Sembelih Hewan Secara Islam, Jadikan Daging Lebih Sehat dan Tahan Lama
berita
Sumber Foto : republika.co.id
02 August 2020 20:00
Watyutink.com - Salah satu ibadah yang sangat dianjurkan saat Hari Raya Idul Adha adalah kurban. Ibadah yang dilakukan dengan menyembelih hewan ternak itu dilakukan umat Islam untuk mengikuti sunnah Nabi Ibrahim AS, Nabi Ismail AS, dan Nabi Muhammad SAW.

Beberapa pihak, terutama dari negara barat, seperti Amerika Serikat (AS) menuduh cara menyembelih hewan yang dilakukan umat Islam, termasuk di Indonesia tergolong sadis. Lantaran ternak disembelih atau digorok lehernya. Padahal cara menyembelih hewan tersebut membuat daging lebih sehat dan bersih.

Tahukah Anda mengapa menyembelih hewan bisa membuat daging lebih sehat?

Menyembelih adalah mematikan hewan dengan cara menyayat atau memotong tiga saluran yang terletakndi leher, yakni saluran nafas atau trakea, saluran makan atau esofagus, dan urat nadi utama sebagai jalan darah. Pemotongan ketiga saluran itu akan membuat hewan mati lebih cepat. Hewan yang dipotong ketiga urat leher itu akan mati kurang dari 90 detik. Pasalnya pasokan darah dan udara ke otak akan langsung terhenti.

Hewan juga tidak akan merasakan sakit terlalu lama. Pasalnya hewan akan kehilangan kesadaran dan akhirnya mati. Prof Dr Wilhelm Schultz dan Dr Hazim dari Hannover University, Jerman mengatakan pemotongan hewan secara Islam murni tanpa proses pemingsanan atau Captive Bolt Pistol (CBP). Dr Schultz menyebut cara penyembelihan secara Islam justru membuat hewan mati tanpa merasa kesakitan.

Kalau pun hewan terlihat kejang setelah disembelih lehernya, hal itu justru baik. Pasalnya saat kejang darah dari seluruh tubuh akan terompa keluar melalui urat nadi utama di leher. Akibatnya saat hewan mati semua darah dalam tubuhnya keluar dan tidak ada yang tersisa.

Sehingga dihasilkan healthy meat atau daging sehat yang layak dikonsumsi bagi manusia. Jenis daging dari hasil sembelihan semacam ini sangat sesuai dengan prinsip Good Manufacturing Practise (GMP) yang menghasilkan Healthy Food.

Hal ini berbeda dengan penyembelihan menggunakan metode pemingsanan atau CBP. Cara penyembelihan CBP dilakukan dengan membuat hewan pingsan terlebih dahlulu. Selanjutnya barulah hewan dimatikan. Dalam kondisi pingsan hewan memang lebih mudah dikendalikan. Namun saat pingsan jantung kehilangan kemampuan memompa darah secara maksimal.

Akibatnya saat disembelih darah yang keluar tidak banyak. Masih ada darah yang terjebak atau tersisa dalam daging. Darah tersebut akan membeku dalam daging. Sehingga yang dihasilkan adalah daging tidak sehat atau unhealthy meat. Daging seperti ini sebenarnya tidak layak dikonsumsi manusia.

Darah merupakan media pembawa mikroba dan berbagai racun serta produk limbah atau sisa-sisa metabolisme tubuh. Limbah tersebut harus dikeluarkan dari tubuh melalui urea, keratin dan karbon dioksida. Itulah sebabnya daging yang sehat harus bebas dari sisa darah yang mengandung mikroba dan racun.

Selain itu hasil penitian Dr Schultz membuktikan hewan yang disembelih tanpa pemingsanan akan menjadi lebih segar dan tahan lama. Timbunan darah beku pada daging yang disembelih secara tidak sempurna akan menjadi tempat sempurna bagi bakteri. Akibatnya daging jadi cepat busuk dan tidak layak dikonsumsi.

Penelitian yang dilakukan Texas University, Amerika Serikat (AS) juga membuktikan penyembelihan metode CBP menjadi penyebab penularan wabah penyakit sapi gila dari hewan ke manusia. Badan Pemeriksaan Makanan Kanada juga turut membenarkan hasil penelitian tersebut.

 

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF