Sejarah Hari Ini : Lion Air Tergelincir dan Patah di Solo, Jawa Tengah, 26 Penumpang Meninggal Dunia
berita
Kecelakaan Lion Air 30 November 2004 (1001crash.com)
30 November 2019 08:00
Watyutink.com – Hari ini, 30 November menjadi hari kelam bagi dunia penerbangan Indonesia. Pasalnya tepat 15 tahun lalu terjadi kecelakaan pesawat yang menimbulkan korban jiwa. 30 November 2004, pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 538 tergelincir di Bandara Adi Sumarmo, Solo, Jawa Tengah. Sebanyak 26 penumpang meninggal dunia dalam kecelakaan tersebut. Sedangkan 55 orang mengalami luka berat dan 63 orang luka ringan.

Salah satu penumpang yang ikut menjadi korban meninggal dunia adalah salah satu tokoh Nahdlatul Ulama, KH Yusuf Muhammad. Ulama asal Jember, Jawa Timur itu juga menjabat Ketua Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Ketua Tim Investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) saat itu, Kapten Ertata Lananggalih mengatakan kecelakaan terjadi akibat fungsi pendaratan pesarat tidak berfungsi. Hal ini diperparah dengan kondisi cuaca yang sedang buruk.

Pesawat jenis MD-82 itu berangkat dari Jakarta pada pukul 17.00 WIB menuju Surabaya dengan membawa 146 penumpang. Pesawat berniat transit di Solo pada pukul 18.15 WIB. Seorang penumpang selamat menuturkan saat itu hujan deras disertai petir.  

Ertata menambahkan landasan pacu saat itu terendam air yang menyebabkan pesawat sulit dikendalikan. Akibatnya pesawat tergelincir keluar landasan pacu dan berhenti di kawasan pemakaman umum tak jauh dari bandara. Badan pesawat pun patah ditengah tepat di bagian tulisan “Lion.”

Penyebab banyaknya korban menurut Ertata, karena tertabraknya fondasi antena localizer pada 140 meter dari landasan pacu, di daerah Runway End Safety Area (RESA). Akibatnya pesawat terkoyak dan menimbulkan korban jiwa terutama penumpang yang duduk di kursi bagian depan. KNKT pun merekomendasikan review prosedur pengoperasian pesawat pada saat mendarat dalam kondisi hujan, review pengawasan maintenance, dan peninjauan kembali kelayakan pesawat MD-82.

Sementara Manajer Humas Lion Air saat itu, Hasyim Arsal Alhabsi, membantah tudukan pesawat yang digunakan tidak laik terbang. Menurutnya semua prosedur keselamatan sudah dilakukan sesuai dengan aturan yang berlaku. Hasyim menegaskan, pihaknya akan segera melakukan perbaikan dan kekurangan yang ada.

SHARE ON
OPINI PENALAR

PILIHAN REDAKSI

close

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF

Ahmad Heri Firdaus

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

YB. Suhartoko, Dr., SE., ME

Dosen Program Studi Ekonomi Pembangunan, Keuangan dan Perbankan Unika Atma Jaya Jakarta

Mohammad Faisal

Direktur Centre of Reform on Economic (CORE) Indonesia

FOLLOW US

Aturan Timbulkan Administration Cost, Beban Bagi UMKM                Pelaku Bisnis E-commerce Tak Perlu Berbadan Hukum             Hambat Usaha Kecil Naik Kelas             Investor Tak Terpengaruh Prediksi Ekonomi RI             Moody’s Tak Tahu Jeroan Indonesia             Ada  Gap, Ada Ketimpangan             Prioritas Utama Tingkatkan Pertumbuhan             Dana Desa Berhadapan dengan Kejahatan Sistemik             Pembangunan Desa Tidak Bisa Berdiri Sendiri             Harus Disadari, Korupsi akan Mengikuti Kemana Uang Mengalir