Sulianti Saroso, Penggagas Program KB yang Dijadikan Nama RS Pusat Infeksi
berita
Sulianti Saroso - Dok. Keluarga
15 March 2020 16:00
Watyutink.com - Saat ini, rumah sakit yang paling sering disebut adalah Rumah Sakit Pusat Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso. Hampir tiap hari nama itu muncul di semua media. Pasalnya rumah sakit yang terletak di Jakarta Utara itu menjadi rujukan penanganan wabah virus corona. 

Bukan kali ini saja, saat Indonesia diserang wabah penyakit SARS dan flu burung atau H5N1, RSPI Sulianti Saroso juga menjadi rujukan.

Tapi, tahukah Anda, siapa itu Sulianti Saroso? 

Lahir di Karangasem, Bali, 10 Mei 1917 dengan nama Julie Sulianti Saroso. Mengikuti jejak sang ayah, dr Sulaiman, Sul, demikian ia biasa disapa, masuk ke Sekolah Tinggi Kedokteran (Geneeskundige Hoge Scholl), Batavia. Setelah sebelumnya menyelesaikan sekolah menengah di Gymnasium, Bandung pada 1935. 

Setelah lulus pada 1942,  Sul bekerja sebagai dokter pada Centrale Burgelijke Ziekenhuis yang sekarang menjadi RS Cipto Mangunkusumo.

Selama masa perjuangan, Sul turut serta membantu para pejuang mengusir penjajah. Salah satunya dengan selalu mengusahakan pasokan obat dan makanan untuk pejuang. Bahkan obat dan makanan diantarkannya sendiri ke kantong-kantong gerilya, seperti Tambun, Gresik, Demak dan Yogyakarta.

Setelah kemerdekaan Indonesia, Sul mengabdikan diri sepenuhnya pada  dunia kedokteran. Ia bekerja di Kementerian Kesehatan selama 10 tahun sejak 1951 hingga 1961. Pada 1967, Sul diangkat menjadi Direktur Jenderal Pencegahan, Pemberantasan dan Pembasmian Penyakit Menular (P4M) merangkap Ketua Lembaga Riset Kesehatan Nasional. Setelah pensiun pada 31 Desember 1978, Sul menjadi staf ahli Menteri Kesehatan.

Sul sempat mendapat beasiswa dari Lembaga Kesehatan Dunia (WHO ) untuk mempelajari sistem kesehatan ibu dan anak di negara-negara Eropa. Bahkan Sul berkesempatan menjadi anggota badan eksekutif dan Ketua Health Assembly (Majelis Kesehtan Dunia). Selama 25 tahun pertama WHO, baru dua orang wanita yang menjadi Ketua Majelis Kesehatan Dunia,  yakni, Rajkumari AMrit Kaur dari India dan Julie Sulianti Saroso dari Indonesia.

Salah satu jasa terbesar Sulianti adalah menggagas program Keluarga Berencana (KB). Dalam buku People, Population, and Policy in Indonesia (2004) karya H Hull, Sulianti meminta pemerintah untuk membuat keputusan yang mendukung penggunaan kontrasepsi demi kesehatan masyarakat.

Namun usul Sul saat itu ditentang Wakil Presiden Muhammad Hatta. Bahkan Presiden Soekarno sempat menegur dan meminta Sul tidak lagi membicarakan idenya itu. Bung Karno saat itu tidak secara tegas menolak ide program KB. Bung Karno hanya berhati-hati di tengah ketegangan politik saat itu.  

Seiring dengan pergantian kekuasaan, program KB yang digagas Sul justru mendapat perhatian dari pemerintah Orde Baru. Sul meninggal pada 29 April 1991. Namanya di abadikan sebagai Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof.Dr.Sulianti Saroso atau yang lebih kita kenal dengan RSPI Sulianti Saroso. 

SHARE ON
OPINI PENALAR

PILIHAN REDAKSI

close

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF