Telinga Berdenging Pertanda Tubuh Sedang ‘Ada Masalah’
berita
Sumber Foto : tribunnews.com
30 October 2019 17:20
Watyutink.com – Selama ini banyak orang yang percaya telinga berdenging adalah pertanda sesuatu bakal terjadi, entah pertanda baik atau buruk. Ada pula yang bercaya telingan berdenging pertanda ada orang lain yang sedang membicarakan kita.

Padahal semua itu adalah mitos belaka. Telinga berdengin sebenarnya bisa jadi pertanda ada ‘yang tidak beres’ dengan telinga kita. Itulah sebabnya diperlukan penganganan yang tepat terhadap kondisi ini.

Tahukah Anda, apa penyebab telinga berdenging dan bagaimana mengatasinya?

Telinga berdenging dalam bahasa medis disebut tinnitus, yakni adanya suara-suara abnormal dari dalam telinga. Suara yang kerap terdengar adalah, berdenging, siulan atau menderu seperti suara mesin. Dalam banyak kasus, umumnya tinnitus bisa hilang dengan sendirinya. Namun adapula orang yang mengalaminya sampai pada tahap mengganggu tidur. Akibatnya penderita kerap mengalami depresi.

Tinnitus bisanya makin terdengar saat penderita berada di tempat yang sepi atau hening dan saat akan tidur. Selain itu penderita akan mengalami hyperacusis, yakni kondisi dimana telinga menjadi lebih sensitif terhadap suara, meskipun sebenarnya volumenya normal.

Tinnitus ada dua macam, subyektif fan obyektif. Tinnitus subyektif adalah suara yang terdengar hanya oleh penderita. Hal ini dipicu oleh masalah pada organ telinga, baik bagian luar, tengah, maupun dalam. Kondisi ini terjadi akibat saraf pada telinga dan otak yang sedang ‘menerjemahkan’ sinyal suara.

Sedangkan tinnitus obyektif adalah jika suara bisa juga didengar pihak lain, yakni dokter saat sedang melakukan pemeriksaan. Kondisi ini terjadi akibat adanya masalah pembuluh darah, tulang telinga dan kontraksi otot.

Para ahli menyebut, penyebab telinga berdenging ada dua, ringan dan serius. Penyebab ringan adalah ketika telingan mendengar suara yang sangat keras. Jika hal ini terjadi dalam waktu lama, tinnitus bisa menjadi kelainan permanen.  

Penyebab ringan lainnya adalah kekurangan zat besi, cemas, infeksi telinga dan penurunan fungsi pendengaran akibat pertambahan usia. Efek samping penggunaan obat, seperti aspirin, antibiotik, dan kina. Telinga kotor juga bisa menjadi pemicu tinnitus.

Sedangkan penyebab serius antara lain, adanya tumor di kepala atau leher. Hal ini menyebabkan pembuluh darah di kepala dan leher menjadi tertekan. Penyakit hipertensi atau darah tinggi juga bisa memicu telingan berdenging.

Penyebab serius lainnya adalah aterosklerosis atau penyempitan pembuluh darah di telingan akibat penumpukan kolesterol. Penyakit meniere atau tekanan pada struktur telingan bagian dalam juga bisa memicu tinnitus. Dalam kondisi yang lebih parah, meniere juga bisa menyebabkan vertigo hingga kehilangan pendengaran.

Jika menderita tinnitus, Anda bisa melakukan beberapa langkah untuk mengurangi suara berdenging. Langkah pertama adalah relaksasi dan berpikir positif. Hal ini untuk mengurangi cemas dan stres yang menjadi pemicu tinnitus. Anda juga bisa mengonsumsi obat antidepresan jika relaksasi gagal mengatasinya. Namun mengonsumsi obat antidepresan harus atas anjuran dokter.

Ada baiknya penderita tinnitus menghidari tempat atau ruang yang hening. Pasalnya dalam kondisi sepi dan hening suara dengingan cenderung semakin terdengar. Dengarkan suara yang menyenangkan tapi dengan volumen rendah. Hal ini dapat mengalihkan perhatian dan mempermudah tidur.

Penggunaan alat bantu dengar juga bisa menjadi alternatif penyembuhan. Alat bantu dengar akan membuat suara normal terdengar lebih jelas dan mengalahkan suara dengingan.

Namun jika semua cara tersebut belum bisa menghilangkan tinnitus, sebaiknya Anda segera memeriksakan diri ke dokter  telinga, hidung, dan tenggorokan (THT). Dokter akan melakukan pemeriksaan lebih mendalam menggunakan alat seperti otoskop, otoacoustic emissions (microphone yang dimasukkan ke dalam telinga) dan pure tone audiometry (menggunakan headphone). Hal ini agar penyebabnya bisa diketahui dan diobati secara benar.

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Andry Satrio Nugroho

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

Fithra Faisal Hastiadi, Dr., S.E., MSE., M.A

Direktur Eksekutif Next Policy, Dosen FEB UI

Yahya Agung Kuntadi, Ir., M.M.

Kepala Kantor UGM Kampus Jakarta, Institute of Research and Community LPPM UGM

FOLLOW US

Sektor Konsumsi Harus Tetap Didorong             Data Angka Konsumsi dan Investasi Masih Menunjukkan Peningkatan             Rakyat Harus Diuntungkan dalam Jangka Pendek             Jangan Kejar Target Pembangunan Fisik Saja             Kemampuan Investasi dalam Menyerap Tenaga Kerja Semakin Rendah             Sektor UKM Masih Bisa Diandalkan             Masih Harus Banyak Dilakukan Pembenahan             Tantangan Besar Meningkatkan Tenaga Kerja Menjadi SDM Berkualitas             Ironi yang Tak Pantas Dibiarkan Berulang             Pemerintah Harus Tunjukan Penggunaan Utang  Secara Produktif