Tote Bag, Tas Belanja alternatif Pengganti Kantong Plastik, Benarkah Ramah Lingkungan?
berita
Tote Bag
19 June 2020 09:00
Watyutink.com – Mulai 1 Juli 2020 Swalayan, Pasar hingga Pusat Perbelanjaan dilarang sediakan kantong plastik.   Larangan penggunaan kantong plastik, yang tidak ramah lingkungan ini, dinyatakan dalam Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta No. 142 Tahun 2019.

Karena itu masyarakat diminta membawa tas belanja sendiri, yang salah satu alternatifnya menggunakan Tote bag. Tote bag memiliki kemampuan bisa dipakai berulang-ulang, sehingga diharapkan dapat mengurangi sampah plastik. Namun ternyata tote bag tidak sepenuhnya ramah lingkungan.

Tahukah Anda sisi buruk dari tote bag?

Kantong plastik memang menjadi ancaman bagi lingkungan, tetapi penggunaan tas berbahan katun, polyester, atau polipropilena yang bisa dipakai berulang kali juga memiliki sisi buruk. Menurut laporan program lingkungan PBB, tas yang dipakai berulang kali membutuhkan proses daur ulang yang lebih mahal untuk memisahkan materialnya yang berbeda-beda. Konsekuensinya tas jenis ini tidak didaur ulang.

Menurut laporan yang diterbitkan oleh Kementrian Lingkungan Hidup dan Makanan Denmark, kantong plastik lebih baik bagi lingkungan dari pada tote bag yang berbahan katun. Tote bag harus dipakai kembali ribuan kali sebelum dibuang, karena penguraiannya lebih lama dibandingkan kantong plastik. Selain itu sumber daya yang digunakan dalam pembuatannya pun lebih besar dibandingkan kantong plastik.

Tote bag dari kanvas dan katun kurang ramah lingkungan dibandingkan kantong plastik karena terbuat dari kapas, yang otomatis lebih banyak menggunakan energi dan air dalam proses pembuatannya. Jejak karbon tas katun adalah 598,6 pon CO2, sedangkan kantong plastik standart berbahan polietilen densitas tinggi adalah 3,48 pon CO2.

Untuk mengurangi sisi buruk dari tote bag, dapat dilakukan dengan cara memakainya ratusan kali. Tote bag berbahan katun dipakai hingga 327 kali untuk mencapai rasio penggunaan karbon. Sebagai perbandingan tas kertas dipakai tujuh kali dan kantong plastik dipakai dua kali. Selain itu mencuci tote bag agar bisa dipakai berkali-kali dan terhindar dari bakteri. Jangan langsung membuang tote bag jika memilikinya dalam jumlah banyak, serta pastikan tote bag yang akan dibuang benar-benar sudah tidak dapat dipakai lagi.

(Zc)

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Budi Arie Setiadi

Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Indonesia

Edgar Ekaputra

Pakar Industri Keuangan dan Ekonomi, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI

Lia KIan, Dr.

Staf Khusus Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila