Tidak Hanya Rokok, Hal-hal Berikut Juga Bisa Memicu Kanker Paru
berita
Sumber Foto : halodoc.com
20 June 2019 17:25
Watyutink.com – Baru-baru ini publik dikejutkan dengan pernyataan Sutopo Purwo Nugroho. Melalui akun twitternya @Sutopo_PN, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan akan menjalani perawatan di Guangzhou, China.

Masyarakat memang mengetahui bahwa pria yang selalu tampil saat terjadi bencana alam itu, saat ini tengah berjuang melawan penyakit kanker paru yang dideritanya. Namun publik tidak menyangka penyakit yang diderita Sutopo sudah separah itu.

Kabarnya, penyakit kanker paru yang diderita Sutopo sudah memasuki stadium IV. Bahkan penyakitnya sudah menyebar hingga menyerang tulang. Semoga Sutopo mendapat kesembuhan dan bisa kembali hadir membantu masyarakat yang terkena bencana alam.

Tahukah Anda, apa saja penyebab seseorang terserang kanker paru?

Kanker paru adalah kondisi saat sel-sel di dalam organ paru-paru tumbuh secara tidak tidak terkendali. Seperti halnya penyakit kanker yang menyerang organ lain, kanker paru adalah penyakit yang sangat berbahaya. Pasalnya organ paru-paru berfungsi menyebarkan oksigen ke dalam darah dan membuang kembali karbondioksida dalam dalam tubuh.

Merokok dipercaya sebagai penyebab utama penyakit ini. Sekitar 85 persen kasus kanker paru disebabkan oleh kebiasaan menghisab gulungan tembakau ini. Beraneka jenis racun yang terkandung dalam rokok diyakini sangat ampuh membuat paru-paru menjadi rusak. Itulah sebabnya salah satu cara menghindari terserang kanker paru adalah tidak merokok.

Ternyata kanker paru bukan hanya disebabkan kebiasaan merokok. Terdapat beberapa hal yang juga menjadi penyebab kanker paru selain rokok. Penyebab pertama adalah paparan benzopyrene, yakni zat sisa pembakaran. Zat berbahaya ini termasuk dalam daftar polutan yang sangat berbahaya

Celakanya benzopyrene yang bersifat karsinogenik banyak ditemui disekitar kita. Hampir semua polusi udara mengandung zar berbahaya ini. Asap yang dihasilkan dari kendaraan bermotor, cerobong pabrik dan pembakaran hutan mengandung benzopyrene.

Itulah sebabnya kasus kanker paru banyak didapati di lingkungan yang tingkat polusi udaranya tinggi. Menurut data WHO, Asia Tenggara menempati posisi kedua sebagai wilayah dengan tingkat polusi udara terparah di dunia. Sekitar satu dari 100 kematian karena kanker paru diakibatkan oleh tingkat polusi yang tinggi.

Penyebab kanker paru berikutnya adalah perokok pasif. Orang yang tidak merokok namun tinggal disekitar para perokok termasuk dalam kelompok resiko tinggi terkena kanker paru. Mereka yang kerap disebut perokok pasif ini berisiko 20 persen lebih tinggi terkena kanker paru dibanding mereka yang tidak tinggal dengan perokok. Itulah sebabnya jika Anda sayang terhadap keluarga, sebaiknya hentikan kebiasaan merokok. Setidaknya jangan merokok saat berada di rumah dan dekat dengan keluarga Anda.

Selain asap dan polusi, paparan zat kimia juga menjadi penyebab kanker paru. Beberapa zat kimia yang mengancam kesehatan organ paru-paru adalah radon, asbes, arsenik, senyawa nikel, produk batubara, limbah diesel serta eter chloromethyl. Semuanya adalah zat kimia bersifat karsinogenik yang berbahaya.

Kelompok yang paling berisiko terpapar zat kimia adalah para pekerja industri kimia. Selain itu penggunaan alat-alat rumah tangga yang dibuat dari bahan tidak aman juga memperbesar peluang terserang kanker paru.

Sebenarnya tubuh punya mekanisme untuk memperbaiki sel yang rusak akibat paparan zat kimia atau polusi. Namun, jika terus menerus terpapar zat berbahaya maka tubuh akan kalah. Terlebih jika tidak didukung oleh asupan gizi yang baik dan seimbang. Itulah sebabnya pola hidup dan pola makan sehat sangat penting untuk melindungi tubuh dari serangan kanker.

Riwayat kesehatan pun perlu diperhatikan. Pasalnya kanker paru kerap menyerang orang yang pernah menderita penyakit paru kronis, seperti tuberculosis (TBC), bronkitis kronis, dan Penyakit paru Obstruktif kronik (PPOK). Pasalnya penyakit paru kronis mampu menyebabkan peradangan dan jaringan parut dalam paru yang memicu kanker.

Riwayat keluarga pun perlu diperhatikan. Jika ada anggota keluarga yang pernah mengidap kanker paru maka peluang anggota keluarga lain menderita penyakit yang sama juga cukup besar. Itulah sebabnya jika ada riwayat kanker paru baik diri maupun keluarga maka sebaiknya hindari faktor risiko yang memungkinkan terserang kanker paru.

SHARE ON
OPINI PENALAR

PILIHAN REDAKSI

close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia

Mohammad Faisal

Direktur Centre of Reform on Economic (CORE) Indonesia

Christianto Wibisono

Analis Bisnis/ Pendiri Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI)

FOLLOW US

Polisi Tunduk Pada Hukum             Inovasi Kebijakan yang Tidak Menjual             Kebijakan Tergantung Tujuan Awalnya             Kebaya Tak Perlu Dipertanyakan             Penggalian Nilai Budaya Dibalik Kebaya             Berkebaya Adalah Kesadaran             Penangkapan Faisol Tidak Berdasar             Lembaga Negara Bukan Pemungut Upeti!             Cost Recovery Bukan dari APBN             Blok Masela, Akankah mengulang sejarah Freeport?