Sembuhkan Menopause Dini dengan Kunyit, Serai, Madu, dan Jeniper
berita

22 June 2020 16:40
Watyutink.com – Salah satu kondisi yang paling ditakui wanita adalah menopause dini. Meski menopause merupakan kondisi alama dan bakal dialami oleh semua wanita, namun banyak yang berharap hal itu tidak terjadi dalam wakti cepat. Itulah sebabnya wanita selalu berusaha menghindari menopause dini.

Bebagai cara dilakukan untuk mencegah menopauise dini. Umumnya para wanita menggunakan obat-obatan atau terapi homon guna menunda terjadinya menopause. Padahal sebenarnya menopause dini bisa dicegah dengan mengonsumsi bahan alami atau herbal.

Tahukah Anda, apa itu menopause dini dan bagaimana mencegahnya?

Menopause adalah sesuatu yang normal pada tahapan kehidupan seorang wanita. Menopause adalah saat dimana seorang wanita tidak lagi mengalami menstruasi. Kondisi ini biasanya terjadi pada wanita yang memasuki usia 45 hingga 55 tahun. Seorang wanita dikatakan mengalami menopause jika tidak mengalami mesntruasi atau datang bulang minimal selama 12 bulan.  

Selain berhenti datang bulan, wanita yang mengalami menopause juga akan mengalami perubahan secara fisik. Psikologis, hasrat atau nafsu seskual dan kesuburan juga mengalami perubahan. Itulah sebabnya wanita yang sudah menopause sudah sulit untuk hamil.

Dalam beberapa kejadian, seorang wanita mengalami menopause saat usia belum mencapai 45 tahun. Bahkan sebelum 40 tahun pun ada wanita yang sudah berhenti datang bulan. Hal inilah yang disebut dengan menopause dini. Gejalanya sama dengan menopause normal. Namun menopause dini kerap merasakan panas yang menyebar ke tubuh bagian atas. Kondisi ini juga disebut hut flush. Menstruasi mungkin masih terjadi tapi tidak teratur dan lebih sedikit.

Selain itu wanita yang mengalami menopause juga kerap berkeringat di malam hari, pusing, jantung bedebar dan infeksi pada saliran kemih. Secara fisik pun mengalami perubahan, seperti rambut rontok, kulit kering, dan berat badan bertambah. Sedangkan perubahan psikologis yang kerap terjadi adalah sulit tidur, depresi dan kerap mengalami moody atau suasana hati berubah-ubah.

Penyebab menopause dini bisa bermacam-macam. Diantaranya adalah faktor genetika atau keturunan. Jika seorang ibu mengalami menopause dini, anak perempuannya pun berisiko mengalami hal yang sama. Kegagalan ovarium secara prematur juga memicu wanita berhenti datang bulang.

Pengobatan kanker menggunakan kemoterapi dan radiasi juga bisa memicu menopause dini. Biasanya pengobatan atau terapi radiasi di sekitar panggul menyebabkan terganggunya fungsi ovarium. Hal inilah yang memicu menopause dini. Tindakan operasi dengan mengangkat ovarium atau indung telur juga menyebabkan menopause dini.

Menopause dini juga bisa terjadi akibat efek samping obat-obatan dan penyakit kronis. Kebiasaan merokok juga bisa memicu menopause dini.  Wanita yang terlalu kurus juga berisiko lebih besar mengalami menopause dini dibanding wanita dengan tubuh normal. Pasalnya wanita bertubuh kurus memiliki hormon estrogen yang lebih sedikit. Hal ini akan memengaruhi fungsi indung telur serta sistem reproduksi.

Untuk mencegah menopause dini, para wanita kerap menggunakan terapi hormon. Selain itu mengonsumsi obat-obatan seperti pil KB dan obat anti depresan serta berbebagai cara lainnya. Padahal sejatinya menopause dini bisa dicegah dengan mengonsumsi bahan-bahan alami, yakni kunyit, serai dan madu.

Cara membuat ramuannya adalah, siapkan dua ruas kunyit diiris tipis-tipis. Bisa juga menggunakan kunyit bubuk sebanyak satu sendok makan. Siapkan pula satu ruah serai atau sereh, sebutir lemon atau jeruk nipis peras (jeniper) dan madu. Rebus semua bahan tersebut dengan 300 mililiter air. Tidak perlu sampai mendidih, cukup hingga muncul gelembung air kecil. Angkat dan tambahkan madu serta air perasan jeruk nipis atau lemon. Minum secara rutin satu kali sehari.

Selain menyembuhkan menopause dini, ramuan tersebut juga berguna untuk membersihkan pencernaan, membersihkan darah, dan memperkuat tulang. Ramuan tersebut juga berguna untuk menghilangkan keputihan dan menyelesaikan masalah kewanitaan lainnya, seperti haid tidak lancar. 

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Budi Arie Setiadi

Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Indonesia

Edgar Ekaputra

Pakar Industri Keuangan dan Ekonomi, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI

Lia KIan, Dr.

Staf Khusus Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila