Sejarah Hari Ini : Hasan Tiro Dirikan Gerakan Aceh Merdeka untuk Lepas dari Indonesia
berita
Sumber Foto : tirto.id
04 December 2019 17:05
Watyutink.com – Hari ini, 4 Desember adalah hari yang sangat penting dalam sejarah Indonesia, terutama warga Naggroe Aceh Darussalam. Pasalnya pada hari ini, 43 tahun lalu Hasan Tiro mendeklarasikan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dengan tujuan utama memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Berdirinya GAM menandai konflik berkepanjangan antara sebagian warga Aceh dengan pemerintah Indonesia. Konflik yang bermula sejak 1976 itu mengakibatkan korban jiwa hampir 15 ribu orang. Selain itu konflik ini mengakibatkan pembangunan di provinsi paling barat Indonesia itu terhambat. Pasalnya gerakan yang juga bernama Aceh Sumatra National Liberation Front (ASNLF) ini selalu menghambat apa pun yang dilakukan pemerintah Indonesia di wilayah Aceh.

Hasan Tiro mendirikan GAM pada 4 Desember 1976 di perbukitan Halimon, Kabupaten Pidie. Pada awalnya Hasan Tiro menamakan kelompoknya Aceh Merdeka atau AM. Sedangkan pemerintah Indonesia menamakan gerakan tersebut Gerakan Pengacau Keamanan Aceh Merdeka (GPK-AM). Akibat perlawanan bersenjata yang dilakukan GAM, pemerintah Indonesia pada pertengahan 80’anmenetapkan Provinsi Daerah Istimewa Aceh, nama Nanggroe Aceh Darussalam saat itu, sebagai Daerah Operasi Militer (DOM).

Konflik dengan GAM terus berlanjut hingga 2003, saat pemerintah Indonesia menetapkan status Darurat Militer di Aceh. Hal ini setelah serangkaian proses dialog yang dilakukan kedua pihak tidak bisa mencapai solusi dan kesepakatan. Namun konflik mereda setelah bencana gempa bumi dahsyat disertai gelombang tsunami menerjang Aceh pada 26 Desember 2004. Kuat dugaan banyak anggota GAM yang menjadi korban bencana yang menelan korban meninggal dunia lebih dari 170 ribu orang itu.

Pada 27 Februari 2005, GAM dan pemerintah Indonesia sepakat membuka kembali dialog. Perundingan pertama dilakukan di Vantaa, Helsinki, Finlandia atas inisiatif dan difasilitasi mantan presiden Finlandia Marti Ahtisaari. Akhirnya pada 17 Juli 2005 GAM dan pemerintah Indonesia berhasil mencapai kata sepakat. Nota kesepakatan damai ditanda tangani pada 15 Agustus 2005.

Proses perdamaian diawasi oleh tim bernama Aceh Monitoring Mission (AMM) yang beranggotakan lima negara ASEAN dan beberapa negara yang tergabung dalam Uni Eropa. Salah satu kesepakatan penting adalah pemerintah Indonesia memfasilitasi pembentukan partai politik lokal di Aceh. Selain itu pemerintah Indonesia memberikan amnesti bagi anggota GAM.

Sedangkan GAM sepakat memberikan seluruh senjata yang dimilikinya. Puncaknya pada 27 Desember 2005, Sofyan Dawood, juru bicara GAM saat itu menyatakan sayap militer telah membubarkan diri. Meski demikian, pendiri GAM Hasan Tiro masih enggan kembali ke Aceh. Pasalnya ia sudah bemukim dan berkewarganegaraan Swedia.

Hingga pada 2 Juni 2010, Hasan Tiro kembali mendapat status kewarganegaraan Indonesia. Namun sehari setelahnya, Hasan Tiro meninggal dunia di Banda Aceh.

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Andry Satrio Nugroho

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

Ahmad Heri Firdaus

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)