Tank Harimau, Kendaraan Perang Buatan Anak Bangsa
berita
Sumber Foto : youtube.com (gie/watyutink.com)
13 November 2018 16:30
Salah satu kendaraan perang yang kerap muncul di kancah pertempuran adalah tank. Kendaraan lapis baja dengan mocong meriam besar ini sering menjadi andalan pasukan untuk mengalahkan musuh. Ketangguhan tank membuat beberapa negara berlomba-lomba membuat tank.

Tahukah Anda negara kita tercinta telah sanggup membuat sendiri kendaraan perang ini?

Selain panser Anoa yang sudah terkenal ketangguhannya, satu lagi karya anak bangsa dibidang alat utama sistem pertanahanan (alutsista).  Terinspirasi dari ketangguhan si raja hutan, PT Pindad telah meluncurkan Tank Harimau Close Combat 105 MM New Generation. Tank ini merupakan hasil kerjasama Indonesia dan Turki.

General Manajer Special Vehicle PT Pindad, Agus Edy Suprihanto mengatakan tank Harimau dibuat dengan design yang sangat cocok untuk Indonesia. Kontur tanah dan kondis medan di Indonesia sangat cocok sebagai wilayah operasi Tank Harimau. Agus menambahkan Tank Harimau ini memiliki hight mobility, sekaligus akurat saat penembakan. Sehingga dapat membidik sasaran dengan tepat sekaligus mampu bergerak dengan kecepatan tinggi.

Selain untuk melangkapi alutsista TNI, Tank Harimau juga akan dijual ke negara lain. Program Manager Tank Medium PT Pindad Windu Paramarta menjelaskan Tank Harimau akan dijual dengan harga tidak lebih dari 7 juta dolar AS atau setara Rp 101 miliar, dengan asumsi kurs rupiah, Rp 14.500/dolar AS.

SHARE ON
OPINI PENALAR

PILIHAN REDAKSI

close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia

Mohammad Faisal

Direktur Centre of Reform on Economic (CORE) Indonesia

Christianto Wibisono

Analis Bisnis/ Pendiri Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI)

FOLLOW US

Polisi Tunduk Pada Hukum             Inovasi Kebijakan yang Tidak Menjual             Kebijakan Tergantung Tujuan Awalnya             Kebaya Tak Perlu Dipertanyakan             Penggalian Nilai Budaya Dibalik Kebaya             Berkebaya Adalah Kesadaran             Penangkapan Faisol Tidak Berdasar             Lembaga Negara Bukan Pemungut Upeti!             Cost Recovery Bukan dari APBN             Blok Masela, Akankah mengulang sejarah Freeport?