Sudah Minum Kopi tapi Masih Ngantuk, Bisa Jadi Anda Kelebihan Zat Adenosin
berita

17 October 2020 17:00
Watyutink.com - Selama ini orang kerap menggunakan kopi sebagai senjata andalan pengusir ngantuk. Pasalnya cairan berwarna hitam ini diyakini mampu membuat mata jadi melek dan pandangan menjadi terang kembali.

Tapi apa jadinya jika sudah minum kopi tapi ngantuk tetap menyerang. Bukannya melek, mata justru berat pingin merem. Kopi seolah nggak ngefek terhadap peminumnya.

Tahukah Anda, mengapa minum kopi tapi masih merasa ngantuk?

Ada beberapa alasan mengapa kopi tidak membuat orang terjaga. Bisa jadi lantaran tubuh bereaksi terhadap kandungan kafein dalam kopi. Sejatinya cara kerja kafein sama terhadap semua orang, yakni memberikan efek segar. Namun reaksi yang diberikan tubuh berbeda pada tiap orang.

Kondisi tubuh juga berpengaruh. Jika pada dasarnya tubuh lelah karena kurang tidur, kopi tidak akan memberikan pengaruh berarti. Saat kurang tidur, tubuh akan memproduksi senyawa adenosin, yakni zat yang menyebabkan rasa kantuk.

Semakin kurang tidur, tubuh akan semakin banyak memproduksi zat adenosin. Itulah sebabnya kafein dalam kopi tidak akan menang melawan pengaruh zat adenosin.

Itulah sebabnya saat sudah mengantuk, jangan minum kopi. Hasilnya akan sama saja, tubuh akan tetap mengantuk. Jika ingin mendapat manfaat kopi, sebaiknya minum saat sebelum mengantuk, sebelum tubuh memproduksi zat adenosin.

Praktisi kesehatan dr. Andrean Prasadja mengatakan kafein dalam kopi hanya menghambat kantuk. Sedangkan obat kantuk  sebenarnya adalah tidur. Itulah sebabnya Andreas menegaskan jangan minum kopi saat ngantuk.

Andreas menambahkan, minum kopi harus disesuaikan dengan jadwal tidur. Pasalnya kafein mempunyai efek yang cukup lama, sekitar sembilan hingga 12 jam. Selain itu kafein mulai terasa efeknya sekitar 30 menit setelah diminum. Sebagai ilustrasi, jika ingin tidur pada jam sembilan malam, artinya waktu terakhir minum kopi sekitar jam 10 pagi.

Penyebab lainnya adalah bisa jadi tubuh sulit mencerna kafein. Penelitian yang dilakukan Northwestern University Feinberg School of Medicine, Amerika Serikat (AS) mengatakan gen manusia berperan terhadap kemampuan tubuh dalam mencerna kafein.

Setiap orang juga mempunyai resistensi yang berbeda. Jika resistensi tinggi, tubuh akan bereaksi dan melawan pengaruh kafein. Seberapa pun banyaknya kopi yang diminum tidak bakal memberikan efek apa pun. Kebiasaan minum kopi juga bisa membuat seseorang kehilangan efek dari kafein.
 

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF