Tujuh Kejadian Unik Jelang Proklamasi Kemerdekaan
berita
Istimewa
12 August 2019 16:15
Watyutink.com – Perayaan 17 Agustus sudah menjadi hal yang paling dinanti setiap tahunnya. Bagaimana tidak, kemerdekaan adalah anugerah yang harus disyukuri terutama generasi Y hingga Z yang sama sekali tidak pernah mengalami masa kolonialisasi. Suara rekaman Bung Karno sebagai presiden pertama Indonesia tentu sudah melekat dalam ingatan bangsa ini terutama pada penekanan pada narasi ‘dalam tempo yang sesingkat-singkatnya’.

Tahukah Anda, ternyata terdapat beberapa kejadian unik jelang proklamasi kemerdekaan Indonesia?

Bung Karno sedang sakit saat membacakan teks proklamasi. Penyakit malaria Bung Karno sedang kambuh sehingga tidak berpuasa, padahal itu sedang bulan puasa. Pukul 08.00  WIB, 17 Agustus 1945 diketahui bahwa Bung Karno masih tidur pulas di kamarnya karena penyakit malaria tertian tersebut. Sejam kemudian Hatta hadir dan tepat pukul 10.00 WIB keduanya hadir membacakan proklamasi kemerdekaan.

Perintah pertama Bung Karno sebagai presiden pertama Indonesia adalah ‘sate ayam 50 tusuk’. Entah jumlahnya benar atau tidak namun membelikan sate ini benar adanya sebagai perintah pertama. Sate tersebut dibeli dari seorang penjual sate bertelanjang dada dan tidak beralas kaki.

Bung Karno tidak mau membacakan proklamasi tanpa kehadiran Bung Hatta. Sudah menjadi rahasia umum bahwa Bung Karno dan Bung Hatta memiliki kedekatan yang sangat spesial, bahkan keduanya tampak saling melengkapi. Diceritakan bahwa pukul 07.00 WIB sebenarnya 100 orang sudah hadir dan siap di depan halaman rumah Bung Karno Jalan Pegangsaan Timur Nomor 56. Begitu Bung Hatta datang maka Bung Karno siap-siap dan membacakan di hadapan hadirin serta disiarkan ke seluruh penjuru negeri.

Awalnya naskah proklamasi akan ditandatangani oleh seluruh perumus naskah. Namun, atas usul Sukarni agar Soekarno dan Hatta serta atas nama bangsa Indonesia saja yang dibubuhkan di naskah tersebut. Usul tersebut kemudian diterima, meski awalnya Bung Karno keberatan.

Para perumus sahur dengan menu; roti, ikan sarden dan telur. Sehari sebelum proklamasi, 16 Agustus 1945, Soekarno, Hatta, Achmad Subardjo, dan anggota Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI), termasuk para pemuda hadir di rumah Laksamana Maeda, Jalan Imam Bonjol Nomor 1 (kini) untuk merumuskan naskah proklamasi. Karena sedang bulan puasa maka paginya mereka sarapan seadanya yaitu, roti, telur dan ikan sarden seperti yang dijelaskan oleh Bung Hatta.

Bendera Pusaka Sang Merah Putih adalah bendera resmi pertama bagi RI terbuat dari kain sprei tempat tidur dan warna merahnya dari kain penjual soto. Mengapa demikian? Sebab bendera yang sudah ada dijahit oleh Fatmawati dinilai terlalu kecil sehingga dibuat ulang. Meski tidak dijelaskan penjual soto apa dan siapa namun kita layak berterimakasih.

Tiang bendera saat proklamasi kemerdekaan terbuat dari bambu. Bambu sangat terkenal di negeri ini mulai dari bambu runcing sebagai alat perjuangan, tiang bendera bahkan tiang jemuran. Memang saat itu tentu tak sempat membuat tiang bendera yang mewah, namun takkan mengurangi sakralnya proklamasi tersebut.

Tentu tak layak momentum kemerdekaan kita jadikan sebagai bahan guyonan. Namun ada kalanya masyarakat juga harus mengetahui bahwa terdapat beberapa fakta unik dan menarik seputar proklamasi kemerdekaan. Agar kejadian bersejarah tersebut harus selalu kita kenang dan tanamkan dalam hati berapa juta jiwa yang berkorban demi kemerdekaan yang kita kecap sekarang. Jayalah Indonesiaku, jayalah negeri, sejahtera rakyatnya. (yed)

SHARE ON
OPINI PENALAR

PILIHAN REDAKSI

close

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF

Ahmad Heri Firdaus

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

YB. Suhartoko, Dr., SE., ME

Dosen Program Studi Ekonomi Pembangunan, Keuangan dan Perbankan Unika Atma Jaya Jakarta

Mohammad Faisal

Direktur Centre of Reform on Economic (CORE) Indonesia

FOLLOW US

Investor Tak Terpengaruh Prediksi Ekonomi RI             Moody’s Tak Tahu Jeroan Indonesia             Ada  Gap, Ada Ketimpangan             Prioritas Utama Tingkatkan Pertumbuhan             Dana Desa Berhadapan dengan Kejahatan Sistemik             Pembangunan Desa Tidak Bisa Berdiri Sendiri             Harus Disadari, Korupsi akan Mengikuti Kemana Uang Mengalir             Banyak Hal Harus Dibenahi dengan kebijakan Strategis dan Tepat             Pertumbuhan Konsumsi Berpotensi Tertahan             Amat Dibutuhkan, Kebijakan Pertanian yang Berpihak pada Petani!