selanjutnya, AC yang terlalu dingin cenderung menyebabkan Kulit Kering. Paparan udara dingin dari AC akan menyebabkan kulit kehilangan kelembapan. Kulit yang kering biaa memicu kulit mengalami lipatan dan kerutan. Itulah sebabnya saat berada di ruangan ber-AC dalam waktu lama sebaiknya gunakan pelembap kulit.

Penyakit berikutnya akibat AC yang terlalu dingin adalah Legionnaires. Penyakit yang cukup langka ini tergolong dalam infeksi paru atau pneumonia yang disebabkan oleh kuman Legionella. Kuman penyebab penyakit ini bisa bersarang di filter atau bagian AC. Itulah sebabnya menjaga kebersihan AC sangat penting dilakukan.

Penyakit yang juga bisa  menyerang adaah
Tortikolis. Penyakit ini adalah kondisi yang menyerang otot leher manusia. Gangguan ini menyebabkan posisi kepala pengidapnya menjadi miring. Pengidap tortikolis akan terlihat kepala bagian atas miring. Dalam beberapa kondisi, tortikolis menimbulkan nyeri dan membuat pengidapnya kesulitan dalam melakukan aktivitas sehari-hari. 

Terlalu lama berada di ruangan ber-AC terlalu dingin juga berisiko terserang Bell’s palsy, yakni kelumpuhan pada otot wajah yang menyebabkan salah satu sisi wajah tampak melorot. Kondisi ini dapat muncul secara tiba-tiba, namun biasanya tidak bersifat permanen.

Udara dingin berlebihan dari AC bisa menyebabkan gangguan saraf dan otot di wajah yang memicu Bell's palsy. Itulah sebabnya saat menggunakan AC hindari terkena hembusan angin secara langsung.

Jadi berapa suhu AC yang direkomendasikan?

Sales Director LG Electronics, Budi Setiawan menyarankan AC tidak distel atau diatur pada posisi terendah. Budi menyebut suhu 24 atau 25 derajat selsius sudah cukup membuat ruangan terasa nyaman. Bahkan beberapa orang menganggap suhu 26 derajat selsiun sudah cukup sejuk.

Budi menambahkan mengatur AC terlalu dingin bukan hanya berbahaya bagi kesehatan tapi juga bagi isi dompet. Budi menyebut AC adalah salah satu piranti rumah tangga yang paling banyak mengonsumsi listrik.

Mengatur AC terlalu dingin dipastikan bakal menyedot daya listrik yang lebih besar. Itulah sebabnya Budi menyarankan gunakan AC sesuai kebutuhan dan tidak berlebihan.

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF