Sejarah Hari Ini : Para Pendidik Bersepakat Mendirikan Persatuan Guru Republik Indonesia atau PGRI
berita

25 November 2019 17:17
Watyutink.com – Hari ini, 25 November 2019, adalah hari yang sangat bersejarah bagi dunia pendidikan Indonesia. Pasalnya pada tanggal yang sama 74 tahun lalu berdirilah Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) sebuah organisasi yang mewadahi para pendidik di Tanah Air. PGRI berdiri sebagai kelanjutan dari Kongres Guru Indonesia yang diselenggarakaqn di Solo, Jawa Tengah pada 24 – 25 November 1945.

Sejatinya, sebelum berdirinya PGRI sudah organisasi sejenis bernama Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB) yang berdiri sejak 1912. PGHB juga membuat organisasi dibawahnya, seperti  Persatuan Guru Bantu (PGB), Perserikatan Guru Desa (PGD), Persatuan Guru Ambachtsschool (PGAS), Perserikatan Normaalschool (PNS), dan Hogere Kweekschool Bond (HKSB).

Selain itu, ada sub-organisasi guru yang bercorak keagamaan, kebangsaan, dan lainnya, seperti Christelijke Onderwijs Vereneging (COV), Katolieke Onderwijsbond (KOD), Vereneging Van Muloleerkrachten (VVM), dan Nederlands Indische Onderwijs Genootschap (NIOG).

Pada 1932, pemerintah Hindia Belanda mengganti nama PGHB menjadi Persatuan Guru Indonesia (PGI). Namun saat Indonesia diduduk penjajah Jepang semua sekolah dan organisasi dilrang, termasuk PGI. Akibatnya para guru tak lagi bisa beraktivits.    

Setelah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indoneswia pada 17 Agustus 1945 dan hengkangnya penjajah Jepang, para guru bersepakat untuk menghidupkan kembali wadah bagi para pendidik. Hal inilah yang mendasari diselenggarakannya Kongres Guru Indonesia, 24 - 25 November 1945 di Solo. Dalam kongres ini semua organisasi guru berdasarkan politik, agama, suku, dan sebagainya sepakat dihapus. Semuanya bersatu dibawah satu wadah, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).

Anggota PGRI saat itu menyepakati tiga tujuan utama organisasi, yakni mempertahankan dan menyempurnakan Republik Indonesia, mempertinggi tingkat pendidikan dan pengajaran sesuai dasar-dasar kerakyatan, membela hak dan nasib buruh pada umumnya, guru pada khususnya.

Sejak saat itulah para guru bersatu padu dalam mengabdikan diri membangun bangsa dan negara melalui jalan pendidikan. Hingga pada 1994, melalui Keputusan Presiden Nomor 78 tahun 1994, tanggal 25 November diputuskan sebagai Hari Guru Nasional. Pada tanggal tersebut biasanya diperingati dengan upaya dan gerakan memperbaiki kualitas pendidikan di Indonesia.

Pada peringatan Hari Guru tahun ini, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim melontarkan usulan kegiatan alternatif yang diharapkan bisa meningkatkan kualitas kegiatan belajar mengajar.  Nadiem meminta para para guru memberi kesempatan murid berdiskusi lebih banyak. Selain itu murid juga diberi kesempatan mengajar di kelas.

Nadiem yakin perubahan sekecil apa pun jika dilakukan secara serentak akan memberikan dampak yang cukup besar bagi Indonesia.

SHARE ON
OPINI PENALAR

PILIHAN REDAKSI

close

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF

Ahmad Heri Firdaus

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

YB. Suhartoko, Dr., SE., ME

Dosen Program Studi Ekonomi Pembangunan, Keuangan dan Perbankan Unika Atma Jaya Jakarta

Mohammad Faisal

Direktur Centre of Reform on Economic (CORE) Indonesia

FOLLOW US

Aturan Timbulkan Administration Cost, Beban Bagi UMKM                Pelaku Bisnis E-commerce Tak Perlu Berbadan Hukum             Hambat Usaha Kecil Naik Kelas             Investor Tak Terpengaruh Prediksi Ekonomi RI             Moody’s Tak Tahu Jeroan Indonesia             Ada  Gap, Ada Ketimpangan             Prioritas Utama Tingkatkan Pertumbuhan             Dana Desa Berhadapan dengan Kejahatan Sistemik             Pembangunan Desa Tidak Bisa Berdiri Sendiri             Harus Disadari, Korupsi akan Mengikuti Kemana Uang Mengalir