Waspada, Penyakit Mengintai Saat Musim Kemarau
berita
Istimewa
09 July 2019 14:30
Watyutink.com - Musim kemarau identik dengan udara yang panas, kekeringan, serta krisis air bersih. Apabila kondisi ini berkepanjangan, berdampak pada munculnya berbagai macam penyakit. Daya tahan tubuh yang makin melemah membuat seseorang sangat  mudah terserang penyakit.

Tahukah Anda, penyakit apa saja yang sering menyerang saat musim kemarau?

Penyakit yang paling sering menyerang saat musim kemarau adalah diare. Krisis air bersih  memaksa masyarakat membatasi penggunaan air bersih bahkan memanfaatkan air yang tidak layak pakai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Hal ini membuat makanan dan minuman mudah tercermar oleh kuman. Apabila mengalami diare, segera konsumsi cairan yang mengandung elektrolit seperti oralit, dan apabila kondisi dehidrasi cukup parah segera periksa kedokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Diare apabila dibiarkan menyebabkan gangguan fungsi ginjal, hingga kematian. 

Penyakit lainnya yaitu ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Atas). Kondisi udara yang panas, kering, dan berdebu membuat orang lebih cenderung mengkonsumsi air dingin atau es dibandingkan air putih biasa. Hal ini mampu meningkatkan resiko iritasi saluran pernapasan dan apabila tidak ditangani dapat berlanjut menjadi Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA). Banyak minum air putih dan tidak mengkonsumsi air dingin atau es merupakan salah satu solusi untuk menghindari infeksi saluran pernafasan. 

Demam tifoid atau tifus juga sering menyerang saat musim kemarau. Penyakit ini dikarenakan mengkonsumsi makanan yang telah tercemar bakteri Salmonella. Kurangnya sumber air bersih mengakibatkan lingkungan relatif lebih kotor, dan kondisi seperti ini berpotensi untuk meningkatkan berkembang biaknya bakteri Salmonella. Apabila badan mengalami demam, sakit kepala, nyeri sendi, sakit perut, dan penurunan nafsu makan segera periksakan diri kedokter untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.  

Udara kering dan berdebu saat musim kemarau meningkatkan resiko penyakit mata. Gejala penyakit mata antara lain mata terasa perih, sensasi terbakar, gatal pada mata, mata memerah, mata belekan, sesnsitif terhadap cahaya, pandangan kabur, dan air mata keluar terus menerus.  Untuk mengantisipasi hal tersebut dapat dengan cara memakai kacamata saat keluar rumah, mengkompres mata, memakai obat tetes mata, atau salep khusus mata. Apabila keluhan tidak kunjung sembuh bisa jadi karena adanya infeksi kuman atau bakteri, segeralah periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.

Suhu panas saat musim kemarau berisiko menyebabkan heatstroke. Heatstroke merupakan kondisi darurat di mana tubuh mengalami peningkatan suhu tubuh hingga mencapai 40oC lebih akibat terlalu lama terkena paparan panas. Kondisi ini harus segera ditangani dengan cepat karena dapat merusak fungsi organ vital dalam tubuh seperti otak, jantung, ginjal dan dapat mengancam keselamatan.

Musim kemarau memang tidak bisa dihindari, tapi penyakit-penyakitnya bisa diantisipasi. Tetap jaga kebersihan dan terapkanlah gaya hidup sehat. (zaki)

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Yahya Agung Kuntadi, Ir., M.M.

Kepala Kantor UGM Kampus Jakarta, Institute of Research and Community LPPM UGM

Teguh Santoso, S.E., M.Sc.

Dosen Departemen Ilmu Ekonomi FEB Unpad, Peneliti Center for Economics and Development Studies

Salamudin Daeng

Anggota Institute Sukarno for Leadership Universitas Bung Karno (UBK)

FOLLOW US

Banyak Hal Harus Dibenahi dengan kebijakan Strategis dan Tepat             Pertumbuhan Konsumsi Berpotensi Tertahan             Amat Dibutuhkan, Kebijakan Pertanian yang Berpihak pada Petani!             Perekonomian Dunia Masih Dihantui Ketegangan dan Ketidakpastian             Revisi Aturan-aturan yang Tidak Pro Kepada Nelayan!             Kebijakan KKP yang Baru Harus Didukung             Figur Menjadi Penting untuk Melaksanakan Dua Peran BUMN             Restrukturisasi, Reorganisasi untuk Efisiensi dan Efektivitas BUMN             Kembalikan Proses Pemilihan Pejabat BUMN kepada Spirit Reformasi             Tidak Pada Tempatnya Meragukan Data BPS