Sumsum Tulang Sapi, Makanan Lezat yang Sehatkan Pencernaan dan Cegah Diabetes
berita
Sumber Foto : tribunnews.com
01 November 2019 17:00
Watyutink.com – Selama ini banyak orang yang ‘memburu’ tulang sapi. Bukan hanya untuk bahan membuat kaldu, tapi juga untuk dinikmati sumsumnya. Saat ini sudah banyak hidangan atau kuliner yang menggunakan sumsusm tulang sapi sebagai bahan bakunya. Menunya pun bervariasi, seperti sumsum tulang bakar atau panggang. Keduanya sama lezatnya.

Ternyata sumsum tulang sapi tidak hanya lezat. Dibalik teksturnya yang lembut tersimpan manfaat bagi kesehatan.

Tahukah Anda, apa saja manfaat mengonsumsi sumsum tulang sapi?

Kandungan dalam sumsum tulang sapi 96 persen diantaranya  adalah lemak. Cell Metabolism, jurnal kesehatan yang terbit di Amerika Serikat (AS) dalam penelitian yang dilakukan pada 2014 membuktikan lemak dalam sumsum tulang sapi baik untuk kesehatan. Pasalnya jaringan lemak dalam sumsum bisa menjadi sumber hormon adiponektin dalam tubuh.

Sedangkan tulang sapi mengandung berbagai mineral penting, seperti kalsium, magnesium dan fosfor. Selain sumsum tulang sapi juga mengandung kolagen dan glukosamin, senyawa alami yang bermanfaat untuk persendian.

Itulah sebabnya mengonsumsi sumsum tulang sapibisa melindungi persendian dari kerusakan. Selain itu sumsum juga dapat memperbaiki kerusakan persendian dan menjaganya tetap lentur dan kuat. Kolagen dan glukosamin juga dapat mencegah serangan penyakit osteoarthritis atau pengapuran sendi. Penyakit ini biasanya dialami orang yang sudah lanjut usia.

Sumsum tulang sapi juga bermanfaat melancarkan dan menyehatkan pencernaan. Pasalnya sumsum mengandung gelatin yang penting bagi sistem pencernaan. Gelatin diyakini dapat memperbaiki kerusakan saluran pencernaan. Selain itu gelatin berguna untuk meningkatkan kadar bakteri baik dalam usus dan meredakan peradangan yang terjadi pada organ pencernaan.

Sebuah penelitian menunjukkan, susmsum tulang sapi mengandung adiponektin yang bermanfaat mencegah penyakit diabetes. Penyakit yang juga bernama kencing manis ini terjadi akibat hormon insulin dalam tubuh tidak mampu mengolah gula dengan baik. Kadar adiponektin berguna membantu insulin bekerja lebih efektif. Itulah sebabnya mengonsumsi sumsum dapat menjaga kadar gula darah tetap normal dan mencegah penyakit diabetes.

Namun perlu diingat, sumsum tulang sapi terdiri dari lemak. Mengosumsi lemak berlebihan juga dapat memicu diabetes. Itulah sebabnya dalam mengonsumsi sumsum tetap harus dalam jumlah terkontrol dan tidak dalam porsi besar.

Manfaat lain sumsum tulang sapi adalah meningkatkan kekebalan tubuh atau sistem imun. Dr Astrid Brohult, ahli kanker dari Swedia dalam sebuah penelitian membuktikan sumsum tulang sapi bermanfaat bagi penderita leukemia atau kanker darah

Mengonsumsi sumsum tulang sapi dapat membantu menjaga kesimbangan sel darah putih dalam darah. Hal ini lantaran sumsum tulang sapi memiliki kandungan senyawa alkilgliserol atau AKG yang berguna mengontrot jumlah sel darah putih. Itulah sebabnya, orang yang sedang sakit dianjurkan mengonsumsi sup kaldu dan sumsum tulang.

Manfaat selanjutnya dari sumsum tulang sapi adalah menjaga kesehatan kulit. Kolagen dalam sumsum dapat menjaga kulit tetap lembut, kenyal dan cerah. Sedangkan gelatin dalam sumsum bermanfaat menjaga kulit dan wajah dari keriput dan kering. Itulah sebabnya mengonsumsi sumsum bisa mencegah proses penuaan dini dan menjaga wajah tampak awet muda.

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Fithra Faisal Hastiadi, Dr., S.E., MSE., M.A

Direktur Eksekutif Next Policy, Dosen FEB UI

Yahya Agung Kuntadi, Ir., M.M.

Kepala Kantor UGM Kampus Jakarta, Institute of Research and Community LPPM UGM

Andry Satrio Nugroho

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

FOLLOW US

Sektor Konsumsi Harus Tetap Didorong             Data Angka Konsumsi dan Investasi Masih Menunjukkan Peningkatan             Rakyat Harus Diuntungkan dalam Jangka Pendek             Jangan Kejar Target Pembangunan Fisik Saja             Kemampuan Investasi dalam Menyerap Tenaga Kerja Semakin Rendah             Sektor UKM Masih Bisa Diandalkan             Masih Harus Banyak Dilakukan Pembenahan             Tantangan Besar Meningkatkan Tenaga Kerja Menjadi SDM Berkualitas             Ironi yang Tak Pantas Dibiarkan Berulang             Pemerintah Harus Tunjukan Penggunaan Utang  Secara Produktif