Sejarah Hari Ini : Pesawat Air New Zealand Tabrak Gunung Erebus Tewaskan 257 Penumpang
berita
Puing-puing pesawat Air New Zealand di Gunung Erebus (Foto: South Pole Station)
28 November 2019 16:50
Watyutink.com – Hari ini, 28 November akan selalu dikenang oleh masyarakat Selandia Baru. Pasalnya 40 tahun lalu sebuah kecelakaan hebat menimpa pesawat milik maskapai Air New Zealand. Pesawat yang membawa 257 penumpang dan kru tersebut jatuh d Antartika dan menewaskan semua orang di dalamnya.

28 November 1979, pesawat Air New Zealand melakukan perjalanan menuju Antartika guna mengantarkan sejumlah wisatawan menikmati indahnya panorama di ujung selatan bumi. Salah satu lokasi favorit para wisatawan adalah Tebing Es Ross yang menyuguhkan pemandangan sangat indah.

Sayangnya kru yang menerbangkan pesawat belum berpengalaman dan tidak memiliki pengetahuan mencukupi tentang wilayah tersebut. Penerbangan menuju lokasi yang tertutup es tentu sangat berbahaya lantaran pilot sering kehilangan jarak pandang. Selain itu sistem navigasi pesawat kerap terganggu. Kompas pesawat seing mengalami gangguna akibat medan magnet yang cukup kuat di Kutub Selatan. Akibatnya pesawat bernomor penerbangan 901 itu menabrak gunung Erebus

Hasil investigasi menemukan bukti sebelum kecelakaan, kapten pilot Jim Collins sempat menghubungi menara pengawas bandara. Jims mengatakan akan menurunkan pesawat pada ketinggial 1.500 kaki padahal seharusnya pesawat terbang dengan ketinggian 6.000 kaki. Jims berdalih ingin menyajikan pemandangan indah kepada para penumpang.

Ternyata pilot tertipu oleh awan dan es yang berbaur. Warna putih yang dipandang pilot bukanlah Tebing Ross melainkan badan Gunung Erebus. Akibatnya pesawat yang terbang dengan kecepatan 480 kilometer per jam menabrak gunung berapi itu. Alaram tanda bahaya dalam pesawat sempat berbunyi.  

Namun karena jarak yang terlalu pendek, pilot tak berhasil menyelamatkan pesawat. Tabrakkan pun tak terhindarkan. Tak ada yang selamat dalam tragedi ini. Otoritas penerbangan Selandia Baru menyatakan kecelakaan tersebut adalah yang terburuk dalam sejarah penerbangan Negeri Kiwi itu.

SHARE ON
OPINI PENALAR

PILIHAN REDAKSI

close

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF

Fithra Faisal Hastiadi, Dr., S.E., MSE., M.A

Direktur Eksekutif Next Policy, Dosen FEB UI

Andry Satrio Nugroho

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

Teguh Santoso, S.E., M.Sc.

Dosen Departemen Ilmu Ekonomi FEB Unpad, Peneliti Center for Economics and Development Studies

FOLLOW US

Aturan Timbulkan Administration Cost, Beban Bagi UMKM                Pelaku Bisnis E-commerce Tak Perlu Berbadan Hukum             Hambat Usaha Kecil Naik Kelas             Investor Tak Terpengaruh Prediksi Ekonomi RI             Moody’s Tak Tahu Jeroan Indonesia             Ada  Gap, Ada Ketimpangan             Prioritas Utama Tingkatkan Pertumbuhan             Dana Desa Berhadapan dengan Kejahatan Sistemik             Pembangunan Desa Tidak Bisa Berdiri Sendiri             Harus Disadari, Korupsi akan Mengikuti Kemana Uang Mengalir