Ternyata Berpuasa Dapat Menyehatkan Sistem Saraf, Mencegah Stroke, Parkinson, dan Alzheimer
berita

27 May 2019 15:30
Watyutink.com – Beberapa orang dengan kondisi tertentu selama ini dianjurkan untuk tidak berpuasa. Pasalnya jika tetap berpuasa, kondisi kesehatan orang tersebut dikhawatirkan justru memburuk. Salah satu orang yang dianjurkan untuk tidak berpuasa adalah penderita stroke atau penyumbatan pembuluh darah di otak.

Namun jika berpijak pada anjuran agama bahwa berpuasa dapat menyehatkan, larangan tersebut rasanya patut dipertanyakan.

Tahukah Anda, ternyata berpuasa justru mempunyai efek positif bagi penderita stroke?

Dr Untung Gunarto SpS MM, ahli saraf dari RSUD Prof Dr Margono Soekarjo Purwokerto mengatakan berpuasa bisa menjadi pengendali faktor risiko stroke. Bagi orang yang pernah menderita stroke, berpuasa dapat menghindarkan terjadinya serangan stroke ulang.

Meskipun puasa dapat mencegah strok, namun bagi orang yang sedang menderita serangan stroke, dr Untung menganjurkan tidak berpuasa. Penderita stroke yang dianjurkan tidak berpuasa menurut dr Untung adalah mereka yang memiliki risiko dehidrasi. Selain itu juga penderita stroke dengan diaetes militus yang rentan terhadap penurunan kadar gula darah secara drastis.

Dr Untung menambahkan, pada dasarnya penyakit stroke akan mengikuti faktor risiko stroke itu sendiri. Faktor tersebut antara lain adalah hipertensi atau tekanan darah tinggi,  diabetes melitus, obesitas, penyakit jantung, dan kelainan bawaan pada pembuluh darah. Selain itu merokok dan kurang olah raga juga dapat meningkatkan risiko serangan stroke.

Semua fakto tersebut menurut dr Untung bisa dikendalikan dengan berpuasa. Itulah sebabnya berpuasa diyakini mempunyai dampak baik untuk mencegah stroke. Namun dr Untung mengingatkan pentingnya memperhatikan asupan makanan saat berpuasa bagi pemiliki riwayat serangan stroke. Asupan makanan harus menyesuaikan dengan faktor penderita stroke.

Dr Untuk mencontohkan, penderita hipertensi tetap harus menghindari konsumsi garam, penderita diabetes melitus harus memperhatikan konsumsi gula dan sebagainya. Dengan tetap memperhatikan asupan makanan, diharapkan penderita strok dapat menjalankan ibadah puasa dengan lancar.

Sementara itu  dr. Fajar Maskuri, Sp.S, dokter spesialis saraf Rumah Sakit Universitas Gadjah Mada (RS UGM) menyatakan berpuasa memberikan banyak manfaat bagi kesehatan, termasuk kesehatan otak dan saraf.

Orang yang berpuasa akan mengalami adaptasi metabolik di otak yang dapat memicu timbulnya biogenesis mitokondria, yaitu suatu proses pembentukan mitokondria baru. Mitokondria juga akan bertambah berat massanya sebagai kompensasi atas peningkatan kebutuhan metabolik. Hal ini akan menghasilkan peningkatan pembentukan energi di dalam sel.

Puasa juga dapat menurunkan frekuensi kejang pada penderita epilepsi. Selama ini diet lemak tinggi dan karbohidrat rendah kerap dilakukan oleh penderita epilepsi. Puasa akan membuat tubuh penderita epilepsi seolah sedang melakukan diet tersebut. Itulah sebabnya berpuasa diyakini mampu menurunkan risike serangan kejang pada penderita epilepsi.

Dr. Fajar menyebut sebuah penelitian membuktikan berpuasa dapat meningkatkan jumlah faktor neurotropik dalam otak. Selain itu berpuasa juga mampu mengurangi tremor dan mencegah penurunan senyawa dopamin dalam otak. Itulah berpusa juga bermanfaat bagi penderita parkinson. Pasalnya parkinson akan menyerang jika jumlah senyawa dopamin dalam otak terus menurun.

Penderita alzheimer juga banyak mendapat manfaat dari berpuasa. Menurut dr Fajar, berpuasa akan memperbaiki mitokondria yang rusak pada penderita alzheimer dengan lebih cepat sehingga metabolisme sel akan meningkat pula.

SHARE ON
OPINI PENALAR

PILIHAN REDAKSI

close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia

Mohammad Faisal

Direktur Centre of Reform on Economic (CORE) Indonesia

Christianto Wibisono

Analis Bisnis/ Pendiri Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI)

FOLLOW US

Polisi Tunduk Pada Hukum             Inovasi Kebijakan yang Tidak Menjual             Kebijakan Tergantung Tujuan Awalnya             Kebaya Tak Perlu Dipertanyakan             Penggalian Nilai Budaya Dibalik Kebaya             Berkebaya Adalah Kesadaran             Penangkapan Faisol Tidak Berdasar             Lembaga Negara Bukan Pemungut Upeti!             Cost Recovery Bukan dari APBN             Blok Masela, Akankah mengulang sejarah Freeport?