Sujud, Cara Mudah dan Murah Sehatkan Otak, Jantung, Paru-paru, dan Pencernaan
berita

14 November 2019 16:30
Watyutink.com – Otak adalah organ tubuh yang paling penting. Pasalnya di dalam otak terdapat sistem saraf yang mengontrol semua gerakan organ tubuh lainnya. Selain itu di dalam otak terdapat sekitar 100 juta sel saraf neuron yang berfungsi menunjang kerja sistem saraf di seluruh tubuh.

Otak adalah pula organ tubuh yang paling rumit. Jika otak terganggu maka semua sistem saraf di tubuh manusia tidak akan bekerja dengan baik. Itulah sebabnya otak harus selalu dijaga kesehatannya agar tidak terganggu apalagi sampai mati.

Ternyata ada satu cara yang mudah dan murah untuk merawat dan menjaga kesehatan otak, yakni dengan rutin melakukan sujud. Bukan hanya otak, organ tubuh lain, seperti jantung, paru-paru, dan organ pencernaan juga bisa lebih sehat dengan rutin bersujud.

Tahukah Anda, apa manfaat sujud bagi kesehatan otak.

Sujud adalah gerakan meletakkan kepala di lantai. Bagi umat Islam, sujud tentu tidak asing lagi. Pasalnya sujud adalah salah satu gerakan dalam sholat. Dalam sehari semalam setidaknya umat Islam bersujud sebanyak 34 kali. Sujud memiliki manfaat bukan hanya kesehatan rohani tetapi juga jasmani.

Dr Fidelma O'Leary, Phd Neuroscience dari St Edward's University, Amerika Serikat (AS) mengatakan sujad adalah terapi otak yang sangat baik. Fidelma menjelaskan ada beberapa urat saraf dalam otak manusia yang tidak dimasuki darah. Urat saraf tersebut baru bisa dimasuki darah ketika sedang bersujud.

Namun urat-urat saraf tersebut hanya membutuhkan darah pada saat-saat tertentu saja. Uniknya menurut Fidelma, waktu yang dibutuhkan urat saraf untuk dialiri darah terjadi bersamaan dengan waktu sholat, yakni subuh, zuhur, ashar, maghrib, dan 'isya. Artinya jika seseorang melaksanakan sholat maka urat saraf tersebut menerima pasokan darah. Sebaliknya, jika tidak sholat maka urat saraf dalam otak tidak menerima pasokan darah dan berakibat tidak bisa berfungsi secara normal.

Selain itu otak diketahui berada di atas jantung. Hal ini membuat jantung hanya mampu memberikan pasokan darah sebanyak 20 persen ke otak. Saat sujud, aliran darah dari jantung ke otak menjadi lebih banyak. Itulah sebabnya disarankan kita bersujud lebih lama agar menambah kekuatan aliran darah ke otak. Dalam ajaran Islam, sujud di rakaat terakhir sholat adalah saat paling baik untuk berdoa.

Sementara itu dr Zakir Naik mengatakan tidak ada senam yang lebih baik daripada bersujud. Ahli kesehatan asal India yang kini aktif berdakwah ini menjelaskan bersujud bukan hanya menyehatkan otak tapi juga menghindarkan kita dari penyakit kulit di wajah.

Selain itu sujud juga menyehatkan organ pernafasan. Zakir menjelaskan dalam kondisi bernafas normal manusia akan menyisakan sepertiga udara dalam paru-paru. Namun saat bernafas dengan kondisi bersujud semua sisa udara dalam paru-paru akan dilepaskan. Hal ini lantaran saat sujud diafargma akan tertekan dan mengeluarkan semua sisa udara dalam paru-paru. Akibatnya manusia akan bernafas dengan lebih lega dan segar.

Sujud juga bisa melancarkan pencernaan. Pasalnya membungkukkan badan dan meletakkan dahi di atas tanah merupakan cara yang baik untuk melancarkan pencernaan di perut. Sedangkan menungging sambil meletakkan kedua tangan, lutut, ujung kaki dan dahi di tanah sangat bermanfaat mencegah penyakit wasir. Posisi lutut tertekan saat sujud berguna mencegah terjadinya kejang atau kram otot.

Saat seseorang bangkit dari sujud, ada tekanan lebih pada otot betis. Dalam ilmu medis, otot betis atau peripheral heart berguna untuk memompa darah ke bagian bawah tubuh. Zakir menambahkan fungsi sujud untuk menyehatkan tubuh sudah terbukti, baik secara sains maupun agama. Bahkan menurutnya, sujud lebih baik dibandingkan gerakan yoga atau meditasi transcendental.

SHARE ON
OPINI PENALAR

PILIHAN REDAKSI

close

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF

Fithra Faisal Hastiadi, Dr., S.E., MSE., M.A

Direktur Eksekutif Next Policy, Dosen FEB UI

Andry Satrio Nugroho

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

Teguh Santoso, S.E., M.Sc.

Dosen Departemen Ilmu Ekonomi FEB Unpad, Peneliti Center for Economics and Development Studies

FOLLOW US

Aturan Timbulkan Administration Cost, Beban Bagi UMKM                Pelaku Bisnis E-commerce Tak Perlu Berbadan Hukum             Hambat Usaha Kecil Naik Kelas             Investor Tak Terpengaruh Prediksi Ekonomi RI             Moody’s Tak Tahu Jeroan Indonesia             Ada  Gap, Ada Ketimpangan             Prioritas Utama Tingkatkan Pertumbuhan             Dana Desa Berhadapan dengan Kejahatan Sistemik             Pembangunan Desa Tidak Bisa Berdiri Sendiri             Harus Disadari, Korupsi akan Mengikuti Kemana Uang Mengalir