Tahan Nafas 10 Detik, Sehatkan Paru-paru, Cegah Stres, dan Harmoniskan Hubungan Suami Istri
berita

22 August 2021 13:00
Watyutink.com – Saat berada di pegunungan, pedesaan, rerimbunan hutan atau daerah berhawa sejuk lainnya, orang biasanya akan berusaha menarik nafas dalam-dalam. Selanjutnya mereka menahan nafas beberapa saat dan membiarkan udara sejuk masuk dan mengisi paru-paru. Kegiatan tersebut diakhiri dengan menghembuskan nafas baik melalui hidung atau mulut. 

Menarik nafas dalam dan menahannya beberapa saat terasa sangat nikmat. Terlebih udara sejuk pengunungan akan menjadikan tubuh, terutama organ pernafasan menjadi nyaman. Paru-paru terasa lebih segar dan bersih. 

Ternyata kebiasaan menarik nafas dalam dan menahannya sebentar tidak hanya bisa dilakukan di pegunungan atau pedesaan. Kegiatan itu juga baik dilakukan setiap hari di rumah. Pasalnya kebiasaan menarik nafas dalam ternyata bermanfaat bagi kesehatan.

Tahukah Anda, apa manfaat menarik nafas dalam bagi kesehatan?

Menarik nafas dalam selama ini memang dikenal sebagai salah satu teknik dalam olah raga pernafasan. Cara ini diyakini membawa pengaruh baik bagi tubuh. Pasalnya menarik nafas dalam selama beberapa detik akan membantu tubuh memperbanyak asupan oksigen.

Sebaliknya kekurangan oksigen bisa membawa pengaruh buruk bagi kesehatan. Ketika asupan oksigen dalam tubuh berkurang, otot-otot sekitar tulang rusuk akan kehilangan elastisitas dan menjadi lemah. Jika hal ini terjadi, aliran oksigen ke selruh tubuh melalui darah juga akan mengalami gangguan. Padahal lancar atau tidaknya aliran oksigen sangat berpengaruh bagi kesehatan tubuh.

Itulah sebabnya kita dianjurkan sering-sering melakukan teknik pernafasan atau menarik nafas dalam. Selain itu disarankan pula menahan nafas sejenak, setidaknya 10 hingga 30 detik. Setelah itu barulah dikeluarkan melalui mulut. Lakukan kebiasaan itu setidaknya selama 5 hingga 10 menit setiap hari. 

Kebiasaan menarik nafas dalam dan menahannya sejenak ternyata memiliki banyak manfaat. Salah satunya untuk meningkatkan fungsi organ paru-paru.

Menarik nafas pendek diketahui tidak mampu menyediakan oksigen yang cukup dalam darah. Akibatnya ketersediaan oksigen untuk jaringan dan organ tubuh menjadi kurang. Menarik nafas pendek dan dangkal juga menjadikan paru-paru tidak mengemang secara sempurna. Sehingga transfer oksigen ke dalam darah menjadi tidak maksimal.

Sebaliknya saat menarik nafas dalam atau pernapasan diafragma akan menyebabkan perut lebih luas. Pernapasan diafragma dapat menarik udara ke dalam lobus bawah paru-paru dan menyebabkan  transfer oksigen secara sempurna.

Menarik nafas dalam juga bermanfaat untuk meningkatkan aliran limfatik atau getah bening. Saat darah membawa oksigen ke seluruh tubuh, getah bening akan mencari baketeri, virus, racun, dan zat asing lainnya dalam dalam tubuh. Selanjutnya racun dan zat asing penyebab penyakit itu akan dibuang melalui keringat dan air seni. Itulah sebabnya menarik dan menahan nafas berfungsi sebagai detoksifikasi atau membuang racun dari dalam tubuh.

Menarik nafas dalam juga berfungsi untuk meredakan stres. Salah satu cara untuk membuat tubuh menjadi rileks adalah dengan menarik nafas dalam. Asupan oksigen dalam jumlah cukup ke otak akan mengurangi stres dan keteganagan penyebab sakit kepala. Selain itu menarik dan menahan nafas sejenak dapat membantu mencegah jantung bernafas lambat dan tekanan darah rendah. Selain itu menarik nafas dalam juga mampu mengurangi kelelahan.

Bagi pasangan suami istri, kebiasaan menarik nafas dalam juga berguna untuk menjaga keharmonisan rumah tangga. Pasalnya pernafasan dalam bisa membantu pasangan suami istri lebih menikmati hubungan intimnya. Menarik nafas dalam dan panjang berguna untuk meningkatkan suplai darah ke alat vital saat berhubungan suami istri.

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF