Sejarah Hari Ini: Wabah SARS Pertama Kali Muncul di China
berita

16 November 2019 17:10
Watyutink.com – Hari ini, 16 November 2019, 17 tahun silam wabah penyakit SARS melanda dunia. Penyakit yang ditandai dengan demam tinggi ini berasal dari China. Dalam waktu singkat penyakit ini pun menyebar ke seluruh dunia.

SARS adalah kependekan dari Severe Acute Respiratory Syndrome atau sindrom pernafasan akut berat. Penyakit ini disinyalir muncul pertama kali di Provinsi Guangdong, China pada 16 November 2002. Namun pemerintah China saat itu berusaha menutupi merebaknya wabah penyakit ini. Hingga akhirnya pada 2003 SARS mulai menyebar ke Hong Kong dan Vietnam.

Pada Juni 2003 wabah ini sudah menjangkau wilayah yang lebih luas diseluruh dunia. Menurut laporan pada saat itu terdapat 8.069 kasus SARS dan menelan kerban jiwa sebanyak 775 orang. Perjalanan wisata antar negara dianggap sebagai sarana penularan virus SARS.

Kondisi ini diperparah dengan sikap tertutup pemerintah China yang menunda upaya dunia internasional mengatasi wabah SARS. China terbukti tidak memberitahukan munculnya wabah SARS kepada Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) hingga Februai 2003.

Pemeintah China saat itu justru membatasi laporan terkait SARS demi menjaga muka dan kepercayaan publik. Beijing akhirnya meminta maaf atas tindakannya yang menyebabkan SARS menyebar ke seluruh dunia.

Wabah SARS pertamakali menjadi perhatian publik saat pada Februari 2004 seorang pengusaha asal Amerika Serikat (AS) mengalami pneumonia saat melakukan perjalanan dari China menuju Singapura. Pesawat terpaksa mendarat darutat di Hanoi, Vietnam karena kondisi korban yang makin parah. Pengusaha asal AS itu akhirnya meninggal setelah dirawat di rumah sakit di Hanoi.

Beberapa saat kemudian dokter dan perawat yang menanganinya juga menderita gejala yang sama. Beberapa diantaranya meninggal dunia. WHO akhirnya mengeluarkan peringatan global akan munculnya wabah SARS. Pemerintah AS pun mengeluarkan peringatan serupa beberap saat kemudian.

SARS dipercayai disebabkan oleh virus. Sekitar 10 persen dari penderita SARS meninggal dunia. Penyakit ini menular melalui cairan yang keluar dari penderita saat batuk atau bersin. Hasil penelitian juga menemukan potensi penularan melalui udara.

SHARE ON
OPINI PENALAR

PILIHAN REDAKSI

close

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF

Fithra Faisal Hastiadi, Dr., S.E., MSE., M.A

Direktur Eksekutif Next Policy, Dosen FEB UI

Andry Satrio Nugroho

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

Teguh Santoso, S.E., M.Sc.

Dosen Departemen Ilmu Ekonomi FEB Unpad, Peneliti Center for Economics and Development Studies

FOLLOW US

Aturan Timbulkan Administration Cost, Beban Bagi UMKM                Pelaku Bisnis E-commerce Tak Perlu Berbadan Hukum             Hambat Usaha Kecil Naik Kelas             Investor Tak Terpengaruh Prediksi Ekonomi RI             Moody’s Tak Tahu Jeroan Indonesia             Ada  Gap, Ada Ketimpangan             Prioritas Utama Tingkatkan Pertumbuhan             Dana Desa Berhadapan dengan Kejahatan Sistemik             Pembangunan Desa Tidak Bisa Berdiri Sendiri             Harus Disadari, Korupsi akan Mengikuti Kemana Uang Mengalir