Sidang Isbat, Metode Rukyat dan Hisab, di Tengah Pandemi Covid-19
berita
Sumber Foto: Antara Foto/ Galih Pradipta
23 April 2020 08:00
Watyutink.com - Awal Ramadhan tahun ini jika mengacu ke kalender resmi jatuh pada Jumat 24 April 2020. Muhammadiyah sendiri telah menetapkan (berdasar hasil Hisab) 1 Ramadhan jatuh pada hari Jumat (24/04/2020). Sedangkan Nahdlatul Ulama (NU) dan Pemerintah masih menunggu hasil rukyatul hilal yang rencananya dilakukan hari ini Kamis (23/04/2020) dan kemudian ditetapkan melalui Sidang Isbat.

Untuk Ramadhan tahun 1441 Hijriyah atau 2020 Masehi, Sidang Isbat akan dilaksanakan pada Kamis 23 April 2020  secara online, karena harus dilaksanakan sambil menerapkan physical distancing. Sidang Isbat secara online dipilih untuk menekan risiko penularan virus corona atau Covid-19.

Tapi, tahukah Anda apa sebenarnya sidang isbat itu?

Sidang isbat adalah sidang yang diselenggarakan Kementerian Agama guna menentukan awal bulan baru dalam kalender hijriyah. Sebetulnya sidang isbat tidak hanya dilakukan menjelang bulan Ramadhan dan Syawal, melainkan dilakukan setiap pergantian bulan hijriyah. Namun yang kerap menjadi perhatian masyarakat adalah sidang isbat untuk menentukan awal bulan Ramadhan, Syawal dan Dzul Hijjah. Pasalnya di ketiga bulan tersebut terdapat hari besar yakni ibadah puasa, hari raya Idul Fitri dan Idul Adha.

Dalam sidang isbat pemerintah akan mendengarkan pemaparan dari beberapa ahli ilmu falak atau perbintangan guna menentukan awal bulan. Terdapat dua metode penentuan bulan baru atau hilal, yakni rukyat dan hisab.

Rukyat adalah upaya untuk melihat secara langsung hilal yang berupa bulan sabit di kaki langit di waktu ghurub atau matahari tenggelam secara langsung. Melihat secara langsung bisa diartikan benar-benar dengan mata tanjang atau menggunakan alat bantu optik seperti teleskop, teropong dan sebagainya.

Untuk bisa melihat hilal bukanlah perkara mudah. Para saksi harus memastikan hilal terlihat terlihat di atas matahari. Artinya matahari belum benar-benar tenggelam. Pasalnya jika matahari sudah tenggelam dan langit sudah gelap maka dipastikan hilal tidak akan bisa dilihat. 

Di tengah pandemi Covid-19 ini, Kemenag telah menetapkan 7 prosedur yang menjaga jarak namun tidak mengganggu hasil pengamatan hilal, yaitu:

1. Peserta dibatasi maksimal 10 orang menyesuaikan dengan prosedur kesehatan

2. Pembatasan area antara perukyat dan undangan dalam pelaksanaan rukyatul hilal

3. Semua peserta wajib menggunakan masker dan diukur suhu tubuhnya sebelum masuk arena undangan

4. Petugas yang dalam kondisi tidak sehat dilarang mengikuti rukyatul hilal

5. Setiap instrumen pemantauan meliputi teleskop, theodolite, atau kamera, hanya dioperasikan satu orang dan tidak saling pinjam pakai. Instrumen harus dibersihkan dengan disinfektan usai digunakan

6. Petugas dilarang berkerumun di sekitar instrumen pemantauan yang telah ditempatkan

7. Petugas dihimbau melakukan sholat hajat memohon keselamatan dan kelancaran selama pemantauan hilal.

Sedangkan hisab adalah metode menentukan bulan baru dengan cara menghitung, mengukur, atau mengkalkulasi. Hisab hanya bisa dilakukan oleh para ahli falak atau astronomi yang sudah sangat  berpengalaman dan mempunyai akurasi yang sangat tinggi.

Keuntungan dari penggunaan metode hisab adalah awal bulan serta hari-hari besar Islam sudah bisa tentukan hingga puluhan tahun ke depan.

Dalam pelaksanaan sidang isbat, Kementerian Agama akan menentukan bulan baru berdasarkan paparan berbagai ormas Islam. Pasalnya masing-masing ormas mempunyai metode penentuan sendiri, baik yang menggunakan metode rukyat seperti Nahdlatul Ulama (NU) maupun yang menggunakan metode hisab seperti Muhammadiyah.

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF