Tak Hanya Sekedar Lalapan, Timun juga Bisa Cegah Kanker, Hipertensi, dan Kerapuhan Tulang
berita

22 October 2019 16:45
Watyutink.com – Salah satu buah yang banyak dimakan oleh orang Indonesia adalah timun. Sebagian orang menganggapnya sebagai sayuran, padahal timun sejatinya adalah buah dan kerap dijadikan lalapan, acar, atau salad. Ternyata timun tidak hanya enak dijadikan sebagai makanan pelangkap. Pasalnya buah ini dikenal banyak memiliki kandungan nutrisi yang bermanfaat bagi kesehatan manusia.

Tahukah Anda, apa saja manfaat timun bagi kesehatan?

Timun mempunyai nama latin curcumis sativus diketahui memiliki kandungan protein sebesar 0,65 persen, lemak 0,1 persen, dan karbohidrat 2,2 persen. Sedangkan kandungan mineral dan vitamin yang terkandung dalam timun adalah kalsium, magnesium, fosfor, zat besi, vitamin A, B1, C dan K.

Kandungan nutrisi tersebut menjadi timun dapat membantu meningkatkan kesehatan manusia. Salah satunya untuk mengobati cacingan pada anak-anak. Hal ini lantaran biji timun juga mengandung alkoloid jenis hipoxanti yang bermanfaat mencegah penyakit cacingan. Selain itu biji timun juga dapat meredakan radang tenggorokan. Caranya dengan mencampurkan biji timun dengan sedikit garam dalam segelas air. Gunakan air tersebut untuk berkumur selama beberapa kali dalam sehari.

Timun juga bisa digunakan untuk meredakan mata bengkak akibat terlalu lama bekerja di depan komputer. Mata bengkak juga sering disebabkan tidur terlalu malam. Caranya sangat sederhana, iris timun tipis-tipis dan letakkan di kedua mata sambil berbaring. Lakukan selama sekitar 15 menit.

Timun juga bermanfaat menjaga tubuh dari dehidrasi atau kekurangan cairan. Timun mengandung 95,2 persen atau sekitar 150 mililiter air. Jumlah ini sudah mencukup sekitar 26 persen kebutuhan air harian tubuh manusia. Untuk mendapatkan manfaatnya, bisa dilakukan dengan memotong-motong timun dan mencampurkan dalam air. Minumlah campuran yang dikenal dengan infused water ini secara rutin.

Timun juga dikenal mengandung silikon, fluorin, dan kalium, dan memiliki kadar kalori yang rendah. Hal ini menjadikan timun bermanfaat untuk menjaga kesehatan ginjal. Selain itu timun dapat merangsang ginjal dalam menjalankan fungsinya membuang sisa metabolisme dan lemak dalam tubuh.

Peras buah timun yang masih segar dan minum secara rutin setiap hari. Lakukan hingga perut terbiasa menerima asupan cairan timun.

Sedangkan kandungan vitamin K dalam timun diyakini dapat membantu melindungi kesehatan tulang. Satu cangkir mentimun mengandung 22 persen. Jumlah itu dapat mencukupi asupan harian vitamin K yang diperlukan tubuh.

Vitamin K dikenal sangat penting untuk kesehatan tulang. Selain itu vitamin K juga dapat meningkatkan penyerapa kalsium oleh tulang. Itulah sebabnya rutin mengonsumsi timun bisa mengurangi risiko terjadinya patah tulang.

Timun juga dapat menghambat pertumbuhan sel kanker. Hal ini lantaran timun memiliki kandungan lignan dan cucurbitacun yang mampu melindungi tubuh dari serangan kanker. Sebuah penelitian membuktikan kandungan flavonoid dalam timun mampu menghambat pertumbuhan sel kanker prostat.

Buah yang kerap dijadikan rujak ini juga dapat membantu menurunkan tekanan darah tinggi atau hipertensi. Hal ini lantaran timun mengandung kalium yang dapat mengatur kadar garam atau sodium. Penyakit hipertensi biasanya muncul akibat kadar garam yang terlalu tinggi dalam tubuh. Itulah sebabnya rutin mengonsumsi air campuran timun dapat menjaga kestabilan tekanan darah.

Timun juga bisa melindungi saluran pencernaan. Hal ini karena timun memiliki kandungan serat yang tidak larut. Kadungan serat dan air dalam timun dapat membantu tubuh mencerna makanan dengan lebih cepat. Itulah sebabnya timun juga membantu mencegah sembelit atau susah buang air besar.

Mengonsumsi timun juga baik bagi ibu hamil. Kandungan vitamin C, B1, B3, B2, zat besi, seng dan asam folat dalam mentimun dapat membantu perkembangan janin dalam kandungan. Selain itu, kandungan kolagen dalam timun dapat mengurangi selulit pada perut yang kerap terjadi pada ibu hamil.

Timun juga bisa membantu mengeluarkan racun dari dalam tubuh. Selain itu timun juga mampu menangkal radikal bebas yang menjadi pemicu beberapa penyakit seperti alzheimer, jantung, dan diabetes.

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Andry Satrio Nugroho

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

Fithra Faisal Hastiadi, Dr., S.E., MSE., M.A

Direktur Eksekutif Next Policy, Dosen FEB UI

Yahya Agung Kuntadi, Ir., M.M.

Kepala Kantor UGM Kampus Jakarta, Institute of Research and Community LPPM UGM

FOLLOW US

Sektor Konsumsi Harus Tetap Didorong             Data Angka Konsumsi dan Investasi Masih Menunjukkan Peningkatan             Rakyat Harus Diuntungkan dalam Jangka Pendek             Jangan Kejar Target Pembangunan Fisik Saja             Kemampuan Investasi dalam Menyerap Tenaga Kerja Semakin Rendah             Sektor UKM Masih Bisa Diandalkan             Masih Harus Banyak Dilakukan Pembenahan             Tantangan Besar Meningkatkan Tenaga Kerja Menjadi SDM Berkualitas             Ironi yang Tak Pantas Dibiarkan Berulang             Pemerintah Harus Tunjukan Penggunaan Utang  Secara Produktif