Susah Bangun Pagi, Hati-hati, Bisa Jadi Anda Terserang Penyakit Dysania
berita

28 August 2019 17:00
Watyutink.com – Berbagai cara kerap dilakukan orang agar bisa bangun pagi. Mulai dari pasang alarm, tidur lebih awal, hingga minum susu. Namun terkadang cara-cara tersebut tidak mempan. Tetap saja banyak orang yang bangun setelah matahari terbit. Bangun pagi menjadi perbuatan yang sulit dilakukan.

Jika Anda mengalami hal semacam itu, sebaiknya waspada dan berhati-hati. Bisa jadi Anda terserang penyakit dysania.

Tahukah Anda, apa itu penyakit dysania?

Dysania adalah sebuah kondisi yang cederung membuat orang susah bangun dari tempat tidur. Kondisi ini biasanya ‘menyerang’ di pagi hari, saat seseorang harus bagun dari tidur dan memulai aktivitas. Dysania bahkan kerap menyerang orang yang sudah terbangun dan mata terbuka. Namun lantaran enggan dan malas meninggalkan tempat tidur orang tersebut bisa jadi tidur kembali. Dibutuhkan waktu setidaknya dua hingga tiga jam untuk bisa benar-benar bangun dan meninggalkan tempat tidur.  

Dysania berbeda dengan malas yang terjadi karena sikap menunda-nunda bangun tidur. Dysania lebih disebabkan karena perasaan tidak mampu meninggalkan tempat tidur yang sangat kuat. Penderita dysania akan merasakan keinginan untuk kembali ke tempat tidur. Dalam kondisi yang sangat parah dysania bisa terjadi hingga berhari-hari.  

Kondisi ini tentu tidak bisa dibiarkan. Pasalnya dysania bisa menganggu aktivitas sehari-hari. Produktivitas dan etos kerja pun bisa menurun karenanya.  Itulah sebabnya dysania perlu diatasi. Namun sebelum mengatasi sebaiknya diketahui pula apa penyebab dysania.

Dysania sejatinya bukanlah penyakit namun lebih tepat disebut sebagai gejala. Public Library of Science, sebuah lembaga penelitian yang berpusat di San Fransisco, Amerika Serikat (AS) menyatakan dysania sangat mungkin dipicu oleh depresi. Kondisi ini menyebabkan seseorang merasa sedih hingga berlarut-larut. Kesedihan yang amat sangat itulah yang menyebabkan tubuh seolah kehilangan energi. Pada akhirnya menyebabkan seseorang enggan meninggalkan tempat tidur.

Penyebab lainnya adalah masalah kesehatan, salah satunya sindrom kelelahan kronis atau yang disebut fibromyalgia. Sindrom ini bisa menyebabkan munculnya rasa nyeri pada tubuh dan membuat mood atau suasana hati menurun. Hal inilah yang memicu kelelahan dan membuat orang susah bangun tidur.

Selain itu gangguan kesehatan yang disebut sleep apnea juga bisa memicu dysania. Sleep Apnea adalah gangguan pernapasan yang menyebabkan tidur tidak nyenyak. Akibatnya tubuh menjadi lelah dan enggan untuk bangun dari tempat tidur. Anemia atau kurang darah juga bisa memicu dysania. Pasalnya kekurangan darah akan membuat orang cepat lelah dan selalu ingin berada di tempat tidur.

Dysania bisa diatasi dengan beberapa cara, salah satunya menggunakan obat antidepresan. Hal ini dilakukan jika dysania muncul akibat seseorang mengalami depresi. Jika tidak ditangani, depresi bisa berakibat fatal. Dalam kondisi terburuk, depresi bisa memicu seseorang melakukan bunuh diri.  

Dysania juga bisa diatasi dengan memperbaiki jadwal tidur yang membuat seseorang tidur dan bangun diwaktu yang sama setiap hari. Hindari mengonsumsi makanan atau minuman yang bisa menyebabkan susah tidur, seperti kopi, minuman energi dan soda. Hindari pula kebiasaan mengonsumsi minuman beralkohol. Nikotin dalam rokok juga bisa menyebabkan seseorang sulit tidur.

Selain itu batasi waktu tidur siang agar tidur malam menjadi lebih mudah. Tidur siang cukup dilakukan selama maksimal 30 menit.

Dysania juga bisa diatasi dengan membuat suasana kamar tidur menjadi lebih nyaman. Cahaya yang tidak terlalu terang, posisi bantal dan suhu ruangan yang nyaman bisa membuat sesorang mudah tidur malam. Hal ini akan membuat tidur lebih berkualitas. Akibatnya saat bangun pagi tubuh menjadi lebih segar dan bisa dengan mudah meninggalkan tempat tidur.

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Christianto Wibisono

Analis Bisnis/ Pendiri Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI)

Riza Annisa Pujarama

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

M. Rizal Taufikurahman, Dr.

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

FOLLOW US

Perizinan Teknis Masih Kewenangan Daerah             Kiat Khusus Pangkas Birokrasi Perizinan di Indonesia             Politik Etika vs Politik Ekstasi              Kebutuhan Utama : Perbaiki Partai Politik             Pengaruh High Class Economy dalam Demokrasi di Indonesia (Bagian-1)             Pengaruh High Class Economy dalam Demokrasi di Indonesia (Bagian-2)             Perlu Revisi Undang-Undang dan Peningkatan SDM Perikanan di Daerah             Antisipasi Lewat Bauran Kebijakan Fiskal – Moneter             Perkuat Industri Karet, Furnitur, Elektronik Hadapi Resesi             Skala Krisis Mendatang Lebih Besar dari 1998