Tempe Bongkrek, Makanan Gurih Tapi Beracun dan Sebabkan Kematian
berita
Tempe Bongkrek
05 February 2020 16:45
Watyutink.com – Tempe adalah makanan yang sudah sangat populer. Bukan hannya di Indonesia, mancanegara pun mengenal tempe. Bukan hanya dikenal karena rasanya yang enak, tempe juga diakui sebagai makanan sehat. Beragam kandungan nutrisi dalam tempe sudah terbukti manfaatnya bagi kesehatan.

Bagi masyarakat Indonesia ada beragam jenis tempe. Hal ini didasarkan atas bahan baku dan cara penyajiannya. Ada tempe gembus, mendoan, menjes, lamtoro dan sebagainya. Namun dari sekian banyak jenis tempe, ada yang perlu diwaspadai. Pasalnya tempe jenis ini disebut-sebut mengandung racun, bahkan bisa berujung kematian. Tempe itu adalah bongkrek.

Tahukah Anda, apa itu tempe bongkrek dan mengapa bisa beracun?

Tempe bongkrek adalah makanan khas Banyumas, Jawa Tengah. Makanan ini dibuat dari ampas atau bungkil kelapa. Tidak seperti tempe pada umumnya yang berwarna kuning putih terang, tempe bongkrek berwarna hijau tua cenderung gelap.

Biasanya tempe bongkrek diolah dengan cara digoreng atau di tumis dengan campuran petai. Tempe bongkrek dikenal memunyai rasa enak dan gurih. Selain itu harga tempe bongkrek sangat murah. Hal inilah yang menyebabkan makanan ini banyak digemari.

Namun para ahli kesehatan mengingatkan perlunya kewaspadaan saat akan mengonsumsi tempe bongkrek. Pasalnya makanan ini sering menimbulkan keracunan. Terlebih jika tempe bongkrek terkontaminasi bakteri burkholderia galdioli. Selain itu tempe bongkrek juga mengandung bakteri pseudomonas cocovenenans yang diketahui menghasilkan racun asam bongkrek dan toxoflavin. Selain itu bakteri burkholderia galdioli juga menghilangkan jamur rhizopus yang sebenarnya justru menghasilkan antibiotik dari asam bongkrek.

Asam bongkrek yang terkumpul dalam tubuh bisa menyeabkan kematian mendadak. Terlebih racun tersebut tidak mudah didetoksifikasi atau dibuang dari tubuh. Selain itu asam bongkrek juga menyebabkan peningkatan kadar gula darah yang memicu mobilisasi glikogen dari hati dan otot. Jika dibiarkan kondisi ini bisa menyebabkan keracunan yang berakibat kematian.

Dari segi manfaat sebetulnya tempe bongkrek tidak mengandung banyak nutrisi. Dalam 100 gram tempe bongkrek terkandung 119 kalori, 4,4 gram protein 3,5 gram dan 18,3 gram karbohidrat. Sedangkan kadungan meneralnya adalah kalsium 27 milligram, fosfor 100 milligram, zat besi 2,6 milligram dan vitamin B1 sebanyak 0,08 miligram.. Disamping itu tempe bongkrek juga mengandung vitamin B1 0,08 milligram.

Tempe bongkrek sebenarnya sudah dilarang pemerintah sejak 1969. Namun masyarakat masih terus memproduksi dan menjual makanan tradisional ini. Akibatnya pada 1988 terjadi tragedi kematian yang menewaskan 37 orang warga Kecamatan Lumbir, Banyumas, Jawa Tengah. Sastrawan Ahmad Tohari juga menuliskan tragedi kematian akibat tempe bongrek dalam novelnya berjudul "Ronggeng Dukuh Paruk."

Tempe bongkrek yang terkontaminasi racun toxoflavin biasanya terlihat dari warnanya yang kekuning-kuningan. Meski demikian, tempe bongkrek yang berwarna normal tetap menyimpan potensi bahaya keracunan.

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Tauhid Ahmad

Executive Director INDEF

Agus Herta Sumarto

Peneliti INDEF

Deniey Adi Purwanto

Peneliti INDEF