Tips Cara Mengurangi Dampak Terkena Gas Air Mata
berita
Sumber Foto : law-justice.co
28 September 2019 15:00
Watyutink.com – Untuk meredam, menghalau atau membubarkan aksi massa, aparat keamanan biasanya menggunakan gas air mata. Hal ini bisa kita saksikan ketika terjadi demo mahasiswa di depan gedung DPR/MPR akhir-akhir ini. Seseorang yang terkena reaksi gas air mata akan merasakan sensasi terbakar pada anggota tubuh. Oleh sebab itu, begitu gas air mata ditembakkan, para pengunjuk rasa atau demonstran biasanya langsung berlarian dan menghindari gas air mata tersebut.

Tahukah Anda apa itu gas air mata, dan bagaimana cara melindungi serta mengurangi dampak terkena gas air mata?

Gas air mata atau disebut juga lacrimator, adalah salah satu dari gas kimia yang mengiritasi mata dan/atau sistem pernapasan, menyebabkan sensasi menyengat dan masalah lainnya. Pengaruh gas air mata biasanya akan terasa 30 detik setelah terkena gas. Gas ini dapat menimbulkan peradangan pada selaput lendir mata, hidung mulut dan paru-paru. Orang yang terkena akan merasakan sensasi panas terbakar di mata, mengeluarkan air mata berlebih, penglihatan kabur, kesulitan bernapas dan nyeri di dada.

Selain itu akan menyebabkan produksi air liur berlebih, iritasi kulit, bersin, batuk, hidung berair, merasa tercekik dan kebingungan serta disorientasi yang dapat memicu kepanikan dan kemarahan intens. Jika terkontaminasi secara berat bahkan dapat menyebabkan muntah dan diare.

Akan tetapi secara umum gas air mata tidak mematikan walau ada juga yang beracun.

Gas air mata yang saat ini umum digunakan oleh aparat keamaanan atau pun perorangan, yaitu: Chlorobenzylidenemalononitrile (CS), chloroacetophenone (CN) dibenzoxazepine (CR) dan semprotan merica. Yang paling sering digunakan adalah CS karena dianggap paling aman. Sedangkan CR paling jarang digunakan karena lebih beracun. Gas air mata biasanya disimpan dalam bentuk kaleng aerosol atau granat.

Lantas apa yang harus dilakukan untuk menghindari pengaruh buruk gas air mata?

Masker atau pun kacamata pelindung, seperti kaca mata renang dapat digunakan untuk mengurangi risiko pengaruh gas air mata. Jika Anda menggunakan lensa kontak, lepaskanlah lensa kontak Anda.

Tindakan pertama yang harus dilakukan ketika mendengar tembakan gas air mata adalah jangan panik dan mendongaklah ke atas. Menghindarlah dari jalur yang sama dengan tembakan gas air mata.

Nah, karena gas air mata ditembakkan dalam bentuk granat atau kaleng aerosol, maka ketika ditembakkan akan memuntahkan wadah logamnya. Jangan sentuh wadah tersebut karena panas. Jangan diambil jika melihat tabung gasnya tergeletak tidak meledak, karena bisa sewaktu-waktu meledak dan dapat menciderai Anda.

Ketika Anda terpapar gas air mata, untuk mengatasi masalah pernapasan carilah udara segar. Anda juga dapat mencoba menghirup udara di dalam baju, karena ada tersisa sedikit udara segar di balik baju, yang dapat mengurangi pengaruh gas air mata. Akan tetapi tindakan ini sia-sia jika baju yang digunakan telah sudah terkontaminasi sepenuhnya. Lepaskanlah baju tersebut, dan cucilah kulit yang terkena gas dengan sabun dan air.

Jika mata Anda terkena dari gas air mata ini cara terbaik meredakan rasa sakitnya adalah dengan segera membilas atau irigasi mata dengan air,  atau bisa juga menggunakan cairan fisiologis seperti NaCl.

Bilaslah mata atau organ yang terkena dengan air bersih yang mengalir, setidaknya selama 10 menit. Bila tidak ditangani dengan segera alias tidak dibilas, maka ada risiko gangguan mata lebih berat seperti infeksi kornea.

Jika cara tersebut masih menimbulkan rasa sakit, periksakanlah ke dokter spesialis mata untuk mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan lanjutan.

Hal yang harus dihindari adalah jangan menggosok mata atau wajah dengan tangan. Perlakuan ini justru akan mengaktifkan kristal gas air mata.

Tidak hanya mata, seluruh bagian tubuh yang terkena gas air mata juga harus segera dibersihkan dengan air yang mengalir. Setelah terkena gas air mata, pastikan untuk langsung membersihkan seluruh badan dengan air. Tapi, jangan berendam, karena berendam akan membuat Anda akan ikut berendam dengan bahan kimia dari gas air mata.

Banyak masyarakat yang beranggapan bahwa pasta gigi atau odol dapat diandalkan untuk menangkal rasa perih di mata dan kulit wajah ketika terkena gas air mata. Karena itu banyak yang mengoleskan odol di wajah atau di area bawah mata. Padahal cara ini tidaklah benar.

Dr, Wisnu Pramudito D Pusponegoro, Sp.B, dari Perhimpunan Dokter Emergency Indonesia, seperti dilansir di detik.com, mengungkapkan bahwa odol sama sekali tidak memiliki pengaruh yang nyata ketika mata terkena gas air mata. Mata akan terasa perih ketika gas dihirup. Justru odol yang terkena mata akan berbahaya, karena ada partikel yang bisa menyebabkan iritasi.

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Yahya Agung Kuntadi, Ir., M.M.

Kepala Kantor UGM Kampus Jakarta, Institute of Research and Community LPPM UGM

Defiyan Cori, Dr.

Ekonom Konstitusi

Fithra Faisal Hastiadi, Dr., S.E., MSE., M.A

Direktur Eksekutif Next Policy, Dosen FEB UI

FOLLOW US

Figur Menjadi Penting untuk Melaksanakan Dua Peran BUMN             Restrukturisasi, Reorganisasi untuk Efisiensi dan Efektivitas BUMN             Kembalikan Proses Pemilihan Pejabat BUMN kepada Spirit Reformasi             Tidak Pada Tempatnya Meragukan Data BPS             Harus Disadari, Ada Akar Masalah yang Tidak Diselesaikan             Sektor Konsumsi Harus Tetap Didorong             Data Angka Konsumsi dan Investasi Masih Menunjukkan Peningkatan             Rakyat Harus Diuntungkan dalam Jangka Pendek             Jangan Kejar Target Pembangunan Fisik Saja             Kemampuan Investasi dalam Menyerap Tenaga Kerja Semakin Rendah